5 Fakta Terbaru dibalik Pembunuhan Angeline

pembunuah angeline

Pembunuhan bocah Angeline masih menyisahkan banyak misteri dan juga pertanyaan. Hingga saat ini, polisi masih terus mencari bukti-bukti baru mengenai kematian bocah 8 tahun itu di rumah ibu angkatnya di Bali. Ditengah pengumpulan bukti-bukti oleh polisi, kini terungkap sejumlah fakta baru, salah satunya mengenai pemberian nama Angeline itu sendiri.

Selain itu, ada fakta-fakta lain seperti kisah tentang bambu dan makanan ayam di makam Angeline. Dan juga vitamin yang kerap diberikan ibunda kepada putri angkatnya, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 25 Juni 2015. Selengkapnya bisa kamu simak dibawah ini.

1. Angeline Nama Nenek Angkat
Pada pemeriksaan lalu, Margriet, ibu angkat Angeline sempat dicecar 47 pertanyaan oleh penyidik kepolisian. Salah satu pertanyaan terkait alasan pemberian nama Angeline. Ternyata, Angeline adalah nama dari ibu kandung Margriet. Hal ini diungkapkan oleh Posko Simbolon, pengacara Margriet.

“Klien kami menjawab pertanyaan penyidik, kenapa dirinya memberi nama Angeline. Karena, pada saat pengangkatan anak dari bidan belum ada nama, maka klien kami menggunakan nama ibu kandungnya, Angeline, dan nama lengkapnya untuk nama belakang Angeline,” kata Posko usai mendampingi Margriet di Mapolda Bali, Senin 22 Juni 2015 malam.

Baca:   Mengadu Dikriminalisasi, Denny Indrayana dimarahi Jusuf Kalla

“Nama Angeline Margriet Magawe itu diambil dari nama ibu kandung klien kami dan nama lengkap klien kami,” imbuh Posko.

2. Vitamin
Keterangan sejumlah saksi yang menyebut dirinya telah menyiksa dan menelantarkan anak angkatnya, Angeline, tak diterima oleh Margriet. Wanita yang memiliki 2 anak kandung itu tetap membantah telah menyiksa dan menelantarkan Angeline. 3 saksi telah disiapkan untuk membantah pernyataan saksi lain dan meringankan hukuman Margriet.

Pengacara Margriet yang lain, Jefri Kam, menyatakan wanita asal Bekasi, Jawa Barat itu membesarkan Angeline dengan kasih sayang. Bahkan tak jarang memberikan vitamin kepada putri angkatnya itu.

“Klien kami menganggap Angeline seperti anaknya sendiri. Memberikan pendidikan dan kasih sayang sama seperti anak kandungnya. Bahkan memberi vitamin saat Angeline tidak nafsu makan,” kata Jefri pada 23 Juni 2015.

3. Bambu dan Makanan Ayam
Pengacara Hotman Paris Hutapea yang kini ditunjuk sebagai penasihat hukum tersangka kasus pembunuhan Angeline, Agustinus Tae Mandamai, berusaha membuktikan ada pelaku lain selain kliennya. Dia mengatakan, pada16 Mei 2015, saat Angeline diduga dibunuh dan dilaporkan hilang, mayat bocah itu dimasukkan ke lubang yang berada di kediaman ibu angkatnya. Lubang itu, kata dia, lalu ditimbun tanah dan ditutupi dengan belahan bambu.

Baca:   Masuk Roda Pesawat, Begini Kondisi Mario Setelah Terbang 1 Jam diatas Ketinggian 34 Ribu Kaki

Ada pula makanan ayam yang ikut dibaurkan di atas kuburan itu. “Agus mengaku lubang tersebut sebelumnya sudah ada, artinya majikan tahu ada lubang tersebut. Tanggal 16 Mei 2015 mayat dimasukkan ke lubang ditimbun tanah dan ditutupi belahan bambu. Artinya majikan tahu bahwa lubang tersebut telah ditimbun tanah dan ditutupi bambu dan ditimbun makanan ayam di atasnya,” beber Hotman.

“Penimbunan lubang tersebut yang diduga kuat diketahui oleh majikannya merupakan bukti petunjuk untuk menetapkan tersangka baru,” imbuh pengacara nyentrik itu.

4. Sampel Darah
Semua saksi, mulai dari anak-anak Margriet sampai orang yang mengontrak di rumah ibu angkat Angeline tersebut bakal diambil dan diperiksa darahnya. Pengambilan sampel darah ini terkait temuan bercak darah oleh Inafis di rumah Margriet beberapa waktu lalu. Nantinya sampel-sampel darah itu akan dicocokkan dengan temuan darah di TKP. Seperti diungkapkan pengacara Margriet Megawe dan kedua anaknya, Jefri Kam.

Baca:   Hasil Tes Kejiwaan, Ibu Angkat Angeline Ternyata Psikopat

“Karena ada temuan Inafis, ada bercak darah di rumah ibu Margriet. Yvonne hari ini diambil sampel darahnya untuk dicocokkan,” Kata Jepri di Mapolda Bali pada 23 Juni 2015. “Semua saksi akan diambil sampel darahnya,” ucap dia.

5. Bukti Lain
Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie mengungkapkan, ada kemungkinan jajarannya menetapkan tersangka lain pembunuhan Angeline selain Agus. Kepolisian hanya tinggal mengumpulkan 1 bukti lain. Ronny mengatakan, untuk menetapkan tersangka lain dalam kasus pembunuhan Angeline, penyidik harus mengantongi 2 alat bukti. Satu bukti telah didapatkan, dan kini polisi tengah berupaya mendapatkan bukti kedua.

“Selangkah lagi penyidik mendapatkan 1 lagi alat bukti untuk menetapkan tersangka lain yang terlibat dalam pembunuhan Angeline,” ucap Ronny, 23 Juni 2015.

loading...