4 Orang Ini disuntik Mati, Alasannya Benar-Benar Bikin Geger Dunia

suntik-mati

Saat ini suntik mati merupakan tindakan masih dianggap ilegal di semua negara. Jika pun dilakukan, harus dengan alasan yang benar-benar mendesak dan juga harus mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak berwenang. Selain itu, aksi suntik mati yang dilakukan para medis ini dilakukan sesuai dengan aturan hukum medis yang berlaku misalnya permintaan pasien.

Akan tetapi, semakin banyaknya oknum-oknum tak bertanggung jawab di dunia ini membuat aksi suntik mati dijadikan sebagai tindak kejahatan. Dan sepanjang tahun ini , banyak sekali orang-orang yang bikin geger dunia akibat aksi suntik mati. Kehebohan suntik mati yang dilakukan sejumlah orang ini juga ada alasan tersendiri. Seperti yang dilansir dari merdeka.com, inilah dia 4 orang yang disuntik mati dan alasannya bikin geger dunia. Mari simak bersama dibawah ini:

1. Kerap bikin jengkel, perawat Italia suntik mati 38 pasien
Aksi kejahatan yang dilakukan oleh seorang perawat asal Italia bernama Daniela Poggiali kini sedang dalam penyelidikan kepolisian. Di laporkan jika Daniela telah membunuh 38 pasien dengan cara menyuntikan potassium dosis mematikan secara suntik mati. Aksi pembunuhan suntik mati yang dilakukan Daniela itupun langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Dalam laporannya, Kantor berita Central European mengatakan jika perawat berusia 42 tahun itu dituding menyuntik pasien-pasien dengan potassium dosis tinggi sebab mereka atau keluarga mereka kerap membuatnya jengkel. Koran Italia Libero Quotidiano menyatakan, seorang staf rumah sakit mengatakan Poggiali pernah meminta dia dipotret di samping pasien baru meninggal.

Baca:   Ibu Ini Tikam Tiga Putrinya Untuk Ketemu Tuhan

Bukti kuat untuk membuat Daniela mendapatkan hukuman juga diperkuat dengan adanya pemeriksaan jika ada kadar potassium tinggi dalam aliran darah para korban. Namun jaksa mengakui ada kesulitan buat menjalankan penyelidikan ini karena potassium bisa menghilang dari aliran darah setelah beberapa hari.

2. Menderita penyakit langka, gadis cantik minta suntik mati
Seorang gadis bernama Valentina Maureria, 14 tahun asal Chile ini menjadi salah satu gadis yang memilih untuk melakukan suntik mati karena sudah tak mampu untuk menderita penyakit langka. Menurut keterangannya , Valentina mengidap cystic fibrosis, penyakit langka yang merusak fungsi paru-paru dan pencernaan. Kakak lelakinya sudah meninggal karena penyakit yang sama.

Dan tekad untuk mengakhiri hidup pun telah bulat. Apalagi ketika dokter memvonisnya paling lama hidup tiga setengah tahun lagi, Valentina pun minta pemerintah Chile mengizinkannya disuntik mati. “Saya lelah dengan penyakit ini. Tolong pemerintah mengizinkan pemberian suntikan sehingga saya bisa tidur tenang selamanya,” kata Valentina dalam video yang viral di Youtube.

3. Orientasi seks menyimpang, paedofil Belgia minta disuntik mati
Seorang pra asal Belgia ini juga pernah membuat geger publik setelah dirinya memilih untuk suntik mati. Pria dengan nama samaran Sebastien ini merasa tertekan akibat memiliki orientasi seks menyimpang, karena tertarik pada pemuda dan remaja laki-laki.

“Seperti penderitaan permanen, saya merasa dipenjara dalam tubuh sendiri. Saya tidal bisa keluar, selalu merasa malu, lelah, tertarik pada orang yang tak seharusnya. Semua ini kebalikan dari apa yang sebenarnya saya inginkan,” ucapnya.

Baca:   Sadis, Perempuan Kanibal Coba Makan Bayinya Yang Baru Lahir

Hingga pada akhirnya, hukum di Belgia sejak 2012, melegalkan suntik mati atau eutanasia kepada orang dengan kasus ‘penderitaan fisik atau mental yang tak tertahankan’. Sementara untuk masalah kejiwaan, dibutuhkan persetujuan khusus daru tiga dokter.

4. Akibat mutasi gen aneh, Belgia suntik mati remaja 17 tahun
Seorang warga Belgia mengaku memilih untuk melakukan suntik mati karena menderita mutasi gen aneh. Warga 17 tahun yang dirahasiakan identitasnya ini meminta kepada pemerintah untuk melegalkan suntik mati.

Namun sesuai peraturan yang ada di Belgia, permintaan suntik mati akan dikabulkan jika pasien memiliki alasan yang sekiranya mendesak, seperti halnya sakit parah, secara sadar dapat memutuskan sesuatu untuk dirinya sendiri, dan sudah dikonsultasikan dengan psikolog.

Sementara itu, remaja yang telah menderita penyakit mutasi gen langka yang mengerikan itupun telah melakukan konsultasi dengan pihak medis dan secara hukum keinginannya untuk meninggal dunia sesegera mungkin sudah dinyatakan legal.

Menurut kami penting untuk membiarkan masyarakat memiliki peluang memutuskan bagi diri mereka sendiri dengan cara seperti apa mereka ingin menyikapi situasi yang mereka hadapi, ujar Senator Jean-Jacques de Gucht.

Leave your vote

points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…