11 Fakta Omar Mateen, Pembunuh 50 Kaum Gay di Amerika Serikat

Omar Mateen

Kasus pembunuhan sadis kembali terjadi di Amerika Serikat. Pelakunya adalah seorang pria bernama Omar Mateen seorang pria berusia 29 tahun. Ia secara tiba-tiba masuk ke dalam sebuah klub malam Pulse di Orlando dan melakukan penembakan membabi buta kepada setiap pengunjung. Mayoritas pengunjung klub itu adalah kaum gay yang sedang melakukan pesta.

Sebanyak 103 gay terkapar dan 50 di antaranya tewas mengenaskan. Seorang pegawai di klub malam itu menuturkan, ada 320 pria gay sedang berpesta saat pelaku beraksi. Penyerang merangsek ke dalam, mengumbar tembakan dan mengambil sandera. Menurut polisi, Mateen beraksi sendirian dengan menenteng senapan, senjata genggam dan sebuah alat yang tak diketahui namanya. Padahal, pria 29 tahun itu tak pernah punya catatan kriminal sebelumnya.

Akhirnya polisi berhasil menembak mati Mateen setelah melakukan baku tembak selama 4 jam. Belakangan setelah Omar Mateen tewas, muncul sejumlah keterangan dan fakta mengenaskan sekaligus janggal dari peristiwa pembantaian Omar Mateen ini. Berikut 11 fakta mengenaskan sekaliugus janggal Omar Mateen, pembantai kaum gay di Klub malam Orlando, dilansir dari Pojoksatu.id, Senin (13/6/2016).

1. Omar Mateen bantai kaum gay gara-gara trauma
Pengakuan mengejutkan datang dari ayahnya, Mir Seddique, mengenai mengapa Omar menghabisi puluhan gay di klub malam Orlando itu. “Dia melihat dua pria berciuman satu sama lain di hadapan istri dan anaknya sehingga dia amat marah,” ujar Seddique.

2. Ayah ragukan ke-ISIS-an Omar Mateen dalam aksinya
Ayah Omar Mateen, Mir Seddique mengakui ideologi yang dianut Mateen tidak melandasai aksi pembantaian kaum gay. Meski sejumlah kalangan aksi tersebut berada di balik gerakan ISIS. “Tak ada hubungannya dengan agama,” kata ayah Mateen, Mir Seddique.

3. ISIS benarkan keanggotaan Omar Mateen
Sebelum insiden penembakan, ISIS telah merilis ancaman serangan itu tiga hari sebelum kejadian. Pelakunya, seorang pria kelahiran AS yang telah berjanji setia kepada ISIS. “Serangan bersenjata yang menargetkan sebuah klub malam kaum gay di Orlando, Florida yang menewaskan puluhan orang dilakukan seorang pejuang ISIS,” demikian laporan Amaq, kantor berita yang berafiliasi dengan ISIS, seperti diberitakan Reuters.

Baca:   Model Seksi dibunuh Atas Nama Kehormatan Keluarga

4. Pengakuan mengejutkan mantan istri
“Beberapa bulan setelah kami menikah, saya melihat ketidakstabilannya, saya melihat dia berkepribadian ganda, dan dia akan marah kepada saya di mana saja, dan saat itulah saya mulai khawatir akan keselamatan saya,” ujar Sitora Yusufy, istri Omar Mateen seperti dilansir The Guardian, Senin (13/6/2016).

5. Polisi Amerika dua kali periksa Mateen dan hasilnya clear
Omar Mateen pada 2013 dan 2014 sempat diintegerogasi FBI terkait dua peristiwa teror yang melanda Amerika. Namun FBI ketika itu menganggap Mateen bukan ancaman sehingga dilepaskan dari tuduhan apapun. “Wawancara (interogasi) itu tidak mengarahkan pada kesimpulan Mateen akan menjadi ancaman di kemudian hari,” kata Asisten Agen Khusus FBI, Ronald Hopper seperti dikutip CNN, Senin (13/6/2016).

6. Pembantaian kaum gay dapat dukungan netizen
Netizen berharap kejadian memilukan itu menjadi pelajaran berharga dan peringatan bagi kaum gay alias homo untuk kembali ke jalan yang benar. “Mereka itu kaum sodom, wajib dibasmi. Tak ada tempat bagi kaum homo di muka bumi. Dalam Islam homo dan lesbi itu haram,” ucap Hasludin (32). Beberapa netizen juga heran karena penembakan di Orlando menjadi berita heboh di seluruh dunia. Sedangkan pembunuhan sadis ribuan umat Islam di Palestina dan Suriah sepi dari pemberitaan.

“Ini lagi rame berita penembakan klub gay yang menewaskan 50 orang.Heboh.Tapi kok di Palestin dan SUriah ribuan tewas BIASA AJA?#senin,” tulis seorang netizen.

Baca:   Cegah Perselisihan, Kunci Makam Yesus dipegang Keluarga Muslim

“Gay kena tembak ko sedih, heartbreaking konon. muslim kena bunuh kat Palestin, Syria ko buat2 buta. jilake ignorance!,” cuit akun @piaelewai.

“So beribu orang Palestin kena bunuh, kita kena sedih, 50 orang gay mati takpa sebab diorang gay?,” cuit akun @MondoCorp.

7. Obama kecam Omar Mateen
“Hari ini menandai penembakan yang paling banyak menewaskan orang dalam sejarah Amerika,” ujar Obama di Gedung Putih, Minggu (12/06/2016). “Ini adalah hari yang sangat memilukan bagi teman-teman kita yang lesbian, gay, biseksual atau transgender,” ucap Obama, seperti dikutp dari CNN, Senin (13/6/2016).

8. Polisi lumpuhkan Omar Mateen dengan mudah
Polisi memborbardir klub dengan peledak untuk mengalihkan konsentrasi Mateen sekaligus menyelamatkan 30 sandera yang bersembunyi di kamar mandi. Polisi akhirnya melumpuhkan Mateen setelah empat jam pengepungan dan baku-tembak.

9. Darah berceceran
Saksi mata, Jon Alamo mengaku sempat melihat pelaku memasuki klub dan mulai menembak. “Aku mendengar 20, 40, 50 tembakan,” kata Alamo yang saat itu berada di bagian belakang klub. “Musik pun berhenti,” lanjutnya. Sedangkan Christopher Hansen yang berada di VIP area menuturkan hal yang tak kalah mengerikan. “Aku melihat orang-orang tretembak. Aku melihat darah. Berdoa dan berharaplah kalian tidak tertembak,” katanya.

10. Penembakan paling brutal di Amerika sepanjang sejarah
Aksi Omar Mateen tercatat sebagai penembakan massal paling mematikan di AS. Polisi menyebut serangan yang terjadi pada pukul 02.00 itu sudah dirancang dan disiapkan secara baik.

11. Pola serangan ISIS?
Jika dilihat dari pola serangan yang dilakukan secara membabi buta tampak serangan Omar Mateen bukan seperti serangan membabi buta ala seorang yang depresi. Meski sejumlah kerabat dan keluarga menyatakan ia punya sakit kejiwaan.