Agus Akan Beri Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 1 Miliar ke Tiap RW, Begini Sindiran Halus Ahok

ahok-gubernur-dki

Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama tidak setuju dengan program bantuan langsung tunai (BLT) yang disampaikan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai lawan di Pilkada DKI. Menurut Ahok, pemberian BLT tak sesuai dengan amanat yang termaktub dalam Pancasila.

“Karena sila ke lima kita keadilan sosial, bukan bantuan sosial,” ujar Ahok disela-sela kampanyenya di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, dikutip dari rimanews.com, Rabu (23/11/2016).

Baca:   Ahok: Kumpulkan Saja 3 Juta KTP Untuk Tolak Saya, Nggak Apa-Apa!

Memberikan dana segar secara langsung buat warga, kata Ahok, sangat rentan disalahgunakan. Sebab sudah menjadi rahasia umum bila BLT yang penah digagas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kerap disalahgunakan oknum tak bertanggung jawab.

“Kan bisa saja, RT/RW nilep tuh duit. Malahan warga yang miskin tidak pernah dapat,” ungkap Ahok.

Dia menyatakan, lebih memilih mempersiapkan bantuan langsung ke lima program. Salah satu contohnya program pendidikan gratis melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang bisa dirasakan semua lapisan masyarakat. “Kalau keadilan sosial, orang yang demo saja boleh terima KJP saya. Kalau bantuan kan enggak, siapa yang saya suka saja, yang bisa terima,” ungkapnya.

Baca:   Djarot Sebut PDI-P Berpeluang Usung Risma di Pilkada DKI 2017

Ahok membuktikan ucapannya dengan sistem kesehatan yang kini sedang berjalan. Dia memastikan siapa pun orangnya, pasti akan mendapat jaminan kesehatan. “Mau pilih saya atau tidak tetap saja dapat bantuan kalau masuk ke rumah sakit toh? Itu keadilan sosial,” tegas Ahok.

Agus pada pidato kampanyenya menyatakan akan mengalokasikan dana Rp 1 miliar per tahun untuk RT/RW di Jakarta jika dirinya terpilih. Anggaran jumbo itu diperuntukan sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk pemberdayaan komunitas di lingkungan.

loading...