Ahok: Fadli Zon, lain kali kalau foto di belakang Donald Trump, enggak usah cengar-cengir begitu, malu-maluin tuh!

Ahok

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menekankan kepada semua pihak bahwa pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2014 sudah sesuai prosedur. Oleh karenanya, Basuki meminta kepada masyarakat untuk tidak percaya begitu saja dengan pernyataan pihak-pihak yang tidak berkepentingan, salah satunya dari Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

“Aduh, Fadli Zon lo dengar,” kata Ahok di Balai Kota, Jumat (11/3/2016). Dalam pembelian lahan RS Sumber Waras, Ahok menyebutkan bahwa KPK sudah meminta Badan Pemeriksa Keuangan untuk melakukan audit investigatif. Hasil audit telah diserahkan ke KPK, dan saat ini lembaga anti korupsi itu sedang berusaha mengumpulkan dua alat bukti.

Baca:   Teman Ahok Berhasil Kumpulkan 1 Juta KTP, Iwan Fals dan Netizen Lebih Milih Fokus Ke Monas

Atas dasar itu, Ahok menyebut, jika Fadli Zon tak puas dengan kinerja KPK, seharusnya ia meminta Komisi III untuk memanggil KPK. “Jadi, suruh Fadli Zon yang terhormat, Wakil Ketua DPR RI ini, nanti mungkin bisa kasih tahu kepada KPK, korupsinya Si Ahok tuh lebih besar begitu. Temuannya ya sampaikan, dong,” ujar Ahok, dikutip Kompas.com.

Ahok terlihat kesal dengan komentar Fadli dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras itu. Ia lalu menyinggung momen saat Fadli selfie dengan bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, dalam kunjungan Fadli pada tahun lalu ke AS. “Bilangin, lain kali kalau foto di belakang Donald Trump, enggak usah cengar-cengir begitu, bilang. Malu-maluin tuh mukanya tuh, lo bilangin,” kata Ahok.

Baca:   Sosok 'Malaikat Pencabut Nyawa' Yang Paling ditakuti ISIS

Fadli mempertanyakan langkah Pemprov DKI yang membeli tanah RS Sumber Waras hingga Rp 755 miliar pada 2014. Fadli menganggap, dana tersebut bisa digunakan untuk membangun empat rumah sakit setingkat rumah sakit umum daerah (RSUD). “Untuk apa, kenapa hanya beli tanahnya saja sampai Rp 755 miliar? Kalau ada penyalahgunaan, korupsi ini grand corruption,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Kamis (10/3/2016).