5 Tradisi Unik Menyambut Bulan Puasa di Berbagai Negara

tradisi unik bulan puasa

Jika di Indonesia ada ngabuburit, maka di negara-negara lain yang memiliki penduduk muslim pun punya cara-cara unik untuk menyambut bulan puasa. Seperti dikutip dari Merdeka.com, berikut ini beberapa tradisi unik dalam menyambut bulan puasa atau suasana ramadhan. Penasaran seperti apa tradisi unik di berbagai negara untuk menyambut bulan puasa? Simak selengkapnya dibawah ini.

1. Malaysia
Sebagai bangsa yang masih serumpun dengan Indonesia, negeri jiran punya cara yang hampir sama dengan kita dalam menyambut Ramadan. Namun yang menjadikannya unik adalah penyajian bubur lambuk. Dilansir Discover Malaysia, bubur lambuk adalah kuliner khas yang wajib ada saat bulan Ramadan di Malaysia.

Makanan ini terbuat dari beras, potongan daging, santan, dan rempah-rempah yang beragam. Biasanya bubur lambuk disajikan untuk buka bersama di masjid atau di rumah bersama keluarga. Selain itu, di beberapa negara bagian Malaysia, yaitu Melaka, Johor, dan Kedah, hari pertama Ramadan dijadikan hari libur nasional.

2. Mesir
Menurut situs Ogilvy Noor, Ramadan di Mesir selalu diwarnai dengan kemeriahan. Saat bulan puasa tiba, anak-anak turun ke jalan dan menyalakan lampion warna-warni. Tradisi ini dimulai sejak kelahiran Moezz Eddin Allah pada tahun 969. Warga menyambutnya dengan menyalakan ratusan lampion dan kebiasaan itu tetap lestari sampai sekarang.

3. Brunei Darussalam
Tradisi Ramadan di Brunei juga relatif sama dengan orang Indonesia. Namun jika kita memanfaatkan bedug untuk menandai saat berbuka puasa, maka warga Brunei menyalakan meriam untuk menandai saat berbuka. Bila waktu buka tiba, di Bandar Seri Begawan akan terdengar suara letusan meriam disusul adzan. Mereka menyebut buka puasa dengan istilah sungkai. Biasanya tiap distrik akan mengadakan sungkai besar-besaran saat bulan Ramadan.

4. Rusia
Beberapa negara bagian Rusia merupakan wilayah dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam. Misalnya Dagestan, Chechnya, Ingushetia, Tatarstan, dan Bashkortostan. Di Dagestan, umat muslim berkumpul di Masjid Makhachkala Central Juma untuk berbuka bersama dan menjalankan ibadah tarawih bersama.

Kurma dan buah-buahan dipilih sebagai takjil. Kemudian disusul dengan makanan tradisional seperti besbarmaq, khinkal, chudu, kurze, dan mokhmokh. Sementara minuman yang menjadi favorit warga untuk berbuka adalah kvass.

5. Turki
Sebagian besar tradisi Ramadan di Turki berasal dari budaya Kekaisaran Ottoman. Waktu berbuka ditandai dengan letusan meriam. Setelah itu lentera yang disebut Kandil dinyalakan di menara masjid sejak matahari terbenam hingga fajar. Di Istanbul, salah satu tempat yang lebih penting untuk aktivitas Ramadan adalah Sultanahmet Square. Berbagai acara khusus seperti pertunjukan seni tradisional Ottoman dan teater diadakan untuk meramaikan suasana.

Tarawih di Turki umumnya dipraktikkan sebanyak 20 rakaat. Setiap selesai 4 rakaat sebuah lagu pujian terhadap Nabi Muhammad SAW yang disusun oleh musisi Turki Buhurizade Itri dinyanyikan bersama semua jamaah. Puasa dibatalkan dengan sepiring makanan pembuka yang disebut iftariye, berisi kurma, zaitun, keju, past?rma, sujuk, roti pide dan berbagai kue yang disebut borek.

loading...