6 Cedera Yang Sering Terjadi Saat Melakukan Hubungan Intim

Seks

Bercinta seharusnya bisa memberi kenikmatan antara Anda dan pasangan. Namun, kenyataannya tidak selalu seperti yang Anda harapkan. Terkadang bercinta justru dapat menyakitkan jika melakukannya terjadi cedera pada Anda. Nah, jenis-jenis cedera seperti apa yang mesti Anda waspadai saat bercinta dan cara seperti apa yang mesti dilakukan untuk mengurangi risiko cedera karena kesalahan saat melakukan hubungan ini? Dilansir dari Health Kompas, simaklah keterangan beberapa dokter kebidanan dan kandungan dibawah ini:

Vagina terluka
Ini mungkin cedera seks yang paling umum terjadi. Anda tahu bahwa vagina Anda terluka setelah selesai bercinta. Dan itu rasanya, benar-benar sakit. Cara mengatasinya: Umumnya, alasan terjadinya luka adalah, vagina Anda terlalu kering saat melakukan hubungan intim. Cara memerbaikinya cukup sederhana, pastikan vagina Anda cukup pelumas sebelum berhubungan.

Artinya, pasangan Anda perlu memperpanjang durasi pemanasan atau bisa juga Anda menggunakan minyak pelumas khusus area intim, saran Debby Herbenick, Ph.D., peneliti dari Indiana University dan penulis buku Sex Made Easy.

Sesuatu Terjebak di Dalam Sana
Mungkin ini agak aneh tapi ternyata nyata. Dua benda asing yang bisa terjebak di dalam sana adalah tampon dan kondom. Cara mengatasinya: Mulailah dengan mengambil napas dalam-dalam dan tidak panik. “Jalan terbaik adalah untuk menunggu 10 sampai 15 menit setelah Anda bercinta,” kata Herbenick. Itulah waktu yang dibutuhkan oleh vagina Anda untuk kembali ke ukuran normal.

Baca:   6 Tanda-Tanda Anda Adalah Seorang Perfeksionis

Di saat itu, akan jauh lebih mudah untuk Anda mencoba mengambil benda yang tertinggal, dibanding saat vagina membesar ketika dan sesaat setelah berhubungan seks. Jika Anda tidak bisa melakukannya, hubungi dokter secepat mungkin. Cara mengatasinya: Cuci daerah yang terinfeksi dengan air dingin dan sabun antibakteri, saran Jennifer Wider, gelar M.D., spesialis kesehatan wanita. Jika kulit benar-benar rusak-seperti ada luka fisik, hubungi dokter Anda.

Luka karena tergesek karpet
Mungkin karena terlalu bersemangat atau terburu-buru, ada beberapa pasangan yang melakukannya di karpet. Gerakan yang terlalu bersemangat, rentan melukai kulit pihak yang berada di posisi bawah. Cara mengatasinya: Cuci area yang terluka dengan air dingin dan obat antibakteri, saran Jennifer Wider, M.D., spesialis kesehatan wania.

Baca:   5 Tipe Orgasme dan Cara Menikmatinya

Jika lukanya cukup besar dan dalam, setelah dibersihkan dengan antiseptik, aplikasikan krim antibakteri sebelum meletakkan perban di atasnya. Selanjutnya, mungkin ada baiknya jika Anda berhubungan seks di permukaan yang lembut. Jikapun Anda melakukannya lagi di permukaan yang kasar, membatasi gerakan yang terlalu bersemangat akan sangat membantu Anda terhindar risiko lecet di kulit.

Cedera Punggung
Posisi cowgirl terbalik (seperti bermain rodeo) dan sejenisnya dapat mendatangkan malapetaka pada punggung Anda. Cara mengatasinya: Kompres area yang cedera dengan es untuk meredakan peradangan. Kemudian, setelah peradangan mereda, gunakan bantal pemanas untuk menenangkan otot-otot Anda. Jika Anda tak tahan rasa sakitnya, obat jenis ibuprofen bisa membantu.

Infeksi jamur
Kebanyakan wanita yang menderita infeksi jamur yang ditularkan oleh hubungan seks, mendapatkannya dari menerima seks oral, kata Herbenick. Cara mengatasinya: “Mulailah dengan memastikan, bahwa organ intim pasangan bersih ketika dia berhubungan dengan Anda,” kata Herbenick. Jika Anda menderita infeksi jamur lebih dari empat kali dalam setahun, artinya Anda mungkin lebih rentan dibanding orang lain. Bicarakan hal ini dengan dokter kebidanan dan kandungan, dia bisa memutuskan tindakan yang terbaik untuk mengatasi hal itu.

Baca:   Chaupadi, Tradisi Mematikan dari Nepal Untuk Wanita Haid

Infeksi saluran kemih
Siapa pun yang pernah menderita infeksi saluran kemih, pasti tahu betapa tidak nyamannya penyakit ini. Anda bisa tertular infeksi dari perilaku berganti-ganti pasangan seksual, perlukaan saat berhubungan, selain karena kurang terjaganya kebersihan area pribadi Anda. Cara mengatasinya: Pastikan organ pribadi Anda cukup terlumasi saat bercinta dengan pasangan (lihat poin no.1). Katakan pada pasangan Anda, agar tidak memasuki Anda terlalu dini atau melakukannya terlalu kasar, agar Anda terhindar dari iritasi.

Kulit yang teriritasi atau perlukaan akan membuat kuman mudah masuk, sehingga risiko infeksi kandung kemih meningkat. Buang air kecil sebelum dan setelah berhubungan seks. Hal ini juga membantu mencegah bakteri penyebab infeksi bercokol terlalu lama di dalam tubuh Anda. Jus ekstrak cranberry yang diminum secara teratur dapat membantu melenyapkan bakteri yang melekat pada dinding kandung kemih Anda.

loading...