Adhyaksa: Jakarta Harus diselamatkan Dari Pemimpin Arogan dan Semana-Mena Seperti Ahok

Ahok-Adhyaksa-Sadiaga Uno

Adhyaksa Dault yang merupakan mantan Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, serta bakal calon gubernur DKI Jakarta untuk Pilkada 2017, mengaku belum mendaftarkan diri ke partai politik untuk mengikuti pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017. “Belum daftar, itu sudah kayak Indonesian Idol,” ujar Adhyaksa di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juni 2016. Adhyaksa mengaku lebih baik menunggu dipanggil partai politik ketimbang mendaftarkan diri.

Tapi ia membuat pengecualian jika mesti berhadapan dengan Gubernur DKI Jakarta saat ini, yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. “Jakarta harus diselamatkan dari pemimpin yang arogan dan semena-mena.” Menurut Adhyaksa, ia memiliki kapabilitas yang cukup untuk menjadi Gubernur DKI. Ia ingin mengembalikan Jakarta sebagai kota yang teguh beriman, bukan kapitalis seperti saat ini. “Saya mantan Menpora. Semua hambatan dan kasus Hambalang sudah saya lalui,” ucap Adhyaksa.

Baca:   Ahok usir perusahaan milik Prabowo, begini tanggapan ketum Gerindra

Sebelumnya, Adhyaksa memutuskan maju menjadi calon Gubernur DKI melalui jalur independen. Pada 14 Mei 2016, ia mengaku telah mengumpulkan 120 ribu salinan kartu tanda penduduk warga DKI Jakarta. Ia menargetkan mencapai 250 ribu salinan KTP hingga akhir Juli 2016, dilansir laman Tempo.co, Sabtu (11/6/2016). Adhyaksa adalah salah satu tokoh yang direkomendasikan Majelis Pelayan Rakyat sebagai calon pemimpin muslim yang layak memimpin Jakarta.

Baca:   Benarkah Ketua KPU Husni Kamil Manik Meninggal Karena dircaun?

Selain Adhyaksa, ada pengusaha Sandiaga Uno, pendakwah Yusuf Mansur, mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan pengacara Yusril Ihza Mahendra.