5 Mitos Tentang Pria Yang Hanya Jadi Mitos dan Tidak Benar-Benar Terbukti

Mitos Tentang Pria

Sejak zaman dahulu, banyak mitos yang dikait-kaitkan dengan pria. Mulai dari ukuran kaki yang terkait dengan kemampuan seksual, hingga otak yang selalu berpikir soal seks. Hal ini dipercaya dari generasi ke generasi, hingga banyak mitos-mitos tersebut coba dibuktikan secara ilmiah. Tentu, hasilnya tidak semuanya benar, bahkan banyak yang ngawur.

Apa sajakah itu? Berikut adalah lima mitos soal pria yang ternyata cuma mitos.

1. Pria memikirkan seks setiap 7 detik
Benarkah otak pria selalu mesum? Jangan percaya. Tentu pria tak hanya memikirkan seks. Apalagi pria juga tak selalu menganggur dalam hidupnya. Banyak dari mereka yang banyak prioritas dalam hidupnya yang tentu harus dipikirkan: karir, keluarga, hobi, masa depan, dan lain sebagainya.

Dalam salah satu survei mengenai kebiasaan seksual di negara-negara benua Amerika, 43 persen pria berpikir tentang seks hanya sekali sehari. Bahkan ada yang cuma beberapa kali sepekan atau beberapa kali dalam sebulan. Banyak sekali pria yang bahkan tidak terobsesi seks, karena dia punya hal lain yang lebih menarik untuk dilakukan.

Baca:   4 Tindakan sepele yang bisa merusak pernikahan

2. Kehidupan seks pria lajang lebih baik dari pada pria menikah
Lajang memang bisa bebas dan tak terikat pasangan. Tapi apakah mereka mendapat seks yang berkualitas? National Opinion Research Center pada 2006 melalui studinya menemukan bahwa pria menikah lebih beruntung 28 hingga 400 persen dalam kehidupan seksnya, tergantung pada usia mereka.

3. Sperma itu mengandung banyak kalori
Cairan sperma isinya terdiri dari air dan zat gizi lain, seperti vitamin C, kalsium dan magnesium. “Semen” juga terdiri dari fruktosa gula, walau hanya 5 sampai 7 kalori. Jadi tentu itu jumlah kalori yang sangat sedikit.

Baca:   Seperti apa susahnya hidup dengan payudara 30DDD?

4. Jika rambut dicukur, akan tumbuh lebih cepat, tebal dan kasar
Pangkal rambut yang habis dicukur mungkin terlihat lebih gelap dan kasar. Hal ini terjadi karena belum terkena sinar matahari. Setelah tumbuh rambut itu akan terlihat identik dengan rambut yang telah dicukur. Entah itu rambut kepala, kumis atau cambang. Tak benar kalau rambut dicukur, akan tumbuh lebih cepat, tebal dan kasar. Jika hal itu benar, peradaban manusia tentu akan memiliki obat untuk kebotakan bagi pria.

5. Pria berkaki besar juga punya penis besar
Perkembangan penis dan kaki (serta klitoris dan jari) sangat dipengaruhi oleh gen. Tetapi ukuran kaki sama sekali tidak menandakan panjang alat vital.