10 Mitos Sains Yang Sudah Terlanjur Kamu Percaya, Padahal Kenyataannya Seperti Ini

mitos sains

Tentunya kamu percaya kalau ilmu pengetahuan itu memang tak ada batasnya. Mulai dari ilmu fisika, kimia, biologi, dan banyak ilmu lainnya menjadi pilar kehidupan di bumi. Dari ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), tentunya kamu pernah mendengar banyak teori-teori tentang kehidupan di bumi.

Lalu, begitu menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), ilmu-ilmu tersebut menjadi semakin dikerucutkan dan kamu pun lebih detail dalam mempelajarinya. Nah, rupanya ada banyak sekali ilmu dan teori pengetahuan yang selama ini dipercaya dan salah kaprah, lho. Apa saja? Yuk, simak teori-teori ilmu pengetahuan yang selama ini diyakini, namun ternyata keliru, sebagaimana dihimpun brilio.net:

1. Matahari berwarna kuning
Dari dulu, kamu diajari bahwa matahari itu berwarna kuning, setuju? Padahal, yang sebenarnya, cahaya matahari itu berwarna putih, lho. Mengapa bisa menjadi berwarna kuning? Hal itu dikarenakan atmosfer bumi yang membelokkan cahaya melalui efek yang disebut hamburan Rayleigh. Fenomena inilah yang juga membuat langit tampak biru dan menyebabkan matahari berwarna kuning kemerah-merahan saat tenggelam.

2. Gurun terluas di dunia adalah Sahara
Kamu percaya kalau gurun terluas adalah gurun Sahara? Kamu salah kaprah, lho. Gurun tak selalu tempat kering yang tandus dan panas. Tempat tak berpenghuni juga bisa disebut gurun. Dan salah satunya adalah Antartika. Antartika memiliki luas 5,4 juta mil persegi. Sementara Sahara hanya seluas 3,6 juta mil persegi.

Baca:   Dengan Teknologi Ini, Baterai Smartphone Bisa Bertahan Hingga 10 Tahun

3. Ilmu astrologi bisa memprediksi masa depanmu
Kamu yang percaya sama zodiak wajib berpikir ulang. Mengapa? Ternyata para ilmuwan di dunia sudah berkali-kali melakukan pembuktian ilmiah tentang zodiak yang dianggap bisa memprediksi masa depan. Dan hasilnya adalah Astrologi tidak lebih dari metode mengundi nasib.

4. Sinyal telepon memantul dari satelit
Ponsel yang kamu gunakan setiap hari itu ternyata berbeda dengan telepon satelit, lho. Ponsel akan memancarkan sinyal radio nirkabel dan melakukan pencarian, ping, dan relay data dari dan ke menara seluler terdekat. Jadi bukan memantul dari satelit, ya.

5. Tembok Besar China satu-satunya bangunan yang bisa dilihat dari ruang angkasa
Kamu pernah dengar kalau Tembok Besar China adalah satu-satunya bangunan yang bisa dilihat dari ruang angkasa? Kamu salah kaprah, Tembok Besar China bukanlah satu-satunya bangunan yang terlihat dari ruang angkasa. Tergantung dari ruang angkasa sebelah mana kamu melihatnya.

Baca:   7 Mitos Selingkuh Yang Masih Dipercaya Saat Ini

Dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, misalnya, kamu dapat melihat dinding dan banyak bangunan buatan manusia lainnya. Sedangkan kalau dari bulan, kamu tidak dapat melihat bangunan sama sekali, hanya cahaya redup dari lampu-lampu kota.

6. Gravitasi bulan menyebabkan pasang surut air laut
Penyebab pasang surut sebenarnya adalah adanya inersia air dari rotasi bumi. Saat berputar dengan kecepatan sekitar 1.040 mph, bumi “mengempaskan” air yang berlawanan dengan bulan. Sementara di sisi bumi yang lain, air menyurut dan mengalir untuk membentuk pasang. Jadi, gravitasi bulan tidak sepenuhnya benar bisa menyebabkan pasang surut air laut.

7. Bumi berbentuk bulat sempurna
Bumi berputar dengan kecepatan 1.040 mph. Kecepatan ini mengakibatkan kutub planet menjadi pipih dan tonjolan di sekitar khatulistiwa. Akibat pemanasan global dan mencairnya gletser, para ilmuwan memprediksi bahwa tonjolan kini berkembang sehingga bentuk bumi semakin oval.

8. Everest adalah gunung tertinggi di dunia
Jika diukur dari permukaan laut, Everest memang gunung tertinggi di dunia. Namun kalau diukur dari dasar hingga puncak, gunung tertinggi sedunia sebenarnya Mauna Kea di Hawaii. Everest memiliki ketinggian 29.035 kaki di atas permukaan laut, sedangkan Mauna Kea hanya mempunyai ketinggian 13.796 kaki di atas permukaan laut.

Baca:   Acer Aspire V17 Nitro, Notebook Canggih dilengkapi Teknologi 3D

Namun Mauna Kea memanjang sekitar 19.700 kaki di bawah Samudera Pasifik. Jadi kalau ditotal, ketinggian Mauna Kea sekitar 33.500 kaki atau hampir satu mil lebih tinggi dari Everest. Wow!

9. Air menghantarkan listrik
Air murni atau suling sama sekali tidak bisa menghantarkan listrik, guys. Penyebab air dapat mengantarkan listrik karena kandungan mineral, kotoran, dan hal-hal lain yang akan menghantarkan listrik. Jadi, bukan murni airnya ya, tapi kandungannya.

10. Berlian berasal dari batubara
Kebanyakan berlian tidak terbentuk dari batubara. Sebaliknya, berlian merupakan karbon yang dikompresi dan dipanaskan 90 mil di bawah permukaan bumi. Sementara batubara ditemukan sekitar 2 mil ke bawah permukaan bumi. Dengan demikian berlian dan batubara adalah dua benda yang berbeda.

loading...