15 Fakta Menyehatkan dibalik Hubungan Seks, Mau Tahu?

Hubungan seks

Berhubungan seks bukan hanya memberikan kepuasan secara batin, tapi berhubungan seks juga bisa memberi manfaat bagi kesehatan bagi tubuh. Salah satunya yakni membuat kulit jadi semakin bersinar. Selain itu, aktivitas seks juga bermanfaat dalam hal pembakaran kalori secara alamiah. Selain itu juga memberikan rasa tenang setelah orgasme. Tak hanya bermanfaat bagi fisik, tapi juga secara psikologis. Dikutip dari Liputan6.com, Minggu (22/5/2016), berikut ini sejumlah hasil penelitian yang mendukung pemikiran manfaat positif berhubungan seks:

1. Menurunkan Risiko Sakit Jantung
New England Research Institute di Massachusetts, AS melacak kegiatan seksual kaum pria berusia antara 40 dan 70 tahun. Dari hasil penemuan itu diketahui bahwa kaum adam yang terlibat dalam keintiman seks secara teratur (setidaknya 2 kali seminggu), mengalami penurunan risiko terkena kondisi jantung yang mengancam nyawa hingga 45 persen jika dibandingkan dengan mereka yang melakukan seks kurang dari sekali dalam sebulan.

Para peneliti mempertimbangkan faktor-faktor risiko lain, misalnya umur, berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Seks menurunkan risiko serangan jantung karena menyeimbangkan kadar testosteron dan estrogen dalam darah. Dalam penelitian lain, kaum pria yang melakukan seks setidaknya 2 kali dalam seminggu lebih kecil kemungkinannya, setidaknya 50 persen lebih kecil terkena serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang jarang melakukan aktivitas tersebut.

2. Mengatur Tekanan Darah
Peningkatan tekanan darah merupakan faktor risiko bagi penyakit arteri koroner, serangan jantung, sakit ginjal, dan stroke. Suatu penelitian yang diterbitkan dalam Biological Psychology mengungkapkan, bahwa seks secara teratur berkaitan dengan lebih rendahnya tekanan darah diastolik. Penelitian ini fokus pada orang yang tinggal bersama dengan pasangan seksual mereka.

Penelitian lanjutan menemukan adanya kaitan antara memberi dan menerima pelukan setiap hari, dengan penurunan tekanan darah pada kaum wanita. Jadi, seks dan pelukan panjang menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kesehatan.

3. Melindungi dari Kanker Payudara
Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa meremas payudara, sebagaimana lazimnya dilakukan dalam kegiatan seksual, terbukti menunjukkan perbaikan mutu sel-sel payudara dan mengurangi risiko kanker payudara.

4. Mengurangi Risiko Terkena Kanker Prostat
Laporan dalam Journal of the American Medical Association menyebutkan bahwa seringnya ejakuasi berkaitan dengan penurunan risiko kanker prostat total. Terlepas dari bagaimana sang pria mencapai klimaksnya, entah dengan senggama atau masturbasi. Bukan hanya itu, penelitian National Cancer Institute menunjukkan bahwa kaum pria yang mencapai ejakulasi melalui seks atau masturbasi setidaknya 5 kali dalam seminggu, lebih kecil kemungkinannya terkena kanker prostat.

5. Sangat menguatkan sistem kekebalan tubuh
Para peneliti di Wilkes University di negara bagian Pennsylvania mendapati bahwa seks sebanyak 1 atau 2 kali dalam seminggu selama musim dingin dapat meningkatkan sistem kekebalan dan mengurangi kemungkinan terkena pilek dan flu. Seks memberikan itu dengan cara meningkatkan kadar immunoglobulin A (IgA) yang bertugas mengikat organisme patologis yang menyerang tubuh manusia dan kemudian mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk membasmi organisme yang dimaksud.

Kedokteran timur sepakat dengan itu, dan mengkaitkan peningkatan sistem kekebalan dengan pandangan bahwa kaum wanita kebanyakan bersifat yin dan karenanya memerlukan serta mendapat manfaat dari sifat yang pada pasangan maskulinnya untuk menyeimbangkan tubuh mereka, dan demikian juga sebalikya dengan kaum pria.

Baca:   51 Obat Tradisional Yang Tidak Boleh dikonsumsi

6. Seks Adalah ‘Obat’ Tidur Terbaik
Selagi melakukan seks dan orgasme, tubuh menghasikan oksitosin yang membantu membuat santai dan memicu tidur nyenyak. Tidur yang sehat penting bagi semua aspek kesehatan karena proses regenerasi terjadi pada saat tidur.

7. Menjaga Kebugaran dan Membantu Menurunkan Berat Badan
Seks membakar kalori sebanyak orang berolahraga atau berjalan. Bukan hanya membakar kalori, tapi juga memperbaiki sirkulasi ke organ-organ panggul. Gerakan-gerakan dorongan sewaktu melakukan seks memberikan stimulasi kepada organ-organ reproduktif penting yang memang memerlukan keteraturan kontraksi dan pelepasan demi kesehatan organ-organ itu.

Aktivitas seks juga penting untuk membantu mengedarkan darah dan melepaskan racun melalui keringat, juga membantu pembentukan perut, bokong, dan kaki. Pun bisa melatih lengan dan bagian atas tubuh. Tidur teratur setelah seks akan membantu mengatur metabolisme sehingga membantu penurunan berat tubuh.

8. Mempercepat Penyembuhan Luka
Ada sejumlah bukti yang mengarahkan seks bisa membuat tubuh lebih bugar, sehingga membantu penyembuhan luka fisik lebih cepat. Beberapa eksperimen telah menunjukkan bahwa hormon oksitosin dapat membantu menghadapi luka yang membandel, seperti misalnya yang dialami oleh para penderita diabetes. Selain itu juga digadang-gadang mampu menyembuhkan dengan cara regenerasi sel-sel tertentu.

9. Tampak lebih Muda
Seks membuat kulit terlihat lebih baik karena meningkatkan DHEA, yaitu suatu hormon yang dicetuskan oleh kelenjar adrenal di mana bisa memberikan penampilan lebih muda pada kulit. Sejumlah penelitian di Denmark menunjukkan bahwa orang yang terlibat dalam kegiatan seks secara teratur, tampak jauh lebih muda daripada sesamanya yang kurang bercinta.

Para praktisi aliran Tao menganjurkan pria dan wanita untuk mengoleskan cairan ejakulasi pada kulit dan menelannya, untuk mendapat manfaat anti-penuaan. Mereka juga menilai seks membantu mencegah penyusutan sendi panggul melalui pemanfaatan otot-otot tersebut selama melakukan seks, sehingga menjaga kekuatan otot-otot pada vagina dan sendi panggulnya.

10. ‘Membunuh’ Stres
Penelitian oleh Yale University mendapati bahwa bercinta setiap hari mengarah kepada meningkatnya pertumbuhan sel di hippocampus, yaitu suatu bagian otak yang bertugas mengatur stres. Lebih banyak seks berarti menurunnya kadar kortisol, yang adalah hormon stres dalam tubuh. Dengan demikian, kita menjadi lebih tenang dan damai.

11. Mengurangi Rasa Sakit
Orgasme merupakan pembunuh kuat terhadap nyeri, karena hormon oksitosin yang dicetuskan oleh tubuh sebelum dan selama klimaks. Menurut penelitian oleh Beverly Whipple, pensiunan profesor di Rutgers University (di New Jersey) sekaligus ahli dan penulis seksologi terkenal, ketika seorang wanita melakukan masturbasi hingga mencapai orgasme, maka “ambang toleransi rasa sakit dan ambang deteksi rasa sakit sangat meningkat sebanyak 74,6 persen dan 106,7 persen.”

12. Melegakan Migrain
Suatu penelitian oleh Universitas Muenster di Jerman menunjukkan bahwa kegiatan seksual membuat para penderita migrain merasa lebih enak, baik sebagian ataupun seluruhnya. Para peneliti mengaitkannya dengan pelepasan hormon endorfin selama melakukan hubungan seks. Endorfin adalah zat alamiah pembunuh sakit.

Baca:   5 Efek Samping Minum Kopi Bagi Wanita

13. Membantu Penguasaan Emosi Diri
Pada 2013, Helen Hung membintangi film ‘The Sessions’ yang disutradarai oleh Ben Lewin, yang berkisah tentang ‘perwalian seks’, yaitu seorang ahli terapi yang melakukan seks dengan pasien untuk membantu pasien mengatasi masalah-masalah terkait kegiatan seksual. Memang terdengar seperti gagasan liar, namun ini bukan ide baru. Para praktisi Tantra menyembuhkan pria dan wanita menggunakan kegiatan seksual untuk mencapai migrain.

Menurut Psychology Today, “Kita merasa lebih senang, lebih hangat, lebib baik, dan mengalami hidup secara lebih berarti jika mencintai diri sendiri dan dicintai orang lain.” Merasakan penerimaan dan penguatan tentang diri sendiri melalui keintiman seksual membekas secara mendalam. Ketika kita mengalami cinta yang mendalam maka akan ada penerimaan tentang tubuh, jiwa dan raga, serta pujian spiritual atau bahkan sekedar kehadiran seorang manusia lain. Seks memiliki potensi untuk membawa luka terdalam dalam diri kita ke permukaan dan menyembuhkannya.

14. Membuat Pria Kurang Agresif
Ketika kaum pria berejakulasi, mereka menyeimbangkan kadar testosteronnya. Hal itu membuat kaum adam mengurangi ekspresi tingakan kekerasan dan emosionalnya. Ketika seorang pria sangat dicintai dan diterima dalam kegiatan seks, mereka mengalami manfaat mental dan emosional secara mencolok. Fenomena ini telah diteliti pada tikus. Ketika binatang itu disinari dengan cahaya, hal itu mengundang agresi dan mereka mulai menyerang segala sesuatu di sekitar mereka.

Namun demikian, ada satu hal yang dapat mencegah kekerasan ini, yaitu seks. Jika sang pejantan sedang menyetubuhi seekor betina, maka kilatan cahaya tadi hanya sedikit berdampak. Dengan kata lain, seks bisa membuat seseorang melihat dunia dengan lebih sedikit tindak kekerasan.

15. Memulihkan Penyakit Mental
Freud dikenal karena menjelaskan masalah-masalah yang timbul pada pria dan wanita ketika seksualitas mereka dihambat, misalnya dalam penyimpangan-penyimpanan nymphomania nervosa, dominatrix turbulentus, ecstasis frustratus, dan hysteria affectus. Belakangan disebut-sebut bahwa masturbasi atau seks dapat menyembuhkan gejala-gejala sakit mental tersebut.

Para dokter jaman kuno percaya bahwa seorang wanita bisa sangat sakit jika dikekang dari kegiatan seksnya, sehingga bahkan bisa mengarah kepada “mampatnya saluran kencing secara histeris”. Para istri dianjurkan untuk menikah lagi setelah kematian suami ataupun bercerai, supaya mereka tidak ‘haus’ seks. Bahkan ada peraturan yang diterbitkan pada masa Kaisar Agustus di jaman Romawi kuno, yang mewajibkan para janda untuk menikah lagi supaya bisa segera mendapat keturunan dari orang di luar keluarga dekatnya.

Kala itu, tentunya berbagai urusan jadi berfungsi lebih baik ketika semua orang memiliki teman tidur. Kaum wanita lebih berbahagia dan lebih ramah ketika mereka mendapatkan orgasme yang lebih dahsyat dan mendalam. Aktivitas itu juga menyingkapkan kesadaran lain di mana gagasan, solusi dan visi baru diraih dan dibagikan kepada dunia.