5 Jenis batu akik yang akan terus diburu kolektor di tahun 2016

batuk-akik-sintetis

Tren batu akik belakangan ini terus mengalami grafik penurunan, namun bukan berarti tidak ada lagi yang mencari batu akik. Bagi para pencinta batu akik, tidak perduli mau lagi tren atau tidak, itu tidak jadi soal. Bagi mereka yang tahu betul kualitas batu akik, terutama jenis permata, tidak akan pernah bosan untuk terus berburu batu akik berkualitas. Meskipun harganya mahal jika batu akik tersebut bagus, maka itu tidak jadi soal, yang penting batin terpuaskan. Nah, berdasarkan data yang dihimpun dari Okezone.com, setidaknya ada 5 jenis batu akik yang akan terus diburu oleh para kolektor dan juga penggemar batu akik di seluruh Indonesia maupun dari luar negeri di tahun 2016.

1. Batu Bacan
Pamor batu bacan sepertinya belum tamat. Ya, batu akik asli Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara itu masih banyak diburu oleh kolektor dan pecinta batu akik. Selain memiliki warna hijau khas yang cantik, batu yang dijuluki “batu hidup” ini juga dipercaya bermanfaat bagi kekebalan tubuh dari berbagai jenis penyakit. Jenis batu bacan paling populer ada dua macam yakni bacan doko dan bacan palamea. Keduanya terus menjadi incaran penghobi maupun kolektor. Perbedaan antara batu bacan doko dengan bacan palamea ialah terletak pada warnanya.

Jika bacan doko memiliki warna hijau gelap, bacan jenis palamea justru memiliki warna hijau kebiruan. Harga batu bacan yang pertama kali ditemukan di Desa Doko, Pulau Kasiruta, Halmahera Selatan ini sendiri cukup bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Baca:   Batu akik bulu macan masuk kategori Natural Tiger Glass

2. Amethyst (Kecubung)
Batu amethyst atau batu kecubung merupakan jenis permata yang juga banyak diminati para penghobi batu akik. Warna khas ungu nan cantik pada batu tersebut membuat siapapun yang memandangnya bakal tertarik untuk memilikinya. Batu kecubung sendiri paling banyak ditemukan di Brazil dan Kalimantan, Indonesia. Konon, batu akik yang dibanderol paling murah seharga ratusan ribu rupiah itu kualitas terbaiknya ada di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Batu kecubung dipercaya dapat berkhasiat sebagai batu pembawa keberuntungan, pengasihan hingga penawar racun.

3. Fire Opal
Batu akik fire opal yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah hingga kini masih menjadi favorit perburuan para pecinta batu akik. Keindahan batu dengan warna mirip api menyala ini banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Tirtomoyo tepatnya di wilayah atau bukit Manggal dan wilayah Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Material penyusun batu fire opal sendiri terdiri atas silika dan H2O dengan level kekerasan batu antara 5,2 sampai dengan 5,7 skala mohs. Harga batu fire opal dengan kualitas terbaik (grade A) bisa dibanderol hingga puluhan juta rupiah.

Baca:   Ini dia batu akik yang pamornya lagi naik daun

4. Giok Sojol
Satu lagi batu akik yang cukup populer dan paling dicari ialah batu giok sojol. Batu mulia ini berasal dari Palu, tepatnya di Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng). Batu dengan warna hijau yang khas sebagaimana giok pada umumnya memiliki keunikan tersendiri. Selain warna hijau, batu giok sojol ada juga yang berwarha hitam. Batu ini konon dipercaya berkhasiat meningkatkan stamina, kekuatan, hingga dapat mengobati berbagai macam penyakit. Adapun soal harga, batu giok sojol untuk ukuran sedang biasanya berkisar Rp300-500 ribu. Sedangkan batu untuk ukuran besar (big size) bisa mencapai jutaan rupiah.

5. Red Baron
Batu akik selanjutnya yang tak kalah cantik ialah batu red baron. Batu dari jenis chalcedony ini paling banyak ditemukan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Warna merah mengkilap menjadi ciri khas batu yang memiliki tingkat kekerasan enam skala mohs ini. Selain keindahan yang dimilikinya, batu red baron juga memiliki berbagai khasiat di antaranya bisa dijadikan terapi kesehatan melancarkan peredaran darah, menurunkan stres dan memberi ketenangan hati. Batu red baron termahal pernah laku hingga Rp150 juta dalam sebuah lelang pameran batu akik nusantara.