10 Fakta mengejutkan mengenai ISIS, bentukan Israel hingga didanai AS

Kelompok-radikal-SISI

Organisasi radikal ISIS kini terus menjadi perbincangan dunia karena gerakannya yang tidak padang bulu dan tidak berperikemanusiaan. Mereka rela melakukan segala cara asal tujuan utama mereka tercapai. Belum diketahui negara mana yang membuat organisasi radikal itu, namun kelompok yang berbasis di Irak dan Suriah itu ternyata bentukan Yahudi, demikian ditulis oleh laman Pojoksatu.id, 16 January 2016. Bahkan, kabarnya ISIS didanai oleh negara-negara barat, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Israel sendiri, demikian pengakuan mantan Agen Intelijen Amerika, Edward Snowden dan mantan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton.

Selain fakta-faka diatas, dibawah ini ada 10 fakta lainnya terkait dengan kelompok radikal ISIS. Simak selengkapnya.

1. ISIS Didirikan Agen Rahasisa Israel
Mantan Agen Intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden menyatakan, pemimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi berdarah Yahudi. Nama aslinya Simon Elliot. Jurnal bidang militer dan luar negeri, Veterans Today melansir pada 11 Agustus 2014 bahwa pemimpin IS/ISIS Abu Bakar al-Baghdadi adalah orang Yahudi dan merupakan agen Mossad atau dinas rahasia luar negeri Israel. Nama asli dari amir Daaesh (sebutan untuk IS/ISIS) tersebut adalah Simon Elliot alias Elliot Shimon. Dia lahir dari orang tua Yahudi. Elliot direkrut dan dilatih oleh Mossad untuk memata-matai dan melancarkan perang urat syaraf terhadap masyarakat Arab dan muslim.

2. Pemimpin ISIS Kerja Sama dengan AS, Inggris dan Israel
Mantan Agen Intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden mengatakan, pemimpin ISIS, Elliot alias al-Baghdadi bekerja sama dengan pihak intelijen Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Mereka menciptakan sebuah organisasi disebut ISIS yang kini mengklaim sebagai kekhalifahan Islam dengan Al-baghdadi sebagai khalifah. Organisasi radikal ini dibentuk untuk menarik para teroris dari seluruh dunia.

Baca:   Tuduh Menteri Anies Larang Doa di Sekolah, Ustaz Yusuf Mansur Minta Maaf

3. ISIS Ingin Bentuk Israel Raya
Agen Mossad atau dinas rahasia luar negeri Israel menugaskan Simon Elliot alias Abu Bakar Al Baghdadi untuk masuk ke jantung militer dan sipil dari negara-negara yang dinyatakan sebagai ancaman bagi Israel. Tujuan utamanya adalah untuk menghancurkan fasilitas dan kemudian negara Zionis mengambil alihnya sehingga terbentuklah Israel Raya atau Eretz Israel.

4. Hillary Clinton Akui ISIS Bentukan Barat
Mantan menteri luar negeri Amerika Serikat Hillary Clinton pernah mengakui bahwa kelompok IS/ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah) merupakan buatan AS. Kelompok radikal itu dibentuk guna memecah belah sejumlah negera anti AS di Timur Tengah. Keterangan Hillary tersebut disiarkan berbagai media massa barat dan juga dilansir harian Mesir, Elmihwar, Rabu 6 Agustus 2014. Harian itu menuliskan bahwa Hillary menyatakan pengakuannya itu dalam bukunya berjudul “Hard Choice” (pilihan yang berat).

“Kami telah mengunjungi 112 negara sedunia. Lalu kami bersama-sama rekan-rekan bersepakat mengakui sebuah ‘Negara Islam’ (Islamic State/IS),” tulis Hillary.

5. Tujuan Awal ISIS Gulingkan Presiden Muhammad Mursi
Hillary Clinton dalam bukunya “Hard Choice” menyebutkan, awalnya ISIS akan didirikan di Sinai Mesir untuk melawan presiden Muhammad Mursi. Namun, rencana itu berubah ketika terjadi kudeta yang digerakkan militer meletus di Mesir dan menggulingkan Presiden terpilih Muhammad Mursi. “Kami memasuki Irak, Libya dan Suriah, dan semua berjalan sangat baik. Namun tiba-tiba meletus revolusi 30 Juni-7 Agustus di Mesir. Itu membuat segala rencana berubah dalam tempo 72 jam,” ujar istri mantan presiden AS, Bill Clinton tersebut.

Baca:   Diserang Anak Amin Rais, Ini Tanggapan Singkat Ahok

6. ISIS Serang Negara Arab
Bukti nyata bahwa ISIS adalah bentukan Israel dan Amerika semakin menguat ketika organisasi radikal ini justru menyerang negara-negara Arab yang sedang kacau, di antaranya Irak dan Suriah. ISIS kini telah menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak. Di Suriah mereka mendirikan pusat pemerintahan di Raqqa dan berhasil menguasai kota besar Mossul di Irak.

7. ISIS Hancurkan Makam Nabi Yunus
ISIS mengklaim sebagai organisasi militer bernafas Islam. Namun, tindakannya sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Kelompok ini justru meledakan makam Nabi Yunus.

8. ISIS Ancam Hancurkan Kabah
Meski mengklaim gerakannya bernafaskan Islam, tetapi ISIS tak segan-segan menghancurkan simbol-simbol Islam. Bahkan, ISIS mengancam akan menghancurkan Kabah yang merupakan kiblat umat Islam.

9. Militan ISIS Dirawat di RS Israel
Para militan ISIS yang terluka dirawat di RS Israel di Dataran Tinggi Golan, perbatasan Suriah. Setelah sehat dikembalikan. Tak satupun peluru ISIS ditembakkan ke wilayah Israel. Padahal sebagian wilayah pendudukan mereka berbatasan dengan Golan, wilayah Suriah yang dicaplok Israel.

10. Strategi Adudomba Amerika dan Israel
Pembentukan ISIS merupakan strategi AS dan Israel untuk menarik para militan Islam untuk hijrah ke Irak dan Suriah. Setelah terkumpul, negara-negara Barat membombardir mereka dengan bom hingga musnah. ISIS juga bertujuan menghancurkan kestabilan negara-negara yang berbatasan dengan Israel, seperti Suriah, Yordan, Lebanon Selatan, Mesir Sinai. Hal ini dilakukan agar negara Zionis itu aman.