4 Sindiran Halus Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ke Ahok

Sandiaga-Uno

Salah satu bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno terus bikin panas suasana jelang Pilgub DKI 2017. Belakangan ini, Sandiaga mulai gencar menyerang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Salah satunya mengenai cara Ahok menanggulangi kemacetan di DKI Jakarta yang hingga kini dinilainya tidak ada perubahan. Pengusaha muda ini mengaku punya satu diantara banyak solusi untuk mengatasi kemacetan Ibu Kota.

Solusi yang dimaksud Sandiaga adalah dengan membuat asrama siswa di sekolah-sekolah yang ada di Jakarta. “Gubernur Basuki mungkin bisa mencoba, ini idenya dari Yusuf Mansyur. Sekolah dijadikan asrama juga dengan tempat tidur, coba dulu satu sekolah, selesai apa enggak masalah kemacetan,” kata Sandi di Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2016). Serangan juga datang Sahabat Sandiaga Uno yang menilai perilaku Ahok yang kerap ngomong kasar di depan publik.

Hal itu terjadi dalam kegiatan Car Free Day (CFD) Minggu (11/10/2015). Sahabat Sandiaga Uno terang-terangan menyerang perilaku Ahok yang kerap ngomong kasar di depan publik. “Ini hanya gerakan moral saja, untuk menyadarkan kembali masyarakat tentang aksi santun. Kita punya contoh, misalnya santun itu antikorupsi. Sebetulnya jiwa santun itu adalah aktualisasi jiwa yang luas, bukan hanya senyum sapa, tapi suka menolong yang saat ini sudah mulai luntur,” kata Koordinator aksi, Rezza Artha.

Dilansir dari Merdeka.com, berikut ini setidaknya ada 4 sentilan halus Sandiaga Uno ke Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama jelang Pilgub DKI Jakarta 2017. Berikut rangkuman selengkapnya:

1. Sandiaga Uno mengaku beli souvenir Ahok karena kasihan
Bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyambangi posko ‘Teman Ahok’ yang berada di Senayan City, Selasa (24/5/2016) kemarin. Sandiaga mengaku kasihan melihat posko ‘Teman Ahok’ tersebut sepi pengunjung karenanya dia datang untung membeli baju kaos ‘Teman Ahok’.

“Kasihan soalnya sepi. Jadi enggak ada yang beli. Kasihan itu yang jaga, saya bilang ‘ini jualan berapa sejak pagi? Sepi pak’. Jadi saya beli saja satu, kasihan. Buat kang Yusril (Ihza Mahendra) mungkin,” katanya bercanda, di kediaman orangtuanya, Jalan Tirtayasa II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2016). Selain itu, dirinya membantah didekati sejumlah orang dari Teman Ahok. Dia juga menegaskan kalau tak pernah diminta untuk menjadi calon wakil Ahok di Pilgub DKI mendatang.

Baca:   Ahok Tantang Donatur Warga Eks Luar Batang Pasang Tenda Sekalian AC

“Saya pastikan tak ada (pendekatan). Diminta pun tak pernah,” tegasnya. Dalam kunjungannya kemarin, dia hanya membeli sejumlah souvenir yang ada. Alasannya bukan untuk mendukung Ahok, lantaran semata-mata karena dirinya cinta UKM. “Kami juga buat relawan kok. Sembilan Garuda yang memang bertugas untuk menyosialisasikan program saya,” pungkasnya.

2. Sandiaga senang putrinya batal dukung Ahok karena kasus reklamasi
Sandiaga Uno mengatakan, bahwa putrinya sempat mendukung petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk maju kembali dalam Pilihan Gubernur (Pilgub) yang akan datang. Namun, Sandiaga lega akhirnya putrinya mendukung dia. “Awalnya iya (dukung Ahok), awalnya simpati mungkin. Kan dia jadi pilih pemula, ternyata berubah pikiran alhamdulillah dua minggu lalu, karena kasus reklamasi,” kata Sandiaga Uno kepada merdeka.com di kantor DPD Partai Demokrat, di Jl. Pemuda Raya, Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (21/5/2016).

Dia pun melanjutkan, bahwa setelah melihat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan kepada publik mengenai reklamasi yang dapat merusak lingkungan, putri keduanya tersebut langsung mendukung sang ayah. “Dia melihat bahwa waktu Bu Susi statement ke publik bahwa reklamasi itu merusak lingkungan, dia bertanya pada saya tentang pandangan reklamasi ‘papah gimana tentang pandangan reklamasi?'” kata Sandiaga.

“Saya bilang kalau itu merusak lingkungan saya nggak mendukung (reklamasi) dan alhamdulillah sekarang dia bilang ‘yaudah deh dukung papah’, ibunya seneng banget,” tutur Sandiaga Uno sambil menirukan gaya bicara sang putri.

Baca:   Lawan Terberat Ahok di Pilkada DKI Bukan Risma atau Sandiaga Uno, Tapi Orang Ini!

3. Sandiaga sarankan Ahok bangun asrama siswa
Macet masih menjadi persoalan utama Ibu Kota Jakarta. Dalam perhelatan jelang Pilgub DKI Jakarta 2017, kemacetan masih menjadi isu ampuh bagi calon gubernur untuk meraih simpati warga. Bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku punya satu di antara banyak solusi untuk mengatasi kemacetan Ibu Kota. Solusi yang dimaksud Sandiaga adalah dengan membuat asrama siswa di sekolah-sekolah yang ada di Jakarta.

“Gubernur Basuki mungkin bisa mencoba, ini idenya dari Yusuf Mansyur. Sekolah dijadikan asrama juga dengan tempat tidur, coba dulu satu sekolah, selesai apa enggak masalah kemacetan,” kata Sandi di Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2016). Dia mengaku ide membangun asrama siswa berasal dari Ustaz Yusuf Mansyur. Menurutnya, saat pulang sekolah biasanya terjadi peningkatan volume kendaraan di ruas-ruas jalan.

Oleh karena itu, dia menyarankan Ahok untuk mencoba membangun satu asrama dulu di satu kelurahan. “Saya pernah bicara dengan Ustaz Yusuf Mansyur. Idenya bagus, saya usul untuk diterapkan di satu kelurahan,” terangnya.

4.Sandiaga Uno sebut PAN tak akan dukung Ahok di Pilgub DKI
Sandiaga Uno mengatakan, Partai Amanat Nasional (PAN) tidak akan mendukung calon yang maju dari jalur independen. Menurutnya, PAN hanya akan mendukung bakal calon gubernur yang diusung partai politik. “Terakhir PAN, mereka menyampaikan tidak akan mendukung calon independen dan melirik calon yang didukung partai politik dan partai koalisi,” kata di Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2016).

Sandiaga mengklaim, PAN mulai tertarik melirik dirinya karena persamaan persepsi dalam membangun Jakarta. Lebih lanjut, dia juga mengaku telah intensif melakukan komunikasi dan mengirimkan formulir kepada partai pimpinan Zulkifli Hasan itu. “Jadi PAN tertarik dengan pola pandang kita, kita sudah bicara sudah ada verifikasi, kita akan tindak lanjutan minggu depan,” jelasnya.