10 Penyakit Paling Menyeramkan Sepanjang Ilmu Kedokteran

Penyakit langka

Dari sekian penyakit paling langka di dunia, ternyata ada beberapa penyakit yang sangat menyeramkan menurut sejarah kedokteran. Dari beberapa penyakit tersebut yang paling menyeramkan diantaranya cacing dalam mata, pipi yang membusuk, pertumbuhan jamur di kaki hingga rusaknya otot yang tumbuh menjadi tulang. Penasaran penyakit apa saja paling menyeramkan di dunia kedokteran, simak selengkapnya dibawah ini, dilansir dari Liputan6.com, Senin (27/6/2016):

1. Noma (cancrum oris)
Munculnya luka terbuka pada permukaan kulit (ulkus) terbentuk pada mulut, perlahan-lahan menggerogoti daging sampai gigi. Kondisi ini membuat tulang rahang pasien terlihat. Ini bukan adegan film horor, tapi kondisi ini disebut Noma yang masih membunuh 90 persen anak-anak miskin di Asia dan Afrika. Penyebabnya adalah bakteri masuk ke dalam tubuh sebagai akibat dari sanitasi yang buruk atau air yang terkontaminasi, kekurangan gizi atau penyakit yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah.

Penyakit ini juga dikenal sebagai cancrum oris dan mempengaruhi daerah genital serta mulut. Kondisi ini juga terjadi di kalangan narapidana dan kamp-kamp selama Perang Dunia II karena lingkungan yang buruk.

2. Emycetoma atau Madura’s foot
Ini adalah infeksi jamur yang sering ditemukan di kaki dan dapat menyebar ke seluruh tubuh. Awalnya pasien hanya mengalami pembengkakan pada kaki, diikuti oleh keluarnya nanah. Kemudian jamur menyebar menyebabkan kerusakan serius pada jaringan sekitarnya hingga membuat penderitanya sulit berjalan.

Saat ini tidak ada vaksin untuk mengobatinya tetapi penyakit ini dapat dihindari dengan menjaga kaki dan tangan Anda tetap bersih serta menggunakan sepatu diluar rumah. Kasus ini sempat endemik di Afrika, India, Amerika Tengah dan Selatan, dan ditemukan di negara bagian Amerika Selatan dan pada orang tunawisma atau mereka yang menderita HIV.

3. Complex Regional Pain Syndrome (CRPS)
CRPS adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya sakit parah–seperti kekurangan tenaga. Hal ini terjadi karena kerusakan sistem saraf dan sistem saraf pusat. Studi menunjukkan, rasa sakit dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh CRPS dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Seseorang yang menderita CRPS akan merasa tubuhnya terbakar dan mengalami rasa nyeri yang menusuk tubuh serta sensasi berdenyut-denyut. Hal ini juga dapat menyebabkan mati rasa, bengkak, nyeri sendi dan insomnia. Penyakit ini bisa diobati walaupun terapinya cukup panjang dan rumit.

Baca:   Hati-Hati, Foto Selfie Sebabkan Pikun Pada Usia Muda, Loh!

4. Leprosy (kusta)
Kusta adalah infeksi menular yang menyebabkan peradangan di kulit, mata, saraf dan saluran pernapasan. Hal ini terjadi karena paparan bakteri yang disebut Mycobacterium. Kusta telah ada selama ribuan tahun di dunia. Hingga kini, penderita kusta kerap mendapatkan stigma sehingga mereka sering dikelommpokkan karena khawatir penyakit ini menular. Nyatanya, penyakit ini tidak menular.

5. Cacing Filaria (Loa Loa Worm)
Cacing Filaria adalah parasit yang memiliki kemampuan untuk hidup di mata. Penyakit ini membuat lebih dari 200 juta orang buta di seluruh dunia. Cacing filaria bukan hanya membahayakan mata. Bila dia masuk ke bagian tubuh lain, penderitanya bisa mengalami kaki gajah. Gejala potensial lainnya termasuk ruam, sakit perut, arthritis dan papula.

6. Vibrio Vulnificus
Ini adalah bakteri yang sangat mematikan yang dapat menyebabkan infeksi parah. Bakteri ini masuk ke tubuh melalui makan kerang mentah atau masuk melalui luka terbuka, serta sengatan dari ubur-ubur. Penyakit ini menyebabkan beberapa gejala termasuk muntah, diare intens, dermatitis dan sakit perut parah. Tak hanya itu, bakteri ini juga melemahkan sistem kekebalan tubuh, mempengaruhi hati dan aliran darah dan akhirnya membunuh mereka yang tidak mencari pengobatan yang tepat.

Para ilmuwan percaya, kondisi ini terjadi karena tingginya suhu dan penurunan kadar garam di pantai yang menyebabkan tingginya patogen.

7. PICA
Pica adalah kondisi ketika seseorang tidak mau makan seperti orang normal lainnya. Perutnya hanya diisi oleh kertas, kayu atau bahkan bahan bangunan. Penyakit ini tidak termasuk cacat mental biasanya hal ini berkaitan dengan budaya, agama atau lingkungan sehingga sulit untuk mendiagnosanya. Masalahnya, orang yang menderita Pica mungkin menelan sesuatu yang beracun seperti cat atau timbal yang akhirnya dapat menyebabkan keracunan.

Pica sebenarnya bukan penyakit baru karena sejak abad ke 14, penyakit ini telah ada dan menggemparkan sastra Yunani dan Romawi.
Pica berasal dari nama Latin murai, burung yang dikenal karena makan sembarangan.

8. Fibrodyplasica Ossificans Progressiva (FOP)
Dengan kurang dari 800 kasus di seluruh dunia, Fibrodyplasica Ossificans Progressiva (FOP) adalah penyakit yang sangat langka dan belum ada obatnya. FOP membuat sistem perbaikan jaringan tubuh berhenti bekerja dan mengubah fungsi otot yang rusak, tendon dan jaringan menjadi tulang.

Baca:   3 Cara Membersihkan Botol Minuman Agar Bebas Kuman dan Bakteri

Dalam contoh yang paling ekstrem, seorang pria bernama Harry Eastlake berhasil hidup sampai usia 40 dengan FOP tapi akhirnya tidak bisa bergerak selain dari bibirnya. Eastlake kemudian menyumbangkan tubuhnya untuk ilmu pengetahuan sebelum kematiannya dan kerangkanya kini ada di Museum Mutter yang terkenal di Philadelphia, Pennsylvania.

9. Clarkson Disease (SYSTEMIC CAPILLARY LEAK SYNDROME – SCLS)
SCLS terjadi karena pembuluh darah seseorang bocor. Plasma darah kemudian diserap oleh kulit sehingga menyebabkan tubuh penderitanya membengkak seperti balon. Satu-satunya cara untuk mengobati penyakit Clarkson adalah menyuntikkan cairan ke dalam tubuh. Namun butuh tiga hari penuh untuk membuat plasma darah berhenti. Masalahnya, dalam waktu tersebut, seseorang bisa mengalami kerusakan pada organ-organ vital dan jaringan hingga akhirnya meninggal.

SCLS pertama kali didiagnosis pada 1960 pada pasien yang mengalami kembung spontan. Sejak itu sekitar 150 orang telah didiagnosis dengan penyakit Clarkson. Penyebabnya masih belum diketahui pasti.

10. Elephant Man Syndrome
Kasus ini terjadi pada Joseph Merrick lahir di Leicester, Inggris pada 1862. Joseph lahir sebagai bayi yang sehat tetapi karena ketika tumbuh, dia menunjukkan tanda-tanda kelainan kulit. Seiring berjalannya usia, tekstur kulitnya menyerupai gajah. Selain itu, lengan kanannya tumbuh tidak proporsional dengan yang kiri. Dan kedua kakinya membengkak. Kala itu, kondisi ini membuat petugas medis bingung.

Merrick sendiri percaya apa yang terjadi padanya karena ibunya. “Emosional trauma yang dibawa saat hamil akan memiliki efek pada perkembangan anak yang belum lahir,” katanya. Rupanya ibu Merrick ini semasa hamil pernah takut gajah. Sedangkan paramedis menyebut kemungkinan kondisinya karena sindrom Proteus, kondisi ketika kulit dan tulang tumbuh abnormal.

Kebanyakan ahli berpikir itu adalah kombinasi dari sindrom Proteus dan kondisi lain seperti mikrosefali (suatu kondisi yang menyebabkan kepala abnormal kecil), hypertosis (pertumbuhan berlebihan dari tulang) dan neurofibromatosis (tumor yang membentuk seluruh tubuh). Meskipun semua teori-teori ini, penyebab pasti kelainan Joseph Merrick masih misteri.