Ahok akan kerahkan 7000 Polisi dan Satpol PP gusur Kalijodo

Gubernur-Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok akan mengerahkan 7000 Polisi dan juga Satpol PP untuk melakukan penggusuran kawasan prostitusi Kalijodo, Jakarta pada Senin 29/2/2015. Penggusursan kawasan Kalijodo, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara akan dilakukan pada Senin, 29 Februari 2016. Penentuan waktu pembongkaran itu sudah sesuai dengan Surat Peringatan (SP) 1 kepada warga Kalijodo.

Selain itu, waktu penggusuran sudah sesuai dengan rapat koordinasi yang dilakukan bersama Sekretaris Daerah (Setda) DKI Jakarta dan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Persiapan kami sudah matang. Nanti Senin tanggal 29 Februari akan kami ekseskusi semua bangunan yang ada di sini,” ujar Sekda DKI Jakarta Saefullah di Kalijodo Jakarta, Sabtu (20/2/2016).

Baca:   Kriminolog UI: Penggusuran Kalijodo tidak melanggar HAM

Saefullah menjelaskan, pada penertiban nanti itu pihaknya akan menerjukan sebanyak 7.000 personil keamanan. Terdiri dari 4.000 Satpol PP dan 3.000 polisi. Targetnya nanti seluruh bangunan diratakan atau dibongkar. Kecuali tempat ibadah umat Islam dan Kristen. “Untuk tempat ibadah, nanti ada tim khusus untuk relokasinya kemana. Dan bangunanya seperti apa,” sambung dia.

Sebelumnya diketahui, pemberian SP dilakukan beberapa tahap. Untuk SP 1 diberikan waktu selama tujuh hari, SP 2 selama dua hari, dan SP satu hari yang kemudian akan dilakukan bongkar paksa jika warga masih saja menolak pindah.

Baca:   Dikira Gay, Ibu Tega Bunuh Anak Balitanya

1000 PSK bugil siap halau penggusuran di Kalijodo

Sedikitnya 1.00 PSK di Kalijdo Jakarta siap menghalau petugas jika Pemerintah DKI Jakarta ngotot menggusur lokalisasi di wilayah itu. Hal tersebut ditegaskan kuasa hukum warga Kalijodo, Razman Arif Nasution. Razman menegaskan, para PSK itu akan melawan petugas dengan cara berbeda. “Kalau terjadi penggusuran, PSK urat malunya sudah tutup. Mereka bisa saja telanjang 1.000 orang,” ujar Razman, dikutip dari Pojoksatu.id, Minggu 22/2/2016.

Razman juga membantah berita yang menyebutkan ada 36 warga Kalijdo yang bersedia pindah ke rumah susun (rusun). Selain itu, Razman juga membantah kabar yang menyebutkan Daeng Azis mengancam warga yang bersedia pindah dari Kalijdo. “Beliau bukan preman,” imbuh Razman. “Pak Daeng Azis menyerahkan sepenuhnya kepada warga Kalijodo,” tambah Razman.

Baca:   Cerita Tragis Bocah 15 Tahun Gorok Adiknya di Ciledug Karena Perintah Jin Botak

Sementara itu, Sabtu (20/2/2016), aparat gabungan TNI dan Polri telah melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) di Kalijodo. Usai operasi tersebut mereka juga memasang CCTV untuk memantau keamanan di kawasan tersebut. Pemerintah DKI Jakarta telah mengeluarkan SP-1 untuk warga Kalijdo. Pemerintah DKI memberikan pilihan kepada warga untuk pindah ke rusun. Sebab, Pemerintah DKI Jakarta tidak akan membatalkan rencananya untuk menggusur lokalisasi di Kalijdo.

loading...