5 Tips Cerdas Mengelola Keuangan Selama Bulan Puasa

Ilustrasi mata uang

Ilustrasi mata uang

Keluhan akan banyak dialami oleh ibu-ibu rumah tangga selama bulan puasa karena banyak pengeluaran. Hal itu disebabkan karena kebutuhan pokok sehari-hari mengalami kenaikan diatas harga biasanya. Tapi Anda jangan panik dulu, jika Anda mengalami hal ini, mungkin sedikit tips berikut ini bisa membantu Anda untuk mengatur pengeluaran selama bulan puasa agar kantong Anda tidak jebol sebelum hari lebaran tiba. Untuk itu, tips dibawah ini mungkin bisa menolong Anda mengatur keuangan, dikutip dari Pojoksatu, Selasa (14/6/2016).

1. Pengaturan anggaran belanja
Jika Anda sudah terbiasa membuat anggaran belanja bulanan, maka kemungkinan besar Anda perlu mengubah susunan anggaran itu selama bulan puasa tergantung pola kegiatan Anda. Sebagai contoh, Anda biasa menganggarkan Rp 400 ribu untuk makan di hari biasa perbulannya, dan Rp 200 ribu di akhir pekannya. Buatlah anggaran makan di hari biasa menjadi sekitar Rp 500 ribu (berjaga-jaga untuk seringnya acara buka bersama, sahur bersama, dan sebagainya) dan kurangi makan di akhir pekan menjadi Rp 100 ribu.

Baca:   Perlukah Tambahan Vitamin C Selama Bulan Puasa?

“Kalau Anda bisa lebih hemat, Anda bisa mengalokasikan kelebihan anggaran bulanan Anda untuk ditabung atau dialokasikan untuk pengeluaran Ramadhan lain.”

2. Persiapan untuk belanja bahan makanan
Ketika memasuki bulan puasa, harga-harga bahan makanan cenderung naik tinggi. Salah satu cara untuk mengakalinya adalah dengan mencicil berbagai bahan makanan tersebut. Untuk bumbu dan bahan dasar yang memang awet lama seperti gula, garam, tepung terigu, dan beras sebaiknya dibeli sebelum memasuki bulan puasa. Pastikan berbagai bahan makanan disimpan dalam tempat yang baik agar kualitasnya tetap terjaga. Anda bisa juga menggunakan makanan kering seperti kering tempe atau abon yang juga tahan disimpan lama sekaligus praktis. Lumayan untuk variasi lauk saat sahur.

3. Persiapan untuk pengeluaran zakat
Untuk zakat Fitrah, sebaiknya sudah mulai dialokasikan sebelum memasuki bulan puasa agar budget bulanan yang Anda siapkan sebelumnya tidak terganggu. Pisahkan pengeluaran zakat di rekening yang berbeda dari sehari-hari atau simpan secara tunai di rumah di tempat yang aman. Anda bisa menyalurkan ke badan amal zakat atau masjid segera saat memasuki bulan Ramadhan untuk mencegah kemungkinan terpakainya uang tersebut.

Baca:   Ahok Ancam Potong Gaji PNS Yang Terlambat Masuk Kerja Selama Puasa

4. Belanja bingkisan Lebaran
Bagi Anda yang terbiasa memberikan bingkisan Lebaran kepada keluarga atau saudara, sebaiknya beli bingkisan tersebut dari jauh-jauh hari. Semakin mendekati hari Lebaran, semakin tinggi pula harga bingkisan Lebaran yang ditetapkan oleh toko dan penjual bingkisan. Hal ini juga berlaku jika Anda seorang atasan di kantor atau bisnis milikmu. Belanjalah dari jauh hari untuk menghemat pengeluaranmu.

5. Persiapan mudik
Mudik juga perlu dipersiapkan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Sebagai langkah awal, rencanakan jalur mudik yang akan Anda gunakan. Jika Anda menggunakan jalur udara, bersiaplah dengan harga tiket yang tinggi. Jika Anda menggunakan jalur darat dan laut, Anda perlu menghitung berbagai biaya persiapan sepanjang perjalanan.