10 Modus penipuan pengemis paling kreatif di Indonesia

pengemis cantik

Hampir seluruh kota di Indonesia memiliki pengemis. Ada yang mengemis karena benar-benar tidak mampu mencari nafkah selain mengemis. Namun, tak sedikit pula yang diorganisir sindikat. Tak jarang ditemukan pengemis yang memiliki kehidupan layak. Ada pengemis yang ditemukan memiliki sejumlah sertifikat tanah dan uang puluhan juta. Bahkan, ada pengemis yang memiliki rumah dan mobil mewah.

Salah satu kota yang menjadi syurga para pengemis adalah ibukota Jakarta, demikian dilansir laman Pojoksatu.id. Para pengemis memadati tempat-tempat ramai di ibukota Jakarta untuk mengharap belas kasih dari para dermawan.

Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan pernah melansir bahwa pengemis di Jakarta bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta perhari. Artinya, pengemis Jakarta bisa mendapatkan penghasilan Rp15 juta sampai Rp20 juta sebulan. Berikut modus penipuan pengemis paling kreatif di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber. Modus ini didasarkan pada fakta saat petugas Satpol PP atau Dinas Sosial melakukan penertiban pengemis.

1. Pengemis pura-pura tangan buntung
Sebagian pengemis berpura-pura tangannya buntung agar pengguna jalan iba melihatnya. Si pengemis melipat dan mengikat tangannya ke belekang, lalu menggunakan baju lengannya agak longgar, sehingga terlihat seperti orang buntung.

Baca:   4 Hal Ini Bisa Bebaskan Indonesia dari Sanski FIFA

2. Pengemis pura-pura kaki buntung
Sama seperti modus pura-pura tangan buntung. Sebagian pengemis juga melakukan modus pura-pura kaki buntung. Kakinya dilipat ke belakang, lalu mengenakan celana agak longgar. Mereka duduk di jalan mengharapkan belas kasih dari para dermawan.

3. Pengemis pura-pura buta
Sebagian pengemis nekat pura-pura buta. Biasanya mereka memakai tongkat atau ditonton seseorang untuk meminta belas kasih. Namun modus ini kerap terbongkar oleh petugas saat melakukan penertiban. Pada November 2015 lalu, petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Barat mendekati dua pengemis yang pura-pura saat mengemis di warung pinggir jalan. Saat didekati petugas, dua pengemis langsung lari terbirit-birit. Dua pengemis itu yakni Nasari (32) dan Darto (50).

4. Pengemis pura-pura pincang
Modus pengemis yang paling banyak ditemui adalah pura-pura pincang. Si pengemis pura-pura menggunakan tongkat, lalu berjalan pincang menemui para dermawan untuk meminta belas kasih.

Baca:   Heboh! Bendera Merah Putih Terbalik di Acara Mantan Dubes RI Untuk AS

5. Pengemis pura-pura hamil
Tak jarang ditemukan pengemis wanita yang tampak hamil di lampu merah. Mereka tampak keletihan saat bergerak. Padahal, itu hanya modus. Di balik perutnya yang buncit, si pengemis menyelipkan bantal dan hanya pura-pura hamil.

6. Bikin luka bohongan di tubuh, kemudian diolesi terasi
Pengemis membuat luka bohongan di bagian tubunya agar pengguna jalan ibat melihatnya. Luka bohongan itu diolesi terasi untuk mengundang lalat, sehingga terkesan bahwa luka tersebut sudah busuk dan butuh biaya pengobatan.

7. Sekeluarga tidur di gerobak
Tak jarang pengemis pura-pura tidur di gerobak bersama istri. Modus seperti ini biasanya marak pada bulan Ramadhan. Kemudian pada siang hari, suami menarik gerobak yang isinya anak dan istri. Modus ini dilakukan untuk memunculkan kesan bahwa sekeluarga tersebut tidak memiliki tempat tinggal, sehingga dermawan merasa iba dan memberikan belas kasih.

8. Pengemis gendong balita di jalan
Anak kecil menjadi cara ampuh bagi pengemis untuk mendulang rupiah. Dengan membawa anak balita, warga akan semakin iba sehingga dengan ikhlas akan memberikan uang. Cara seperti ini sengaja digunakan para pengemis. Kadang anak sengaja didandani semiris mungkin, lalu disuruh mengemis.

Baca:   Suka Minum Darah Manusia, Suami-Istri Ini Mengaku Vampir

9. Pengemis dorong nenek sakit
Tak jarang pengemis membawa nenek yang pura-pura sakit agar lebih dramatis. Si nenek ditampilkan dalam kondisi tidak sehat, lalu didorong menggunakan gerobak. Ada pula yang pura-pura tidur di jalan dengan ekspresi sangat memilukan. Hal itu dilakukan untuk menarik perhatian pengguna jalan agar memberi belas kasih.

10. Pengemis dramatisir luka di tubuh
Tak jarang pengemis mendramatisir luka bawaan dari kecil untuk menarik perhatian dan rasa iba dari para dermawan. Modusnya, pengemis yang memang memiliki cacat dari kecil akibat tersiram air panas dibuat didramatisir seakan-akan luka itu merupakan luka baru dan butuh biaya pengobatan. Selain di Indonesia, pengemis berpenghasilan tinggi hingga miliaran rupiah juga marak di sejumlah negara. Bahkan, modusnya juah lebih kreatif ketimbang di Indonesia.

loading...