6 Bulan lagi para pedagang batu akik akan gulung tikar?

batu-akik-arjuna

Terus menurunnya daya beli masyarakat terhadap batu akik membuat banyak pedagang mengeluh. Bahkan, saking kurangnya minat pembeli, diprediksi dalam hitungan 6 bulan ke depan para pedagang batu akik yang sebelumnya menjamur dimana-mana akan gulung tikar. Seorang pedagang batu akik di Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur, Rizal 35 tahun, mengaku pendapatannya terus mengalami penurunan.

Bahkan, beberapa hari belakangan ini, tak ada satu pun pembeli yang datang ke kiosnya. “Penurunannya drastis, kami juga rugi banyak banget,” katanya, Rabu (7/10/2015). Menurutnya, penurunan itu mulai terlihat pasca Idul Fitri kemarin, dan hingga kini terus terjadi. Meski begitu ia menilai kalau musim batu akik sudah tak lagi berjaya. “Namanya juga musim-musiman, ya harus terima resiko. Kalau jualan ya ada untung ruginya,” ujar pria yang mengaku berjualan sejak setahun lalu.

Baca:   Nelayan Asal Rusia Berhasil Menangkap Ikan Bergigi Manusia

Ketua Umum Koperasi Pasar (Koppas) Rawa Bening, H. Darto Caswan menyebutkan, demam batu akik memang mulai meredup. Hal ini terlihat dari semakin sepinya pengunjung yang mendatangi kawasan Pasar Rawa Bening. “Beberapa bulan lalu, mau jalan saja susah. Kalau sekarang, mau lari di pasar saja bisa,” ujarnya, dikutip dari Postkotanews.com. Dikatakan H. Darto, akibat terus menurunnya peminat batu akik, membuat lesu pendapatan pedagang batu musiman.

Baca:   Unik, Batu Akik Bergambar Kelamin Pria dibanderol Rp 500 Juta

Akibatnya, ia pun memprediksi dalam enam bulan kedepan, banyak kios yang tutup. “Hitungan kami, pedagang yang musiman ini hanya menunggu batas kontraknya habis. Setelah itu mereka tutup karena sudah tak ada lagi yang beli,” ungkapnya. Menurut H. Darto, kerugian yang dialami para pedagang musiman yang membuat mereka tutup, karena mereka mengalam kerugian yang luar biasa.

Baca:   Pamer Kekayaan, Pria Ini Gunakan Kemeja Emas Murni 4 Kg

Pasalnya, tanpa memikirkan musim batu akan berakhir, mereka sudah membeli banyak batu dengan harga tinggi. “Sekarang, supaya dapat balik modal saja susah. Soalnya, batu yang seharusnya dibeli dengan harga Rp300 juta, malah dibeli dengan harga Rp1 miliar,” paparnya. Saat ini, lanjut H. Darto, pedagang yang masih bertahan hanyalah mereka yang memang sebelumnya berjualan di Pasar Rawa Bening. Dimana pedagang tersebut memang menjual batu kepada pecintanya.

“Kalau pecinta batu sejati tak kenal musiman, jadi itu yang membuat pedagang disini bertahan,” ungkapnya.

loading...