Ahok sebut butuh Rp 100 miliar jika dicalonkan Partai Politik

Ahok

Untuk bisa menjadi menjadi calon gubernur DKI Jakarta, dibutuhkan uang sebesar Rp 100 miliar, demikian menurut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Basuki yang akrab disapa Ahok ini memaparkan alasannya maju melalui jalur independen. Selain tidak ingin mengecewakan relawannya, Teman Ahok, dia mengatakan kalau maju melalui partai politik membutuhkan biaya yang besar.

“Karena partai harus menggerakkan mesin partai,” kata mantan Bupati Belitung tersebut di Balai Kota, Jakarta Pusat, dikutip Tribunnews.com, Kamis (10/3/2016). Ahok merinci biaya yang dibutuhkan, andai maju melalui partai politik. “Setiap kelurahan ada satu pengurus. Per bulan Rp 2 juta untuk operasional belum tentu cukup, sewa mobil bisa Rp 5 juta. Rp 10 juta sudah biaya yang minim,” imbuh Ahok.

Partai politik, kata Ahok, memang tidak meminta mahar. Namun, meminta kader tingkat kota kecamatan (cabang) dan desa (ranting) untuk bergerak. “Kalau satu bulan Rp 19 juta di 267 kelurahan, dan itu belum kota kecamatan, itu bisa Rp 2,67 miliar satu bulan,” ungkap Ahok. Sehingga, karena sudah memulainya sejak sepuluh bulan sebelum Pilkada, ucap Ahok, dibutuhkan biaya berkisar Rp 26 miliar untuk pasangan calon yang maju di Pilkada.

“Itu baru satu partai. Kalau dua partai dukung kamu, semua minta digerakkan mesin partainya, bisa-bisa Rp 100 miliar tidak cukup untuk mencalonkan diri jadi gubernur DKI,” ucapnya. Oleh karena itu, Ahok mengatakan dana yang dimilikinya saat ini belum cukup untuk maju melalui jalur partai politik. “Harta saya dikumpulin, dijual semua, ya kayaknya pas-pasan kalau segitu. Tidak deh, lebih baik saya tidak maju partai kalau begitu,” tegasnya.

loading...