4 Aksi kemanusiaan ‘negara-negara kafir’ tampung pengungsi asal Suriah

negara-kafir-tampung-pengungsi

Setidaknya kurang lebih 800 ribu pencari suaka asal Suriah berinat untuk masuk Eropa terutama ke Jerman, Prancis, Spanyol dan beberapa negara Eropa lainnya. Arus ribuan pengungsi asal dari wilayah konflik di Timur Tengah menuju Eropa disebut-sebut yang terbesar sejak usainya Perang Dunia II. Agar semua pengungsi tidak berpusat di satu negara, Jerman dan Prancis mengajak 26 anggota Uni Eropa lainnya agar membagi rata jumlah pengungsi yang ditampung.

Namun Hungaria serta beberapa negara kecil lainnya menolak keras gagasan itu. Muncul sentimen negatif terkait agama gara-gara kedatangan para pengungsi. Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orba, termasuk yang menolak kehadiran imigran. Dia mengatakan wilayahnya akan terus sejahtera dengan identitas negara mayoritas Kristen, bila tak direcoki orang asing mencari perlindungan.

Istilah ‘kafir’, sebutan peyoratif untuk negara Eropa yang warganya mayoritas bukan muslim, ikut muncul di setiap diskusi jejaring sosial membahas isu Suriah. Konteksnya menyindir Liga Arab yang bersikap pasif atas ledakan pengungsi, menyisakan Turki menampung sendirian nyaris 2 juta orang pelarian dari Suriah. “Bagaimana bisa negara Eropa yang sering dianggap kafir punya tanggung jawab lebih besar merawat pengungsi dibanding negara mayoritas muslim?” tulis akun Facebook Komunitas Imigran Suriah di Denmark.

Di tengah pro-kontra soal kehadiran ribuan pengungsi, sebagian pemimpin maupun warga sipil mengedepankan nurani. Mereka mengutamakan keselamatan para imigran yang bertaruh nyawa untuk masuk ke Eropa. Seakan tidak peduli dengan protes dari kubu antiimigran, sosok-sosok yang masuk daftar ini terbukti mengutamakan kemanusiaan. Insiden tewasnya bocah tiga tahun di bibir pantai Turki pekan lalu menjadi penyulut bagi pembela HAM untuk mendesak setiap pemerintah menampung imigran.

Baca:   Ahok Keluar dari KPK Usai diperiksa 12 Jam dengan 50 Pertanyaan

Isu kemanusiaan lebih penting daripada ribut soal politik ataupun perbedaan agama. Berikut beberapa kebijakan inspiratif negara maupun politikus di Eropa demi menampung pengungsi asal Suriah, dilansir dari Merdeka.com, Selasa (8/9/2015):

1. 2 ribu warga Inggris tawarkan rumahnya tampung imigran
Lebih dari 2000 orang Inggris menawarkan rumahnya untuk dijadikan tempat singgah para pengungsi, sebagai sikap mereka menyikapi krisis imigran Timur Tengah belakangan ini. Zoe Fritz, seorang penggagas aksi tersebut telah membuat situs pendataan online untuk setiap orang yang berkeinginan memberikan sebuah tempat layaknya kepada para mereka yang melarikan diri akibat konflik, dan terharu karena gagasannya dibanjiri oleh respon yang positif.

“Saya membuat inisiatif ini setelah melihat tragedi yang mengejutkan kala para pengungsi mempertaruhkan nyawa mereka dengan menyebrangi samudera untuk dapat singgah ke dataran Eropa,” tutur Fritz yang seorang dokter berusia 39 tahun itu bekerja sebagai seorang konsultan di Rumah Sakit Universitas Cambridge, Inggris, seperti dikutip dari laman Mirror, Minggu (6/9/2015).

Ibu dua anak yang tinggal di Cambridgeshire mengakui bila hatinya bak tenggelam dalam hal ini, dan juga dalam pemberitaan yang kerap ditulis, dan sangat mengapresiasi atas kemurahan hati para orang yang melakukan hal tersebut. “Dari kita dengan jelas memili tempat untuk mereka, mungkin tidak cukup luas namun dapat mendirikan tenda di pantai atau manapun,” pungkasnya.

2. Perusahaan Eropa berlomba beri donasi ke pengungsi
Klub sepak bola dunia Bayern Munich dikabarkan menyumbang uang sebesar Rp 15,7 triliun buat bantu para imigran yang datang ke negaranya. Klub sepak bola Jerman ini bahkan akan mendirikan kemah pelatihan bagi para migran yang tiba di Munich. “Bayern melihatnya sebagai tanggung jawab sosial untuk bantu mereka. Kebanyakan dari mereka melarikan diri karena konflik, dan sebagian besar mereka adalah anak-anak dan perempuan,” ujar CEO Bayern Karl-Heinz Rummenigge, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (4/9/2015).

Baca:   Agar diterima di negara tujuan, puluhan ribu pengungsi Suriah pindah agama

Rummenigge mengatakan kemah pelatihan Bayern Munich akan dikhususkan untuk anak-anak. Selain itu, anak-anak tersebut akan diajarkan kelas bahasa Jerman. CEO Bayern Munich ini juga mengatakan akan membawa anak-anak migran mendampingi para pemain senior yang akan bertanding 12 September mendatang. Dan dia mengungkapkan, para pemain seniornya akan membagi hasil pendapatan mereka untuk bantu migran.

Bantuan juga diberikan Real Madrid. Raksasa sepakbola Spanyol itu mengumumkan bahwa mereka akan menyumbang 1 juta euro (sekitar Rp 15,7 miliar) untuk membantu para pengungsi Suriah

3. Suporter gelar pawai menyambut imigran
Kanselir Angela Merkel berjasa atas upaya penampungan 800 ribu pengungsi Suriah. Tapi bukan cuma dia yang berjasa. Tekanan warga sipil supaya Jerman membuka perbatasan bagi imigran tak kalah besar. Salah satunya dari kelompok suporter klub sepakbola. Elemen sipil paling awal menuntut imigran diizinkan masuk Jerman adalah kelompok pendukung fanatik Borussia Dortmund.

Klub sepakbola ternama di Bundesliga itu menggelar pawai massal menyambut kehadiran para imigran Suriah. Pawai ‘Selamat Datang di Dortmund’ dihelat setelah muncul selentingan kelompok anti-imigran ingin mengusir para pengungsi Suriah. Setidaknya 220 pengungsi diajak masuk ke stadion Signal Iduna Park cuma-cuma, untuk menikmati pertandingan. Kampanye menerima imigran ini digelar akhir pekan lalu, ketika Dortmund akhirnya menang 7-2 melawan klub tamu Odds Ballklubb asal Norwegia.

The Daily Telegraph melaporkan, Minggu (6/9/2015), langkah para suporter itu didukung sepenuhnya oleh manajemen Dortmund. Kampanye Dortmund membuat klub sepakbola Jerman lain ramai-ramai mendukung para imigran. Bahkan klub tak terlalu kaya seperti St. Pauli turut menggelar aksi penyambutan bagi imigran Suriah. “Pemandangan sepekan terakhir dari para suporter klub Jerman sangat menginspirasi. Semua pecinta sepakbola menyambut kedatangan imigran,” kata wartawan olahraga Inggris, Paul Kirby.

Baca:   Video: Badai pasir mengerikan melanda Arab Saudi, tanda-tanda kiamat?

Sikap toleran suporter klub sepakbola di Jerman, disulut oleh tradisi tim nasionalnya. Sejak satu dekade terakhir, timnas Der Panzer diisi oleh wajah-wajah imigran. Ambil contoh Sami Khedira (Tunisia), Mesut Oezil (Turki), atau duo Lukas Podolski dan Miroslav Klose (Polandia). Para pemain bintang sepakbola Jerman itu semuanya dari keluarga imigran.

4. Paus minta setiap gereja di Eropa tampung imigran
Seiring meningkatnya jumlah pengungsi Suriah mencari perlindungan di Eropa, Paus Fransiskus mengumumkan bahwa Tahta Suci berupaya menyediakan rumah singgah sementara di Vatikan. Supaya lebih efektif, Paus turut mengimbau setiap bgereja maupun kolese seantero Eropa bisa melakukan langkah serupa. Sri Paus mengatakan bila dua gereja di Vatikan, Basilika Santo Petrus dan Santa Anna, setidaknya bisa menampung sebanyak mungkin keluarga pengungsi.

“Menyikapi tragedi yang menimpa 10 ribu pengungsi yang melarikan diri dari ancaman kelaparan, kematian, dan perang, untuk bisa mendapat secercah harapan untuk hidup, ajaran agama (Injil) memanggil kita untuk bisa dekat dengan mereka kaum kecil dan terpisahkan,” kata Paus seperti dikutip dari situs cruxnow.com, Minggu (6/9/2015). Paus asal Argentina ini menyerukan kepada semua peziarah dan para turis untuk bisa berkumpul di Santo Petrus dalam seremoni mingguan Angelus, untuk mendoakan keselamatan para imigran.

loading...