5 Pengakuan Terbaru Agus, Tersangka Pembunuh Angeline

pembunuah angeline

Misteri kematian Angeline di rumah ibu angkatnya, Margriet Megawe pada 16 Mei 2015 masih tanda tanya. Hingga saat ini polisi belum bisa mengungkap siapa pelaku utama dari pembunuhan bocah 8 tahun itu. Sebuah cerita baru keluar dari mulut Agus, salah satu tersangka pembunuhan Angeline, melalui penasehat hukumnya dan juga kepada ibunya yang jauh-jauh datang dari Sumba, NTT.

Sambil menangis di pelukan sang bunda, Agus mengaku berkata jujur. Sementara itu belum banyak yang disampaikan ibu angkat Angeline yang juga menyandang status tersangka. Margriet hingga kini pun masih menolak untuk diperiksa. Berikut pengakuan terbaru dari Agus, tersangka pembunuh Angeline yang dilansir dari Liputan6.com, Senin 6 Juli 2015.

1. Putri Margriet Datang
Sejak bekerja pada 23 April 2015, Agus mengaku hanya 1 kali bertemu dengan putri sulung Margriet Megawe, yakni Yvonne. Pertemuan itu pun baru terjadi pada malam di hari kematian Angeline, 16 Mei 2015. Seperti diungkapkan pengacara Agus, Hotman Paris Hutapea. “Agustinus mengatakan kepada saya bertemu Yvonne pada malam hari sesudah Angeline dibunuh,” kata Hotman usai mendampingi Agustinus di Mapolresta Denpasar, Bali pada Kamis 2 Juli 2015 lalu.

Baca:   Cewek Cantik Paling ditakuti di Bekasi, Nyamar Jadi Cabe-Cabean

“Selama 1 bulan bekerja di rumah Margriet. Klien kami tidak pernah melihat Yvonne,” imbuh Hotman. Namun Hotman mengaku tidak mau mengaitkan hal ini dengan pembunuhan Angeline. Sementara kepolisian tengah menelusuri alasan kedatangan kakak angkat Angeline, Yvonne, ke rumah ibunya pada 16 Mei 2015 lalu.

2. Angeline Bersimbah Darah
Penasihat hukum Agus lainnya, yakni Haposan Sihombing mengaku bahwa kliennya menangis ketika melihat Angeline tergeletak bersimbah darah di dalam kamar Margriet Megawe. Menurut dia, kala itu Agus juga menangis. Haposan mengatakan, pria asal Sumba, NTT itu juga panik saat menemukan Angeline dalam kondisi mengenaskan.

Baca:   Krishna Murti Sebut Tidak Ada Uang Rp 140 Juta dalam BAP Rangga

“Saat melihat Angeline tergeletak (bersimbah darah) seperti itu, Agus menangis dan panik,” ucap Haposan pada Sabtu 4 Juli 2015 lalu.

3. Kenapa Begini?
Agus tak diam saja menyaksikan bocah ayu di hadapannya bersimbah darah itu. Hal itu disampaikan oleh pengacara Agus, Haposan Sihombing. Haposan menuturkan, kliennya menanyakan kepada Margriet tentang keadaan Angeline kala itu. Menurut dia, Agus sempat menanyakan apa yang terjadi pada bocah 8 tahun tersebut. “Dia (Agus) tanya, ‘Kenapa begini bu?'” kata Haposan menirukan pengakuan Agus.

Meski begitu, Agus tak mendapatkan jawaban. “Setiap ditanya, Margriet selalu jawab, ‘Kamu turuti saja, kamu jangan banyak tanya’,” imbuh Haposan.

4. Om…
Haposan sang pengacara mengklaim, Agus menyesali perbuatannya. Apalagi ketika dia terkenang momen saat Angeline memanggilnya dengan sebutan om. “Agus menyesali perbuatannya. Kenapa waktu itu dia mau begitu saja membantu menguburkan jasad Angeline,” ucap dia. “Yang tidak dilupakan Agus kepada Angeline. Bahkan, Agus mengaku dia tidak bisa melupakan Angeline ketika dipanggil ‘om’,” beber Haposan.

Baca:   Lagi, Beredar Video Syur PNS Gituan Dalam Mobil

5. Di Pelukan Ibu
Kandokang Madik dan Hiwa Hawadoru, ibu serta kakak kandung Agus dipulangkan ke kampung halaman mereka di Sumba, NTT setelah selama 2 pekan mereka berada di Bali untuk membantu penyelidikan kasus pembunuhan Angeline. Keduanya dipulangkan pada 3 Juli 2015. Selama 2 pekan berada di Pulau Dewata, hanya 1 kali mereka dapat menjumpai Agus. Meski begitu, Hiwa mengaku, pertemuannya beberapa saat lalu dengan adiknya itu sangat berarti untuk mereka.

Hiwa bercerita, di pelukan ibundanya, Agus lalu menangis. “Agus menangis di pelukan ibu kami. Agus bercerita jujur bahwa dia tidak membunuh Angeline. Agus menceritakan semua perbuatan dilakukannya,” kata Hiwa yang harus mendapat pendampingan untuk mengucapkan bahasa Indonesia itu.

loading...