Ahmad Dhani: Partai islam yang dukung Ahok partai abal-abal

Ahmad Dhani

Semenjak dirinya menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta, nama Ahmad Dhani semakin sering dibicaran oleh media. Apa lagi Ahmd Dhani jadi sering mengeluarkan penyataan-penyataan yang kontroversial dan bikin lawan politiknya meradang. Setelah sebelumnya Dhani mengatakan bahwa partai yang mendukung Ahok sebagai penjilat, kali ini Ahmad Dhani bahwa parti islam yang mendukung Ahok adalah partai abal-abal.

“Kalau ada partai berbasis Islam yang bilang dia mendukung Ahok untuk kepentingan rakyat, itu hoax. Partai abal-abal itu,” kata Dhani saat mengunjungi Sandiaga Uno, Jumat (25/3/2016). Dhani menanggapi pernyataan Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas yang mengatakan bahwa Ahok merupakan salah satu nama yang dilirik PKB. Dhani menilai, Muslim seharusnya memilih pemimpin yang Muslim juga.

Baca:   Ahok Buka-Bukaan Soal Sumber Dana Penertiban Kalijodo

Ia mengatakan, hal ini sudah jelas tercantum dalam Al Quran Surat An Nisa ayat 144. Dengan demikian, Dhani pun meragukan partai Islam yang mau mendukung Ahok berdasarkan aspirasi para pendukungnya. “Kalau partai Islam mau dukung Ahok, ya harus tanya dulu, dong, ke pendukungnya. Tanya fatwanya. Kalau PKB, ya tanya ke kiai NU; PAN, tanya fatwa ke Ketua Muhammadiyah,” ujar Dhani.

Baca:   PKB dukung Ahok, Ahmad Dhani gigit jari?

Ia mengatakan, partai berbasis Islam sebaiknya menyurvei pendukungnya, apakah mereka mau memilih non-Muslim sebagai pemimpin. Sementara itu, untuk partai yang bukan berbasis Islam, Dhani mengatakan, mereka tidak mempertimbangkan agama dalam sosok seorang pemimpin. Dhani merujuk pada Partai Hanura dan Partai Nasdem yang sudah menyatakan dukungannya untuk Ahok.

“Kalau Hanura, Nasdem, itu ya beda kepentingannya, nasionalis. Kalau Nasdem, ya jangan ditanya, wong TV-nya ada bahasa China-nya,” kata Dhani, dikutip dari Kompas.com. Ahmad Dhani, yang merupakan seorang musisi, berencana maju dalam Pilkada DKI 2017 melalui PKB. PKB yang memiliki enam kursi di DPRD DKI Jakarta saat ini belum memutuskan calon dan partai untuk berkoalisi.

loading...