7 Penyebab utama BAB tidak lancar, Anda wajib tahu

BAB

Apakah Anda termasuk orang yang mengalami susah buang air besar (BAB)? Mengalami susah buang air besar atau BAB tidak lancar memang tidak enak bagi perut dan membuat tidak nyaman. Untuk bisa mengatasi buang air besar tidak lancar, maka Anda harus tahu penyebabnya. Dengan demikian maka Anda bisa melakukan tindakan dengan mengubah pola hidup sehat agar BAB menjadi lancar.

Dilansir dari Heath Kompas, JumatĀ (26/3/2016), berikut 7 penyebab utama buang air besar tidak lancar. Selngkapnya bisa Anda simak dibawah ini:

1. Pola makan yang buruk
Rendah serat, gorengan, gula tinggi, makanan instan beku, susu berlebihan, dan lain sebagainya. Pola makan buruk adalah penyebab utama konstipasi.

2. Dehidrasi
Jika tidak ada cukup air untuk membuang kotoran di dalam usus, itu sama saja dengan mencoba mendorong bongkahan tanah atau semen ke luar dari pipa. Tentunya, ini sulit dilakukan. Air membantu proses BAB lebih lancar, karena kotoran manusia, 75 persennya terdiri dari air.

Baca:   7 Hal Yang Membuat Gairah Seks Wanita Menurun dan Malas Bercinta

3. Kopi
White coffee dapat memicu gerak otot pencernaan, minum kopi terlalu banyak bisa membuat Anda dehidrasi, yang akhirnya berujung sembelit.

4. Obat-obatan tertentu
Selalu berkonsultasi dengan dokter Anda, jika Anda memiliki masalah dengan sembelit dan obat resep. Jika Anda ingin mengonsumsi obat atau suplemen yang dijual bebas, konsultasikan dengan dokter. Opiat, narkotika, obat penghilang rasa sakit seperti aspirin dan ibuprofen, antidepresan, obat-obatan tekanan darah tinggi, diuretik, antasida dan suplemen zat besi dan kalsium, bisa menjadi penyebab sembelit.

Baca:   4 Tindakan sepele yang bisa merusak pernikahan

5. Sering menunda BAB
Menunda fungsi alami tubuh dapat memperburuk dan melumpuhkan kemampuan sistem pencernaan. Jangan malu, untuk BAB di toilet umum jika terpaksa ketimbang harus menahannya. Semua orang pernah melakukannya.

6. Kurang aktivitas fisik/olahraga
Olahraga baik untuk otot, baik yang di luar maupun di dalam. Gerak fisik membantu menstimulasi kontraksi natural otot pencernaan yang bertugas mendorong kotoran ke luar dari tubuh.

7. Gejala penyakit tertentu
Hipotiroid, diabetes, depresi, radang usus, gangguan saraf degeneratif dan gangguan autoimun bisa didahului dengan gejala konstipasi. Perbanyak konsumsi serat alami dari sayur dan buah, minum air putih yang cukup dan rutin berolahraga adalah cara paling ampuh mencegah dan mengatasi konstipasi.