Agar diterima di negara tujuan, puluhan ribu pengungsi Suriah pindah agama

pengungsi-suriah

Bisa masuk Eropa dan diterima menjadi bagian dari masyarakat mayoritas non muslim akan mendatangkan masalah baru bagi para imigran. Bukan tidak mungkin pindah agama massal seperti yang terjadi di Jerman beberapa waktu lalu juga akan terjadi di negara-negara tujuan imigran lainnya, seperti Inggris.

Sebagaimana dikutip dari BBC, Rabu (9/9/2015), di Jerman, demi mendapatkan jaminan kepastian suaka, ratusan pencari suaka asal Iran dan Afghanistan dibaptis di Trinity Church Berlin. “Sebagian besar (pengungsi) menjadi Kristen bukan karena keyakinan mereka, tapi semata-mata demi mendapatkan suaka. Saya yakin itu,” ujar seorang pengungsi asal Iran, dilansir Pojoksatu.id.

Hanya, lanjut dia, tidak akan ada yang mengakui motivasinya dengan jujur. Sebab, jika mereka mengatakan hal tersebut, para pemeluk Kristen baru itu justru akan langsung dicoret dari daftar pencari suaka. Untuk mengantisipasi serbuan imigran yang mayoritas muslim itu, pemerintah Inggris memperingatkan warganya tidak terlalu berlebihan dalam memberikan bantuan kepada para pengungsi dan pencari suaka asal Syria.

Baca:   Kasihan, Sudah pindah agama demi JK, Revi Mariska justru dicampakkan

Perdana Menteri (PM) David Cameron menegaskan bahwa Inggris akan menampung 20.000 pengungsi Syria. Tapi, mereka akan ditampung secara bertahap dalam waktu sekitar lima tahun. Asosiasi pemerintah lokal mendesak pemerintah dan organisasi-organisasi nonprofit untuk berkomitmen. Sebab, bantuan dan kesepakatan yang kini datang bertubi-tubi itu belum tentu langgeng.

“Mereka yang sekarang membuka pintu harus tetap memegang komitmennya. Mereka harus bisa menjamin keberlangsungan dukungannya, bahkan saat dunia mulai melupakan krisis ini nanti,” tegas asosiasi itu.

Baca:   KPK: Belum Ada Indikasi Korupsi dalam Kasus Sumber Waras
loading...