5 Kisah orang yang kehidupannya “gila irit”

Jonathan-Davey

Semakin mahalnya biaya hidup membuat sebagian orang dengan penghasilan pas-pasan harus berpikir keras agar bisa memiliki tempat tinggal. Jika tidak, maka impian atau keinginan untuk memiliki rumah yang layak dengan dua kamar, dapur dan kamar mandi mau tidak mau harus dilupakan. Namun, bagi 5 orang ini, tidak memiliki rumah bukan berarti dunia jadi kiamat. Diluar dugaan, mereka bisa hidup dengan cara irit yang tidak pernah terpikirkan oleh kebanyakan orang.

Dikutip dari Liputan6.com, inilah orang-orang yang memiliki cara unik untuk hidup irit tanpa harus memiliki rumah atau apartemen dengan biaya mahal.

1. Leoni Muller
Leoni Muller, seorang mahasiswa asal Jerman berusia 23 tahun, merasa muak dengan harga sewa kamar dan pemilik bangunan tempat tinggal sebelumnya. Ia merasa uang sewa kamar sebesar 285 poundsterling (Rp 6,3 juta) terlalu besar. Solusinya? Muller membeli tiket kereta terusan, sehingga ia ada di kereta dari pagi sampai malam. Secara teknis ia tinggal di dalam kereta.

Ia membeli tiket terusan BahnCard 100. Biaya per bulan menghabiskan hanya 241 poundsterling (5,3 juta). Selain itu, menurutnya tinggal di kereta punya kesenangan tersendiri.

“Saya membaca, menulis, bisa melihat ke luar jendela menikmati pemandangan, dan saya selalu bertemu dengan orang-orang yang menyenangkan. Selalu ada hal yang bisa dilakukan di kereta api,” ungkap Muller pada News.com.au. Sampai April tahun 2016, waktunya lulus kuliah, Muller memutuskan terus menjadi ‘tunawisma’. Ia pun merangkum pengalaman tinggal di kereta dalam blog pribadinya.

Baca:   Cerita Suami Relakan Istri Digarap Pembantu Karena Terlalu Cinta, Bagaimana Bisa?

2. Jonathan Davey
Harga sewa tempat tinggal di Polandia dan Inggris terpaut jauh, hingga Rp 18,8 juta. Hal inilah yang membuat Jonathan Davey, mahasiswa Inggris memilih tinggal di Polandia, walau ia merupakan murid di Universitas Luton di Inggris. Dibandingkan dengan tinggal di kamar sewaan di Inggris, yang mencapai 880 poundsterling (Rp 19,5 juta) per bulan, biaya transportasi ke kampus sekaligus tempat tinggal di Polandia hanya 175 poundsterling (Rp 3,9 juta).

Dikutip dari Independent, setiap hari Rabu, Davey berangkat ke kampusnya dari Gdansk, Polandia, dan pulang setiap Jumat. Selama dua malam, ia akan menginap di rumah teman atau di hostel murah.

3. Brandon, Karyawan Google
Untuk menyisihkan uang tabungan, seorang insinyur perangkat lunak yang bekerja di Google memilih hidup di dalam truk. Harga sewa rumah di Silicon Valley dianggap terlalu mahal, sehingga, pria yang mengaku bernama Brandon ini membeli sebuah truk Frod 2006 seluas 128 kaki persegi seharga $10.000 (Rp 135,6 juta), menurut Business Insider.

Baca:   Wajib Tahu! 8 Fakta Menarik Soal Seks Menurut Sudut Pandang Wanita, Anda Penasaran?

Ia pun memanfaatkan fasilitas yang disediakan Google. Makanan gratis, gym 24 jam dengan kamar mandi, dan permainan. Ia hanya di truk untuk tidur. Brandon bukanlah satu-satunya karyawan Google yang melakukan hal ini. Walaupun perusahaan belum memberi izin bagi truk diparkir di parkiran kantor, ia juga belum diusir.

4. Luke Iseman dan Heather Stewart
Dalam upaya menghindari harga sewa San Fransisco yang tinggi, pekerja di kota beramai-ramai memilih tingggal di Oakland, di mana ada desa peti kemas. Bagi pasangan Luke Iseman dan Heather Stewart, biaya tinggal selalu terlalu tinggi. Muak dengan harga sewa tempat tinggal, mereka beli peti kemas seharga $2300 (Rp. 31,2 juta) dari pelabuhan Oakland, dan menyewa tanah seluas 2000 meter persegi, dan tinggal di sana.

Walau dari luar terlihat seperti rongsokan, rumah mereka yang diberi sebutan Containercopia memiliki kamar mandi dengan air pancuran, tempat tidur queen size, dan jendela kaca. Sementara, panel matahari mereka gunakan sebagai sumber daya listrik untuk lemari es– sementara untuk internet, mereka gunakan parabola.

Dikutip Daily Mail, mereka juga membeli lebih banyak kontainer untuk disewakan dengan harga murah. Juga tanah kosong seharga $425.000 (Rp 5,765 milyar) bagi orang-orang yang mencari tempat tinggal murah. Sayangnya, mereka harus memindahkan Containercopia karena mendapat keluhan dari penduduk sekitar.

Baca:   5 Merek Pakaian Anak-Anak Paling Mahal di Dunia

5. Terry K
Merasa keberatan dengan harga sewa, seorang pria asal LA bernama “Terry K” meninggalkan apartemennya di Venice Beach dan pindah ke kantornya. Harga sewa rata-rata di Los Angeles adalah $1600 (Rp. 21,7 juta) per bulan untuk apartemen satu kamar. Terry menuturkan kepada Salon: “Saya bekerja dua pekerjaan, 60 jam per minggu, untuk biaya sewa apartemen.

Lalu, gaji minimal dinaikkan dan bonus dibekukan. KTP saya hilang, dan saya harus membayar cicilan rumah sakit. Ditambah dengan adanya hutang mahasiswa, bayaran cicilan mobil, dan harga sewa tinggi, saya berpikir: apa yang terjadi dengan ‘American Dream’ saya?” Lalu, Terry mengingat, kantornya sepi setiap malam. Ia pun memutuskan pindah tinggal ke kantor, dan berhasil menabung uang sebanyak $20.0000 (Rp 271,3 juta).

Selama ia tinggal di sana, Terry memiliki lebih banyak waktu luang. Bahkan, performa kerjanya meningkat, dan bos-nya mengatakan ia terlihat lebih bahagia. Namun, Terry kehilangan pekerjaannya. Pun begitu, ia mampu membangun rumah kecil dari uang tabungannya. Ia kini bekerja paruh waktu dan menulis.

loading...