7 Kisah Cinta Terlarang Anak Manusia yang Menghebohkan Dunia

cinta-terlarang

Beberapa kisah cinta dari masa lampau hingga kini masih terus melegenda. Bahkan beberapa di antaranya memuat cerita tentang dua manusia yang saling jatuh hati meski orang-orang di sekitar berusaha sekuat tenaga memisahkan mereka. Dikutip dari liputan6.com, Selasa (11/10/2016) berikut terdapat tujuh kisah cinta terlarang yang masih diingat banyak orang:

1. Laila dan Majnun
Kisah kasih dua anak manusia ini dikenal sebagai cerita cinta klasik dari Timur Tengah. Dikutip dari Wikipedia, seorang pemuda bernama Qays Ibn al-Mulawwah disebut jatuh cinta dengan Laila. Ia mulai menuliskan puisi tentang perempuan itu dan menyebut namanya sesering mungkin. Upaya Qays yang digambarkan tanpa malu untuk mendapatkan Laila membuat ia dijuluki Majnun atau orang gila oleh masyarakat. Suatu hari, Qays meminta ayah Laila menikahkan ia dan putrinya.

Namun permintaannya ditolak. Sang ayah tak sudi menikahkan putrinya dengan seseorang yang dianggap memiliki gangguan mental. Tak lama, Laila pun dipersunting seorang pedagang kaya nan tampan dari suku Thaqif. Peristiwa tersebut semakin membuat Majnun menjadi-jadi. Ia melarikan diri dari tempat tinggalnya dan mulai berkeliaran di gurun. Keluarganya bahkan menyerah atas nasib pria itu.

Mereka memilih meninggalkan makanan untuknya di gurun. Sesekali ia masih terlihat tengah menulis atau membaca puisi.

Dalam beberapa versi, Laila disebut meninggal karena patah hati setelah lama tak melihat wajah Majnun. Sementara itu, sang pria dikabarkan menutup mata untuk selama-lamanya pada 688 SM. Ia meninggal di sisi makam sang pujaan hati di mana sebelum kepergiannya ia sempat mengukir tiga puisi di sebuah batu. Ada banyak versi dari kisah ini. Namun yang pasti selama ini kisah Laila dan Majnun telah mengilhami puluhan puisi dan lagu. Salah satunya lagu milik Eric Clapton, Layla.

2. Anarkali dan Salim
Anarkali adalah seorang budak dan wanita penghibur dari Iran. Dalam sejumlah versi ia disebut lahir dengan nama Nadira Begum atau Sharf-un-Nissa. Kecantikannya yang memukau membuat ia dijuluki Anarkali atau ‘bunga delima mekar’. Paras rupawan dan keahlian menari Anarkali membuat namanya terdengar sampai ke Mughal. Raja Akbar pun mendatangkannya ke istana dan menjadikan budak wanita itu sebagai penari. Ia tak hanya membuat para penghuni istana terpesona, namun juga berhasil memikat hati Akbar.

Salim dan Anarkali pun disebut merajut asmara. Namun perbedaan kasta membuat percintaan keduanya ditentang oleh sang raja. Salim menjawab penentangan sang raja dengan perang.

Pertempuran sengit terjadi. Namun pada akhirnya Salim harus mengakui kekalahannya. Akbar memerintahkan Salim untuk menyerahkan Anarkali atau ia akan mati. Salim ternyata lebih memilih maut, sementara Anarkali memutuskan sebaliknya.

Ia tak rela sang kekasih kehilangan nyawa di tangan ayahnya sendiri. Anarkali pun memutuskan untuk mengorbankan diri. Perempuan itu meminta diberikan satu malam saja untuk bersama Salim. Ini sebagai permintaan terakhirnya.

Keesokan harinya, Akbar memerintahkan budak cantik itu dikubur hidup-hidup di balik tembok. Salim lantas memerintahkan agar di sekeliling tembok tersebut dibangun sebuah makam yang megah. Sampai saat ini makam Anarkali masih berdiri tegak di Lahore, Pakistan.

3. Cleopatra dan Mark Antony
Mark Anthony merupakan salah satu pemimpin militer terbaik di Roma. Sementara Cleopatra adalah seorang ratu Mesir. Bukan cerita baru jika Cleopatra tak hanya memiliki kecantikan, namun juga kepintaran yang mampu memikat para pria. Sebelum menjalin hubungan dengan Anthony, ia lebih dulu menjadi ‘wanita simpanan’ Julius Caesar. Mereka memiliki seorang putra yang diberi nama Caesarion.

Baca:   Cinta Terlarang Pemuda Lombok Timur: Ketika Mabuk, Saya datangi Mama Untuk Bersetubuh

Setelah pembunuhan Caesar, Antony meminta Cleopatra hadir ke Kota Tarsus untuk membahas aliansi Roma dengan Mesir. Ketika bertemu Cleopatra, Anthony pun tersihir oleh kecantikannya. Ia memutuskan untuk menikahi Cleopatra meski di sisi lain ia sudah memiliki istri, Fulvia. Pernikahan itu diwarnai dengan perselingkuhan Anthony. Namun di tengah berkecamuknya konflik dengan Octavianus, rival yang juga keponakan dari Caesar, Anthony memutuskan untuk kembali ke pangkuan Cleopatra.

Cleopatra dan Mark Antony adalah orang yang sama-sama setia kepada Caesar. Pernikahan mereka mempererat hubungan antara Roma dan Mesir, di mana Antony kembali ke tanah Cleopatra setelah menikahinya. Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran bagi Octavianus. Octavianus amat marah mengetahui Anthony memberikan sebagian wilayah Timur Tengah yang meliputi Mesir, Siprus, Kreta dan Suriah, sebagai hadiah pernikahan kepada Cleopatra. Bersama putranya, Caesarion, Cleopatra kemudian menjadi penguasa wilayah tersebut.

Pada 31 SM, Octavianus menyatakan perang terhadap Anthony. Pertempuran pun berlangsung di Actium, Yunani. Antony dan Cleopatra bergabung dalam pertempuran, namun mereka terpaksa harus mengakui keunggulan Octavianus. Dalam perang itu, Octavianus sukses membuat pasukan mereka tercerai berai. Antony kemudian kembali ke medan perang tak lama setelah itu, namun ia terjebak dengan berita menyesatkan tentang kematian Cleopatra. Mengira kekasihnya telah tewas, Antony lantas bunuh diri menggunakan pedangnya.

Mendengar kematian Antony, Cleopatra begitu berduka dan memutuskan ikut mengakhiri hidupnya dengan membiarkan ular berbisa menggigitnya. Anak Cleopatra, Caesarion, kemudian diangkat sebagai Firaun oleh para pendukungnya. Tapi tak lama ia ditangkap dan dieksekusi atas perintah Octavianus.

4. Guinevere dan Lancelot
Kisah cinta Lancelot dan Guinevere mungkin asing bagi sebagian orang. Namun ini termasuk kisah cinta terlarang yang melegenda. Pada saat kedua anak manusia tersebut jatuh cinta, Guinevere diketahui telah memiliki seorang suami, yaitu Raja Arthur. Disebut-sebut Lancelotlah yang pertama kali jatuh cinta pada Guinevere. Pada awalnya cinta Lancelot tidak berbalas. Demikian seperti dikutip dari laman Amolife.com.

Guinevere sadar bahwa ia memiliki seorang suami. Dan hal itu membuatnya tidak bisa membalas cinta Lancelot. Ia pun memutuskan menjaga jarak dari dari pria itu. Namun, Lancelot tak mampu memendam cintanya lebih lama lagi kepada Guinevere. Mereka tetap memutuskan bersatu dan menjadi sepasang kekasih meski harus menjalin hubungan secara diam-diam.

Kisah cinta mereka berdua itu berjalan cukup lama hingga suatu hari mereka ketahuan oleh dua keponakan laki-laki Raja Arthur. Lancelot bisa melarikan diri, namun tidak dengan Guinevere. Ia ditangkap dan dituduh telah melakukan perzinahan. Raja dan hukum di negara itu memutuskan bahwa Guinevere harus dibakar. Mendengar kekasihnya akan dibakar hidup-hidup, Lancelot pun nekat. Ia dengan berani datang ke tempat hukuman dan menyelamatkan sang kekasih dari kobaran api.

5. Heloise dan Abelard
Kisah keduanya disebut-sebut merupakan hasil karangan seorang sastrawan Inggris, Alexander Pope. Namun kisah Heloise dan Abelard sebenarnya adalah cerita cinta terlarang yang terjadi pada pertengahan Abad ke-12 di Prancis. Heloise, seorang gadis cerdas jatuh cinta kepada Peter Abelard, gurunya yang berusia 20 tahun lebih tua.

Hubungan ini diketahui dan ditentang oleh paman Heloise, seorang pejabat setempat. Hal ini menyebabkan Abelard dikebiri sementara Heloise diasingkan di sebuah biara terpencil. Hingga akhir hayat keduanya tidak pernah bertemu. Namun surat-surat cinta mereka dianggap sebagai simbol cinta yang mendunia.

Baca:   Video Goyangan Seksi Pegawai Polisi Berhijab Jadi Viral di Medsos

6. Beatrice dan Dante
Penyair kenamaan Italia, Durante degli Alighieri mungkin baru dua kali bertemu dengan Beatrice. Namun siapa sangka, pemuda itu mencintai Beatrice di sepanjang sisa hidupnya meski pada saat itu mereka sudah terikat pernikahan dengan pasangan masing-masing. Pada Abad Pertengahan di Florence, perceraian tidak dimungkinkan.

Setelah Beatrice mati muda, Dante pun menuliskan puisi yang ditujukan kepada perempuan yang amat ia cintai itu–kini menjadi karya-karya terkenalnya. Tak hanya itu, sosok Beatrice juga dimunculkan Dante dalam karya legendarisnya, The Divine Comedy.

7. Simpson Wallis dan Pangeran Edward
Sepucuk surat ditulis Edward VIII pada 10 Desember 1936. Kurang dari setahun dimahkotai sebagai Raja Inggris, ia memutuskan untuk turun takhta. Demi seorang perempuan. “Saya, Edward VIII, Raja Inggris…dengan ini menyatakan keputusan saya yang tak bisa dibatalkan, untuk meninggalkan takhta untuk diri saya sendiri dan juga untuk anak keturunan saya,” tulis dia dalam surat tersebut.

Ia menandatangani surat penyerahan takhtanya, Kamis pagi 10 Desember 1936, di depan saudara-saudaranya dan para pengacara. Kekuasaannya berakhir di hari ke-325. Ia bahkan belum sempat dinobatkan secara resmi sebagai raja.

“Langkah dramatis itu (untuk turun takhta) menjadi klimaks sepekan penuh ketegangan — paling tegang yang pernah dialami Inggris sejak Perang Dunia I,” demikian dilaporkan Canadian Press kala itu. “Cinta sang raja pada Wallis Warfield Simpson, perempuan kelahiran Amerika Serikat yang dua kali bercerai dengan suami sebelumnya, adalah alasan mengapa ia turun takhta.

Di masa mudanya, Edward VIII dikenal sebagai playboy, pecinta banyak wanita, di masa pemerintahan ayahnya Raja George V. Pada tahun 1919 ia bahkan pernah mengirim surat cinta untuk istri seorang anggota parlemen Inggris. Ia bertemu dengan Wallis Simpson pada Januari 1931, awalnya sama sekali tak tetarik, namun setelah beberapa pertemuan, benih-benih cinta tumbuh di hati sang pangeran. Perempuan asal AS itu bahkan sempat jadi kekasih gelapnya — meski masih berstatus sebagai istri orang.

Masalah mencuat pada 20 Januari 1936, saat Raja George V mangkat, dan sebagai putra mahkota bernama lahir Edward Albert Christian George Andrew Patrick David itu dinobatkan sebagai penguasa dari Wangsa Windsor. Pada 1 Desember 1936, Edward VIII memberitahukan pada PM Inggris kala itu Stanley Baldwin bahwa ia berniat menikahi kekasihnya yang secara resmi telah bercerai pada 27 Oktober. Namun Baldwin menentang keras niatnya itu.

“Kabinet Siap Mundur, Itu yang Dikatakan Baldwin pada Raja,” demikian headline Vancouver Sun kala itu.

Geger pun terjadi. Kepala Gereja Inggris tak mengizinkan orang yang bercerai menikah lagi saat pasangannya masih hidup. Uskup Bradford pun mengeluarkan pernyataan menetang. Sang raja tak menyerah, ia mengajukan “perkawinan morganatic” yang mengizinkan ia menikahi Simpson, namun istrinya itu tak bakal jadi ratu. Perdana Menteri menolaknya. Hingga akhirnya Edward VIII mundur sebuah momentum yang dianggap kemenangan konstitusi.

Setelah lengser, Edward meninggalkan Inggris Raya pada 11 Desember 1936, bergabung dengan Simpson di sebuah villa di Cote d’Azur, Prancis. Mereka akhirnya menikah pada 3 Juni 1937. Menjadi Duke dan Duchess of Windsor, terus bersama sampai Edward meninggal dunia pada 1972. Keduanya dimakamkan berdampingan di pemakaman kerajaan di Frogmore, Windsor.