4 Permintaan Terakhir Freddy Budiman Sebelum dieksekusi Mati

Freddy-Budiman

Freddy Budiman, salah satu dari 4 gembong narkoba yang baru saja menjalani eksekusi mati di Nusakambangan pada 29 Juli 2016 punya sejumlah permintaan sebelum dieksekusi mati. Beberapa permintaan yang disampaikan oleh pria kelahiran 18 Juli tahun 1977 adalah meminta didoakan oleh anak yatim dan juga meminta kepada keluarganya agar tidak menangisi kematiannya.

Freddy merupakan terpidana mati pertama yang dieksekusi. Ini setelah permohonan Peninjauan Kembali (PK) ditolak oleh Mahkamah Agung. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Freddy mengutarakan wasiat. Di antara pesan-pesan terakhirnya tersebut ada yang menyentuh hati. Dilansir dari Merdeka, berikut ini sejumlah permintaan Freddy Budiman:

1. Ingin didoakan anak yatim
Kepada Jaksa Agung M Prasetyo, Freddy Budiman meminta langsung agar dirinya didoakan oleh anak yatim ketika dirinya sudah di eksekusi mati. “Freddy minta dimakamkan di Surabaya dan dia minta dikumpulkan anak yatim untuk mendoakan,” katanya, Jumat (29/7/2016).

Baca:   Andy Wahyudi: Rian Terus Mengajak Saya Berhubungan Intim

2.Berpesan kematiannya jangan ditangisi
Selain permintaan didokan oleh anak yatim, Freddy Budiman juga punya permintaan lain. Dirinya meminta kepada keluarganya agar kematiannya di tangan regu tembak tidak ditangisi. “Dia meminta kepada semua kerabat dekat maupun keluarganya, agar kematiannya direlakan dan tidak ditangisi. Agar masuk surga,” kata pria yang usianya diperkirakan 45 tahun tersebut.

Pria ini juga mengaku kalau sebelum menjalani eksekusi mati, Freddy telah menyampaikan kepada orang tua bahwa dirinya sudah bisa mengaji membaca Alquran. “Dia (Freddy Budiman) sudah khatam dua kali membaca Alquran. Hal itu dilakukan sebelum dieksekusi, semua keinginannya terkabul,” ucapnya yang menirukan perkataan orang tua Freddy Budiman.

3. Minta dimakamkan di Surabaya
Sebelum dieksekusi mati, Freddy berpesan agar dimakamkan di Surabaya yang tak lain adalah kota kelahirannya. “Pesan terakhir beliau adalah meminta agar dimakamkan di Surabaya. Karena kan dia kelahiran Surabaya,” kata pengacara Freddy, Untung Sunaryo, Rabu (27/7/2016).

Baca:   Rahasia Jasad Freddy Budiman Putih Bersih Usai dieksekusi Mati

4. Berpesan agar saudaranya hidup rukun
Sebelum meninggal, Freddy berpesan kepada saudaranya, seperti Epin, Eko Subagiyo, Joni Suherman agar melakukan perbuatan baik tidak melakukan kejahatan dalam bentuk apapun. Sebab almarhum Freddy Budiman selama menjadi penghuni Lapas Nusakambangan, tidak pernah bertemu dengan saudaranya, hanya orang tua yang sering menjenguk.

“Katanya sih pingin bertemu, tapi saudaranya banyak kesibukan. Dan pesannya itu selalu, keluarganya dan saudaranya agar hidup rukun dan jangan bertengkar juga berbuat baik pada semua orang,” terang salah seorang kerabat yang enggan disebutkan namanya, Jumat (29/7/2016).