65 Persen orang tua di Indonesia tidak tahu obat buat anak yang kena DBD

Obat-DBD

Penyakit demam berdarah punya beberapa gejala ketika menyerang. Salah satunya adalah demam tinggi dengan suhu tubuh hingga mencapai 39 derajat celcius. Untuk mengatasi penyakit demam berdarah diperlukan penanganan yang tepat. Salah satunya dengan memberi obat parasetamol kepada pendrita DBD. Pasalnya, obat ini dinilai aman dan bisa mengurangi nyeri serta demam.

Hal senada juga diungkapkan oleh Guru Besar Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), yang mengungkapkan, parasetamol merupakan obat pertama yang harus diberikan untuk meredakan gejala demam pada penderita DBD. “Kami menyarankan obat yang aman untuk penanganan demam itu parasetamol. Parasetamol akan mengurangi nyeri dan demam,” papar Prof Sri di Hotel JW Marriot, Jakarta.

Baca:   Daftar 131 Obat-Obatan Yang Dilarang Peredarannya

Sayangnya, 65 persen masyarakat Indonesia tidak mengetahui obat yang harus dihindari untuk anak-anak penderita DBD. Berdasarkan penelitian GSK Consumer Healthcare pada tahun 2015, hanya 10 persen dari masyarakat Indonesia yang mengetahui demam berdarah dan obat-obatan AINS harus dihindari.

“Muntah-muntah dan demam dikira kena DBD. Tapi ada pasien yang muntah-muntah dan panas hasil labnya bagus ternyata dia alami gangguan lambung karena obat. Karena salah kasih obat, risikonya gangguan lambung dan pendarahan,” pungkasnya, dilansir dari laman Sindonews.com, Selasa (8/3/2016). Selain itu, Prof Sri juga menyarankan untuk tidak memberikan antibiotik. Menurutnya, antibiotik hanya digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Baca:   Fakta Penting Mengenai Pusing dan Vertigo, Anda Wajib Tahu

“Kalo kita liat antibiotik, berati dia anti kehidupan bakteri. Bukan infeksi virus. Jadi dalam antibiotik hanya disebabkan virus. Kalo DBD itu nggak pernah kita berikan antibiotik,” pungkasnya.