10 Orang Indonesia yang lahir hari ini, mulai dari ahli bom hingga artis film panas

orang-penting
Setiap hari di dunia ini lahir ratusan manusia pada tanggal dan bulan yang sama. Hanya jamnya saja yang banyak berbeda. Dari ratusan bahkan jutaan orang yang lahir setiap hari itu, terdapat sederet nama besar yang punya prestasi dan karier yang gemilang. Bahkan tak jarang di antara mereka disebut pahlawan. Nah, untuk orang Indonesia, pada hari ini, tepatnya pada tanggal 4 Maret, sedikitnya 10 orang yang lahir hari ini, dengan prestasi dan karier yang berbeda, dilansir oleh laman Pojoksatu.id. Mereka dari beragam profesi, mulai dari ahli bom hingga artis film panas. Berikut profil mereka:

1. Bram Titaley
Lahir di Banda Aceh pada 4 Maret 1913, Bram Titaley atau dikenal sebagai Bram Aceh adalah penyanyi keroncong Indonesia. Ia dikenal sebagai “Si Buaya Keroncong” dan “Bapak Keroncong Indonesia”. Karirnya di dunia tarik suara menorekhkan sederet prestasi. Pada tahun 1955 ia meraih juara I Keroncong Jakarta Raya, dan pada tahun 1980 menjadi juara Keroncong Tempo Doeloe se-Jabotabek.

Pelantun lagu ‘Sapa Suru Datang Jakarta’ (1977) ini memimpin group hawaian yang ia dirikan bernama Anggrek Nusantara. Kelompok ini kerap mengadakan pertunjukan-pertunjukan untuk umum, antara lain Pasar seni, Marina dan Putri Duyung, semuanya di Taman Impian Jaya Ancol, juga di Orchid Palace Hotel dan beberapa hotel besar lainnya di Jakarta. Bram Aceh meninggal pada tanggal 8 Mei 2001 di Rumah Sakit Tebet Jakarta karena faktor usia. Ia dikebumikan di Pemakaman Umum Mentengpulo Jakarta.

2. Wahyu Aditya
Menjadi seorang anomator, bukanlah pilihan profesi bagi kebanyakan orang Indonesia. Selain bakat ini bukan sesuatu yang umum, juga penyalurannya termasuk khusus. Adalah Wahyu Aditya, biasa dipanggil Wadit, pria kelahiran Malang 4 Maret 1972, telah menetapkan dirinya dan dikenal sebagai seorang animator asal Indonesia. Kiprahnya dalam dunia animasi diawali dengan meraih juara pada perlombaan-perlombaan menggambar di kota kelahirannya. Selepas SMA, Wahyu melanjutkan sekolah ke KvB Institute of Technology, Sydney Australia, dengan mengambil jurusan Interactive Multimedia.

Salah satu karya yang telah membuat ia terkenal adalah Dapupu Project. Film animasi berdurasi dua menit itu memeroleh juara pertama dalam Pekan Komik dan Animasi yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia kala ia berada di Sydney.

3. Adityawarman Thaha
Banyak orang bercita-cita menjadi tentara. Namun itu tidak mudah, karena seleksi yang lumayan ketat. Dan jika sudah masuk, tak semuanya bisa merintis karir dengan baik dan membanggakan. Satu di antara ribuan taruna TNI yang bisa dibilang sukses dalam karirnya adalah Brigadir Jenderal TNI (Purn) Adityawarman Thaha. Pria kelahiran di Suliki Gunung Mas, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat pada 4 Maret 1945 ini merupakan perwira tinggi TNI AD yang pernah memangku beberapa jabatan kemiliteran, seperti Staf Ahli Panglima TNI.

Adityawarman yang berasal dari korps Zeni Angkatan Darat ini mendapat predikat sebagai ahli bom terbaik pada pelatihan militer di Fort Bragg, Amerika Serikat bersama dengan Sjafrie Sjamsoeddin yang mendapatkan predikat terbaik untuk kontra spionase dan anti-teror.

4. Prof. Dr. Azyumardi Azra
Cendikiawan Muslim yang lahir di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, 4 Maret 1955 ini merupakan mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998-2006. Pada tahun 2010, dia memperoleh titel Commander of the Order of British Empire, sebuah gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris. Dengan gelar ini, maka Azyumardi adalah orang pertama di luar warga negara anggota Persemakmuran yang boleh mengenakan Sir di depan namanya.

Baca:   Terungkap, Ternyata Telur Kang Naim alias Sinin Adalah Telur Ayam

Penerima beasiswa Fullbright ini memulai karier pendidikan tinggginya sebagai mahasiswa sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada tahun 1982. Ia mendapakan gelar Master of Art (MA) pada Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Columbia University tahun 1988 dengan bantuan beasiswa paling bergengsi itu. Selain itu, ia memenangkan beasiswa Columbia President Fellowship dari kampus yang sama, tapi kali ini Azyumardi pindah ke Departemen Sejarah, dan memperoleh gelar MA pada 1989.

5. Andung A. Nitimiharja
Masih ingat siapa saja orang-orang yang duduk di Kabinet Bersatu jilid 1 era SBY? Ini salah satunya. Pria kelahiran Bandung, 4 Maret 1950 bernama lengkap Dr. Ir. Andung A. Nitimiharja. Ia adalah Menteri Perindustrian pada Kabinet Indonesia Bersatu sebelum digantikan oleh Fahmi Idris pada perombakan kabinet 5 Desember 2005. Sebelumnya, ia adalah komisaris di PT PLN (Persero). Ia adalah lulusan Institut Pertanian Bogor dan meraih gelar doktornya pada bidang studi pembangunan dari University of Pittsburg, Amerika Serikat. Pada tanggal 21 Oktober 2009 ia meninggal dunia karena serangan jantung di Meksiko saat menjabat sebagai Duta Besar Indonesia.

6. Mohamad Prakosa
Di PDIP, nama Mohamad Prakosa bukan orang baru. Pria yang lahir di Yogyakarta, 4 Maret 1960 ini pernah menjabat Menteri Pertanian pada Kabinet Gotong Royong. Lulusan tahun 1982 dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada ini meraih gelar doktor di bidang Resource Economics and Policy dari University of California, Amerika Serikat pada tahun 1994. Dalam bidang politik, ia pernah menjabat Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP tahun 1999. Pada tahun yang sama hingga 2000 ia dipercaya menjadi Menteri Pertanian di Kabinet Persatuan Nasional, pemerintahan Gusdur dan Megawati.

Selanjutnya pada 2001-2004, ia menjabat Menteri Kehutanan Kabinet Gotong Royong. Kemudian pada 2009-2014 ia kembali berada di parlemen menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.

7. Dewi Puspa
Lahir di Jakarta pada 4 Maret 1959, Dewi Puspa adalah seorang penyanyi dan bintang film panas Indonesia. Dewi pernah meraih juara empat di Festifal Penyanyi Tingkat National se Indonesia pada tahun 1977. Namanya sempat melambung lewat lagunya “Nikmatilah Sisa Hidup Ini” ciptaan Titiek Puspa yang sering ditayangkan di TVRI setiap sore di era tahun 1970-an, merupakan lagu sangat popular pada saat itu. Di dunia perfileman, beberapa perannya ditunjukkan melalui film-film seperti: “Aku Tak Berdosa” (1972); “Ketemu Jodoh” (1973); “Suster Maria” (1974);”Arwah Penasaran” (1975);”Pendawa Lima” (1983);”Susuku Kadaluarsa”(2012).

8. Thomas Trikasih Lembong
Hari ini ia merayakan ulang tahun ke 45 tahun. Usianya masih terbilang muda ketika ia ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Perdagangan Republik Indonesia menggantikan Rahmat Gobel. Ia menjabat sejak 12 Agustus 2015. Pria kelahiran 4 Maret 1971 sebelum menjadi Menteri Perdagangan, adalah salah satu dari pendiri private equity fund, Quvat Management (Quvat) yang didirikan pada tahun 2006. Sampai sebelum menjadi Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong menjabat sebagai CEO dan anggota Investment Committee.

Baca:   Foto Petugas Kebersihan Cantik Ini Bikin Heboh Netizen

Pengalaman kerja Tom sebelum mendirikan Quvat adalah bekerja di Farindo Investments, Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selama 2 tahun sebagai Senior Vice President and Division Head, Deutsche Bank, dan Morgan Stanley. Sejak 2002 Tom telah berhasil menggalang dana investor yang diinvestasikan ke banyak perusahaan di berbagai sektor di Indonesia. Sejumlah investasi yang dilakukan Tom di antaranya adalah pada tahun 2002, Tom bersama tim memimpin investasi Farindo Investments (konsorsium antara Farallon Capital dan Djarum Group) untuk mengakuisisi 51 persen saham Bank BCA senilai 571 juta dolar AS.

9. Nia Iskandar Dinata
Masih ingat kan dengan film ‘Arisan’? Ini dia suteradaranya. Nia Iskandar Dinata atau sering disebut Nia Dinata. Hari ini, 46 tahun yang lalu, tepatnya pada 4 Maret 1970, Nia Dinata lahir. Namanya tak asing lagi di dunia perfileman tanah air. Sutradara berdarah Sunda dan Minang ternyata cucu dari pahlawan nasional Otto Iskandardinata, putri dari Dicky Iskandardinata. Awal kariernya dimulai dari pembuat klip video dan film iklan. Ia menjadi sutradara film Ca Bau Kan (2002) yang diangkat dari novel dengan judul sama karya novelis Remy Sylado.

Filmnya pada tahun 2004 berjudul ‘Arisan’ sangat sukses dari penjualannya yang bagus dan komentar kritikus. Film ini mendapat banyak penghargaan, termasuk dari Festival Film Indonesia dan MTV Movie Awards. Tapi apakah anda tahu bahwa sebenarnya Nia Dinata termasuk orang yang profesinya salah jurusan? Pada suatu kesempatan di acara talkshow dan pemutaran film-filmnya yang diselenggarakan @america, pusat kebudayaan Amerika Serikat di Jakarta, Nia mengaku sebenarnya ia sekolah Jurnaistik di Amerika, sambil ikut mata kuliah pilihan tentang penyuteradaraan.

Kembali ke Indonesia, ia sempat menjadi anak magang di salah satu televisi swasta. Namun ia lebih tertarik ke dunia film, seiring didirikannya perusahaan film independen Kalyana Shira Film pada 2000.

10. Teuku Wisnu
Lahir di Jakarta pada 4 Maret 1985, Teuku Wisnu dikenal sebagai pemain sinetron berdarah Aceh yang sudah membintangi sejumlah sinetron, film, dan iklan. Teuku Wisnu tercatat sebagai Mahasiswa FISIP Jurusan Hubungan Internasional Universitas Moestopo Jakarta. Masuknya Wisnu ke dunia film termasuk berbeda dengan para artis lain. Ia masuk ke dunia hiburan Indonesia berawal dari sebuah kecelakaan mobil. Waktu itu, bungsu dari empat bersaudara ini membawa mobil milik tantenya dan mengalami kecelakaan di jalan tol Dalam Kota.

Karena tidak mempunyai uang untuk memperbaiki kerusakan mobil tantenya, Wisnu, atas saran temannya, mengikuti casting sebuah iklan. Sejak itulah nama dan sosok Teuku Wisnu mulai dikenal masyarakat. Beberapa sinetron yang pernah dibintanginya aktingnnya sebagai Farel di Cinta Fitri. Teuku Wisnu pernah menjadi finalis MTV VJ Hunt 2006. Dalam perhelatan Panasonic Award ke-12 yang diadakan pada 27 Maret 2009, Wisnu berhasil menjadi pemenang dalam kategori Aktor Favorit.