50 Kaum Gay Dibantai di Orlando, Seorang Ulama Radikal ditangkap

Omar Mateen

Tragedi penembakan brutal yang menewaskan 50 orang kaum gay kembali terjadi di Orlando, Amerika Serikat. Seorang pria bernama Omar Mateen yang jadi pelaku penembakan brutal tersebut ikut tewas setelah kurang lebih 1 jam kontak senjata dengan tim SWAT. Terkait dengan tragedi Orlando mengerikan itu, kepolisian Orlando dikabarkan telah menangkap seorang ulama radikal bernama Marcus Dwayne Robertson.

Robertson ditangkap karena diduga memiliki keterkaitan dengan pembantaian di klub gay di Orlando. Robertson diduga sebagai orang yang memberikan pengaruh radikal kepada Omar Mateen, pelaku pembantaian tersebut. Dugaan ini muncul setelah polisi mengetahui bahwa Mateen adalah salah satu jamaah Robertson.

Baca:   Replika Bahtera Nabi Nuh Terbesar di Dunia Dibuka di AS

“Bukan suatu kebetulan bahwa ini terjadi di Orlando. Mateen terdaftar di secara online di seminar dasar-dasar pengetahuan Islam yang digelar oleh Robertson,” kata soerang sumber kepolisian, seperti dilansir Sputnik, dikutip dari Sindonews.com, Selasa (14/6/2016).

Mateen kemarin secara membabi buta melakukan penembakan di sebuah klub gay di Orlando, bernama gay Pulse. Dalam aksi brutal yang dilakukan, 50 orang dilaporkan tewas, dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Menurut ayah Mateen, Seddique Mateen, apa yang dilakukan anaknya tidak ada hubunganya dengan Islam. Mateen nekat beraksi karena kesal ketika melihat dua pria berciuman di Miami dua bulan lalu.