Ahok dapat ide bongkar sabotase kulit kabel yang bikin banjir Istana dari wartawan

Sampah kulit kabel pemicu memicu genangan banjir di JL Merdeka. Foto: Antara

Sampah kulit kabel pemicu memicu genangan banjir di JL Merdeka. Foto: Antara

Beberapa hari ini kita dikejutkan dengan ditemukannya sejumlah tumpukan kulit kabel di selokan area jalan ring 1, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Tidak main-main, kulit kabel yang dituding sebagai penyebab terjadinya genangan ada sebanyak 12 truk saat diangkut ke permukaan oleh para petugas kebersihan DKI.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui mendapat ide untuk membongkar dugaan sabotase kabel yang memicu banjir jalanan kawasan ring 1 Istana itu dari wartatawan. “Saya dapat ide ini dari wartawan juga yang nanya Jalan Merdeka Utara tenggelam. Saya pikir mana mungkin ring satu ini tergenang, makanya saya curiga dan ternyata benar ada kabel,” kata Ahok, sapaan karibnya saat ditemui di Balai Kota DKI, Rabu (2/3/2016).

Baca:   PDIP: Ahok Bagi Kami Bukan Siapa-Siapa!

Ahok menegaskan telah meminta Dinas Tata Air DKI melaporkan temuan kulit kabel yang menutupi saluran air itu ke Polda Metro Jaya untuk diproses secara pidana. “Dinas PU Tata Air sudah lapor polisi,” tegas dia, dikutip dari Rimanews.com. Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian telah membentuk tim khusus menyelidiki temuan kabel yang ada di selokan kawasan Jalan Merdeka yang memicu genangan di kawasan ring 1 Istana Negara, Jakarta Pusat.

Baca:   Lulung Lunggana: Ahok itu bukan Gubernur Jakarta!

“Ya kita sedang membentuk tim dari Ditkrimsus PMJ bersama dengan dari sudin tata air, PLN untuk melihat apakah ini barang lama atau barang baru,” kata Tito, dalam acara peresmian lapangan parkir Polda Metro Jaya, hari ini. Tito melanjutkan PLN sudah mengambil kabel tersebut guna diteliti. “Sampelnya sudah diambil oleh PLN, nanti juga kita ambil, kita bandingkan apakah ini sampelnya barang lama. Kan ada mereknya itu,” ungkap Kapolda.

Sempat beredar kabar jika kabel tersebut merupakan sabotase oknum tertentu. Namun Kapolda menampik hal itu. “Belum sampai ke sana, kita masih dalam tahap penyidikan, lagi jalan sekarang (penyelidikan). Ada pasal pidananya,” tandas jenderal polisi bintang dua itu.