4 Mitos konyol tentang seks yang banyak dipercayai orang

mitos-seks

Membicarakan tentang seks memang tidak ada ujungnya dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan suami-istri. Tak heran jika seks menjadi salah satu kunci harmonisnya sebuah keluarga. Hubungan seks yang sukses dan memuaskan semua pihak akan membuat rumah tangga jadi lebih bahagia dan juga harmonis disamping faktor lain seperti faktor ekonomi.

Namun, seks juga tak bisa lepas dari sejumlah mitos yang hingga kini masih terus dipercaya banyak pasangan. Banyak mitos-mitos yang dipercaya dan benar adanya, namun ada pula yang hanya kabar angin belaka. Lalu mitos-mitos apa saja yang sering beredar di masyarakat dunia? Simak selengkapnya dibawah ini, dikutip dari Metroterkini.com, Kamis 29/10/2015.

1. Ukuran Penis Pengaruhi Kepuasan
Isu yang satu ini memang paling sering dibahas. Banyak yang menganggap ukuran Mr. P yang besar dan panjang akan membuat hubungan seks terasa lebih nikmat dan bisa mencapai klimaks. Namun sebenarnya ini semua hanya mitos.

Sebenarnya, hanya 4 cm dari bagian depan liang Miss V yang dipenuhi dengan saraf dan reseptor untuk merasakan rangsangan dan orgasme. Sisanya, tidak terlalu banyak atau bisa dibilang tidak akan merasakan apa-apa. Jadi ukuran bukanlah hal terpenting yang bisa mempengaruhi kepuasan bercinta.

2. Makanan dan Obat Perangsang Pengaruhi Seks
Banyak saran dan juga tips-tips seks yang menyebutkan bahwa beberapa jenis makanan bisa mempengaruhi kehidupan seks seseorang agar bisa jadi bergairah. Lalu apakah mitos ini benar adanya? Well, bisa dibilang semua makanan dan juga obat perangsang itu manjur karena adanya sugesti. Dengan sugesti yang tertanam dalam diri maka kamu dan suami bisa merasakan libido yang memuncak.

3. Lelaki Lebih Sering Memikirkan Seks
Banyak yang menyebutkan bahwa lelaki akan lebih sering memikirkan seks daripada wanita. Ini menimbulkan sugesti bahwa lelaki lebih punya pikiran ‘kotor’ dibanding wanita. Lalu apakah fakta sebenarnya? Seks adalah kebutuhan pria dan juga wanita. Keduanya sama-sama membutuhkannya terutama yang sudah dewasa.

Jadi, tidak benar kalau lelaki lebih sering memikirkan seks dibanding wanita. Saat mencapai usia di mana organ reproduksinya telah matang, wanita juga mulai berpikir tentang seks. Bahkan banyak wanita yang tidak malu mengambil inisiatif untuk bercinta. Keduanya sama-sama membutuhkan seks dalam kehidupannya.

4. Semua Wanita Punya G-Spot
G-Spot memang tetap menjadi perdebatan hingga sekarang. Banyak yang mencari-cari G-Spot wanita. Padahal sebenarnya G-spot tidaklah selalu titik yang erotis. Masih banyak bagian titik erotis lain yang bisa dirangsang dan membuatmu dan pasangan lebih puas saat berhubungan intim.

loading...