9 Pembunuhan Sadis 2016, Eno dan Yuyun Paling Gempar

Eno-Korban-Pembunuhan

Di tahun 2016 ini, kita banyak disuguhkan dengan berita-berita pembunuhan sadis yang menyayat hati. Sepanjang dari Januari hingga Mei 2016, setidaknya sudah ada 9 kasus pembunuhan sadis yang terjadi di tanah air. Sebagian dari kasus pembunuhan sadis itu disertai dengan pemerkosaan, seperti yang dialami Yuyun, siswi SMP di Bengkulu yang diperkosa 14 pria mabuk. Selain Yuyun, kasus pemerkosaan dan pembunuhan sadis juga dialami Eno Parinah (19).

Karyawati PT Polyta Global Mandiri Tangerang Banten itu diperkosa tiga pria, lalu dibunuh dengan menusukkan gagang cangkul ke kemaluan korban sampai ke paru. Dilansir dari situs Pojoksatu.id, Rabu (18/5/2016), berikut 9 kasus mebunuhan sadis paling gempar sepanjang tahun 2016:

1. Siswi SMP Bernama Yuyun Diperkosa 14 Pria Sampai Mati
Yuyun yang merupakan siswi SMP Negeri 5 Padang Ulak Tanding, Bengkulu diperkosa 14 pria mabuk pada hari Sabtu, 2 April 2016. Enam pemerkosa Yuyun merupakan anak di bawah umur, dua di antaranya siswa SMP. Sebelum para pelaku memperkosa Yuyun, mereka terlebih dahulu menonton video porno dan mengonsumsi minuman keras (miras) jenis tuak sebanyak 14 liter.

Yuyun lantas diperkosa ke kebun karet. Pelaku mencekik leher Yuyun dan menghantamkan sebatang kayu ke kepalanya hingga pingsan. Saat itulah, para pelaku leluasa perkosa Yuyun. Selanjutnya, pelaku membuang jenazah Yuyun.

2. Eno Parinah Diperkosa, Kelaminnya Ditusuk Cangkul Sampai ke Paru
Eno Parinah (19), karyawati PT Polyta Global Mandiri Tangerang Banten, diperkosa 3 pelaku secara bergantian pada Kamis malam (12/5/2016). Setelah diperkosa, Eno Parinah dibunuh secara sadis dengan menancapkan gagang cangkul ke kelamin korban. Pelaku pemerkosa dan pembunuh Eno Parinah merupakan siswa SMP. Dia adalah RA, usianya masih 15 tahun. Satu pelaku lainnya adalah pria beristri dan memiliki pacar alias selingkughan di PT Polyta Global Mandiri.

Dari hasil otopsi, gagang cangkul sepanjang 65 centimeter yang ditusukkan ke kemaluan Eno Parinah ternyata sampai ke paru-paru dan hati. Selain mengalami luka dalam yang sangat parah, Eno Pahirah juga mengalami penyiksaan fisik luas biasa. Hal itu tampak pada luka-luka di bagian tubuh karyawati PT Polyta Global Mandiri tersebut. Tak hanya itu, Eno Parinah mengalami luka pada pipi kanan, luka lecet pada pipi kanan, memar pada bibir atas dan bawah dan luka lecet pada leher.

Baca:   5 Fakta Baru Terungkapnya Pembunuhan Janda Cantik, Tata Chubby

Bahkan, Eno Parihah mengalami luka pendarahan pada kelamin, luka lecet pada dada kiri kanan, serta kedua puting payudara korban memar akibat gigitan pelaku. “Korban patah tulang leher akibat dipukul gagal cangkul, luka pipi dan rahang akibat ditusuk garpu. Luka robeknya sampai ke bagian hati dan merusak paru-paru,” ujar ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, Selasa (17/5/2016).

3. Mahasiswa Gorok Dosen UMSU saat Hardiknas
Mahasiswa menggorok dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tepat di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin, 2 Mei 2016 sore. Pembunuhan dosen UMSU dilakukan di kamar mandi kampus di Jalan Mukhtar Basri Medan. Korban pembunuhan sadis itu yakni dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Penbdidikan (FKIP) UMSU. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Imelda Medan, namun nyawanya tidak tertolong.

Pelaku membunuh mantan Dekan FKIP UMSU itu karena kesal sering dimarahi korban. Selain itu, pelaku dendam lantaran korban mengancam akan memberikan nilai buruk kepadanya. Korban dibunuh saat hendak berwudhu di kamar mandi untuk melalsanakan ahalat Ashar. Saat itu, pelaku mengikuti korban dari belakang, kemudian masuk ke toilet korban dan mengunci pintu dari dalam. Pelaku lantas menggorok leher korban hingga tewas.

4. Mahasiswi UGM Tewas dibunuh di Toilet Kampus
Mahasiswi UGM, Feby Kurnia (19) dibunuh di toilet kampus. Mahasiswa UGM asal Batam itu dicekik oleh petugas kebersihan kampus bernama R. Eko Agus Nugroho (26), Kamis 28 April 2016). Namun, Feby Kurnia tidak kunjung kembali. Warga Dusun Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta itu menghabisi nyawa korban karena tergiur ponsel dan sepeda motor milik korban. Setelah, membunuh Feby Kurnia, Agus memasukkan jenazah Feby Kurnia ke dalam toilet dan menguncinya. Agus Nugroho lantas membawa kabur dua ponsel dan sepeda motor milik Feby Kurnia. Agus lantas menggadaikan ponsel tersebut untuk beli susu anaknya.

5. Agus Mutilasi Wanita Hamil Jadi 5 Bagian
Kusmayadi bin Dulgani alias Agus (31) memutilasi pacarnya yang sedang hamil, Nur Atikah (33). Atikah yang merupakan janda anak dua dibunuh di kamar kontrakannya di Kampung Telaga Sari, Desa Telaga Sari, RT 12 RW 01, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Jenazah Atikah baru ditemukan dalam kondisi membusuk Rabu, 13 April 2016. Agus nekat membunuh Atikah karena kesal didesak korban segera menikahinya. Agus lantas mencekik korban hingga tewas.

Baca:   Ini Sejumlah Kasus Pembunuhan Pekerja Seks Yang Pernah Terjadi di Dunia

Selanjutnya, Agus memutilasi korban dengan memotong tangan kiri dan kanan korban. Selain itu, Agus juga memotong kaki kiri dan kanan Atikah dengan menggunakan golok dan gergaji. “Golok untuk mutilasi tangan korban, sedangkan gergaji untuk memutilasi kaki korban,” terang Krishna di Markas Polda (Mapolda) Metro Jaya (22/4/2016).

6. Rudding Bunuh Anak Kandung, Otak Dikeluarkan dari Kepala
Warga Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Jamaluddin alias Rudding (36), membunuh anaknya sendiri dan mengeluarkan otak sang anak dari kepalanya. Pembunuhan sadis itu terjadi di rumah Rudding, Kampung Bulu-bulu, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Kamis, 5 Mei 2016) sekitar pukul 07.30 Wita. Rudding membunuh anaknya, Muhammad Ali (5) saat sedang tidur. Muhammad Ali dihantam dengan benda tumpul, selanjutnya dianiaya menggunakan tabung gas elpiji 3 Kg.

Setelah korban meninggal dunia, pelaku kemudian mengeluarkan otak dari kepala hingga berhamburan di lantai dan di sekitar rumah korban. “Kepala korban dipukul menggunakan benda tumpul. Dugaan bendanya ialah tabung gas tiga kilogram. Ini masih kami tangani,” ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Kombes Frans Barung Marenga.

7. Oknum Polisi Mutilasi Dua Anak Kandungnya di Rumah Dinas
Anggota Satuan Intelkam Polres Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar) Brigadir Petrus Bakus membunuh dan memutilasi dua anak kandungnya di rumah dinasnya, Jumat, 26 Februari 2016 dinihari. Brigadir Petrus membunuh dan memutilasi dua anak kandungnya di dalam kamar di rumah dinasnya di Aspol Polres Melawi Gang Darul Falah, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh. Dua anak Brigadir Petrus yakni Fabian (4) dan Amora (3).

Kapolda Kalbar Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto mengatakan, berdasarkan keterangan istri, Brigadir Petrus pelaku kerap marah-marah sendiri di dalam rumah seminggu sebelum kejadian itu. Pelaku mengatakan, dia membunuh dan memutilasi dua anak kandungnya karena mendapat bisikan ghaib. Diduga, pelaku mengidap schizophrenia, yaitu gangguan mental dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah. Keadaan ini pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi, paranoid, keyakinan atau pikiran yang salah dan tidak sesuai dengan dunia nyata.

Baca:   Ahmad Dhani Meminta MUI Haramkan Ahok Masuk Masjid

8. Pembina Pramuka Dibunuh, Mayatnya Dibakar di Bukit Dua Belas
Pembina pramuka, Asbullah (21) dibunuh, mayatnya dibakar di Ai Molili Bukit Dua Belas, perbatasan Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Mayat Asbullah ditemukan warga Dusun Pinyongek, Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muara Sipongi, Mandailing Natal Sumatera Utara, Senin, 1 Februari sekitar pukul 06.30 WIB. Posisi mayat berada di pinggir jalan lintas sumatera (Jalinsum). Dugaan sementara, mayat pembina pramuka tersebut sengaja dibuang setelah dihabisi oleh pelaku.

Mayat warga perumahan Desa Relokasi Muara Sipongi itu pertama kali ditemukan warga Dusun Pinyongek, Parno (30). Namun sebelum ditemukan oleh Parno, warga bernama Yadni (50) sempat mendengar suara bisik-bisik yang diduga suara pelaku pada malam terjadinya pembunuhan. Saat itu, Yadni berada dalam rumahnya dan tidak tahu apa yang dilakukan orang itu. Rumah sekaligus warung milik Yadni tidak jauh dari lokasi penemuan mayat.

Lalu, pagi hari sekitar pukul 06.00 Wib, Yadni menceritakan suara bisik-bisik itu kepada tetangganya Parno. Selanjutnya, Parno melakukan pemeriksaan ke lokasi sumber suara bisik-bisik. Ternyata, di lokasi tersebut ada sesok mayat dalam kondisi mengenaskan. Parno kemudian memberitahukan kepada Yadni dan warga sekitar. Selanjutnya, warga melaporkan penemuan mayat pembina pramuka itu ke polisi.

9. Istri Simpanan Dicor Semen
Seorang istri simpanan bernama Atni dibunuh dan dicor dengan semen di Desa Hujan Mas, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Jenazah wanita 26 tahun itu ditemukan kepolisian terkubur di samping rumah pada Kamis (14/1/2016) sekitar pukul 17.00 Wita. “Banyak yang mengatakan kalau Atni adalah istri simpanan Udin, mereka sudah nikah secara siri. Namun tidak ada keluarga yang mengetahui hal ini,” ujar kerabat Atni, Rahli (35).

Dikatakan Rahli, keduanya memang terlihat sangat akrab selama beberapa tahun terakhir. Atni dan Udin terkesan memiliki hubungan khusus. Bahkan Atni rela menjual emas 25 gram untuk membantu Udin membuka usaha kandang ayam. “Malam sebelum menghilang, Atni sempat mengirim SMS ke salah seorang temannya kalau dia mau menginap di tempat Udin,” papar Rahli.

loading...