9 Fakta Tentang Ciuman Yang Patut Anda Ketahui

ciuman-mesra

Untuk mahir berciuman, banyak tips yang bisa Anda lakukan. Namun, tidak semua tips tersebut pasti bisa menentukan cara ciuman yang benar dan salah. Masing-masing pasangan menyukai gaya berciuman yang berbeda-beda. Saat mereka berganti pasangan, maka gaya ciumannya pun akan berubah. Dilansir dari Liputan6.com, Selasa (17/5/2016), dari beberapa penelitian seorang profesor antropologi, William Jankowiak, berikut sembilan fakta penting yang harus Anda ketahui tentang ciuman.

Kenapa harus berciuman
Jika Anda menempatkan kegiatan berciuman sebagai suatu objek, maka akan terasa sangat aneh. Apalagi bentuk ciuman yang lebih rumit seperti french kiss. Hal tersebut tidak lebih dari kegiatan bertukar kuman dan bakteri antara dua mulut. Jadi, apa gunanya? Alasan paling umum tentang interaksi dari bibir ke bibir ini adalah sentuhan yang membangun koneksi antara satu manusia dan pasangannya, untuk bisa merasakan apakah cocok atau tidak. Berciuman juga dapat melepaskan banyak jenis hormon, yang membangun perasaan menyenangkan, bahagia, untuk menyatu dengan pasangan Anda.

Berciuman bukan hal yang universal
William dan rekan-rekannya melakukan observasi ke 168 kebudayaan di seluruh dunia untuk membuktikan apakan ciuman romantis adalah hal yang umum dilakukan. Ternyata tak disangka, hasil yang mereka temukan bahwa hanya 46 persen dari seluruh kebudayaan itu yang dapat menerimanya. Secara umum, semakin kompleks suatu budaya, semakin kecil kemungkinan untuk terlibat dalam ciuman intim.

Baca:   7 Lagu Yang Dapat Menimbulkan Gairah Seksual

Iklim yang panas, lebih sedikit berciuman
Berdasarkan data dari William, seorang antropolog menambahkan, semakin panas iklim suatu daerah, semakin sedikit terdapat ciuman romantis. Sedangkan di iklim dingin dan di dalam lingkungan masyarakat yang lebih sederhana, lebih banyak terdapat kegiatan ini.

Pencium yang baik lebih sering berhubungan seksual
Tidak ada yang menginginkan pasangan yang tidak mahir dalam berciuman. Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Oxford menemukan wanita akan mau diajak bercinta dengan pasangan jika ia mendapatkan ciuman yang mengesankan.

Gigi, nafas, dan rasa amat berpengaruh
Sebuah penelitian psikologi mengatakan wanita menyukai cara berciuman seorang pria berdasarkan nafas, rasa, dan getaran perasaan saat berciuman dengan pria tersebut. Penampilan gigi juga menjadi nilai tambah dari seorang pria.

Ciuman yang buruk dapat menyudahi sebuah hubungan
Survei terhadap 58 pria dan 122 wanita dengan pertanyaan, “Apakah Anda pernah tertarik dengan seseorang hanya karena ingin mengetahui perasaan berciuman dengan orang tersebut, dan jika tidak suka, Anda langsung merasa tidak tertarik?” Total 59 persen pria dan 66 persen wanita menjawab iya. Hal ini bisa bersangkutan dengan teknik berciuman atau getaran perasaan yang membuat ciuman itu mengesankan atau tidak.

Baca:   8 Tips Bemain Lidah Untuk Mendapatkan Ciuman Yang Luar Biasa, Anda Mau Tahu?

Bagi wanita, less is more
Berbeda dengan para pria yang menyukai cara berciuman yang basah, wanita lebih menyukai teknik yang sederhana tapi terasa amat berkesan. Jika Anda ingin membuat pasangan wanita Anda senang, hadiahkan dengan ciuman sederhana, yang dalam, tetapi penuh arti.

Jangan melewatkan tahap ini saat ingin berhubungan intim
Penelitian mengatakan wanita menginginkan ciuman yang intim sebelum berhubungan seksual. Padahal, 52 persen pria mengatakan mereka akan dengan senang hati melewatkan tahap berciuman dan langsung berhubungan seksual. Sedangkan 85 persen wanita menginginkan ciuman yang romantis sebelum naik ke tempat tidur. Secara keseluruhan, wanita menganggap ciuman lebih penting dibandingkan para pria.

Ciuman adalah kunci hubungan bertahan lama
Sebuah survei dengan 335 responden menghasilkan data bahwa sebuah hubungan yang diwarnai dengan kontak fisik yang intens memberikan kepuasan hubungan yang tinggi dan bertahan lama. Kegiatan seperti ciuman dan berpelukan mesra memberikan kehangatan dan kesenangan yang menghasilkan sebuah hubungan dapat bertahan lebih lama.