5 Fakta Menarik 10 Pemuda Lakukan Penistaan Agama

penistaan agama

Penistaan agama kembali terjadi yang dilakukan oleh 10 pemuda asal Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Aksi ke 10 pemuda itu pun sempat bikin geger publik beberapa waktu lalu. Mereka bersama-sama berpose bak orang salat. Namun beberapa di antaranya malah bergaya melecehkan, dilansir JPNN.

Parahnya, foto-foto itu mereka upload di media sosial facebook. Tak menunggu lama, publik pun langsung mengecam ulah mereka. Para ulama dan tokoh masyarakat di Pulau Madura pun geram. Hingga akhirnya, mereka pun ditangkap dan disumpah di Pondok Pesantren Miftahun Ulum di depan kiai, tokoh agama dan aparat. Berikut beberapa fakta menarik di balik penistaan agama yang dilakukan 10 pemuda asal Sampang, Jawa Timur:

Baca:   Kabar Duka, Intan Olivia Bocah Dua Tahun Korban Bom Gereja di Samarinda Meninggal

1. Berpose melecehkan umat salat
Mereka mengupload foto sedang berjejer layaknya orang salat berjamaah. Namun yang membuat netizen tersinggung, dalam foto itu saat bersujud ada seorang remaja telanjang dada di belakang pantat sang imam. Adegan itu mirip orang sedang berhubungan intim. Belum lagi di antara mereka ada yang bersujud dengan posisi pantat membelakangi kiblat. Tenta saja foto itu dianggap menistakan agama Islam.

2. Identitas para pemuda yang dituding melecehkan agama
Dari data yang dihimpun Radar Madura, kesepuluh pemuda itu adalah Rusdiyant, 17; Sulhan, 17; Mahsus, 20; Umam, 16; Aliyanto, 16; Umam, 17. Mereka adalah warha Desa Karang Penang Oloh. Selain itu, Fauzan, 18 dan Hendri, 18 adalah warga Desa Poreh, Kecamatan Karang Penang. Kemudian Halili, 19 warga Desa Karang Penang Onjur. Terakhir adalah Rizal, 18, warga Desa Karang Penang.

Baca:   Bus Pengangkut Rombongan Pendemo 4 November Alami Kecelakaan di Tol Cipali, Satu Orang Tewas

3. Tujuan pengambilan sumpah pada sepuluh pemuda
Sebelum disumpah di Pondok Pesantren Miftahun Ulum, Rabu (6/7/2016) mereka diberi tausiyah oleh KH Achmad Fauzan Zaini. Mereka juga diminta untuk menandatangani surat pernyataan bermaterai. Isinya tidak akan mengulangi perbuatannya. “Kami berikan pembinaan dan sumpah supaya mereka tidak mengulangi lagi. Kalau dilihat dari mukanya mereka jera,” kata KH Achmad Zaini.

Baca:   Hati-hati, ditemukan anak ular dalam botol air kemasan

4. Lokasi pengambilan gambar
Nah, menurut Sulhan, salah satu pemuda yang dianggap menistakan agama itu, lokasi pengambilan foto di sekitar Bendungan Nepa. Mereka bersama-sama melakukan hal tersebut pada Sabtu (2/7/2016).

5. Alasan berpose melecehkan
Kepada Jawa Pos Radar Madura, Sulhan, salah satu pemuda itu mengaku sangat menyesal. Pernyataan kapok pun keluar dari mulutnya. “Kami hanya iseng. Tidak ada niat apapun. Kami berjanji tidak akan mengulangi kembali,” kata Sulhan.

loading...