Ahok: Sudahlah Pak Lulung Bulan Puasa Jangan Fitnah Masuk Neraka

ahok-ahji-lulung

Hubungan Haji Lulung dan Ahok, Gubernur DKI Jakarta, kembali memanas. Hal itu karena pernyataan Lulung yang menuduh Ahok membongkar dugaan korupsi di APBD hanya untuk tujuan pencitraan demi pemilihan Pilkada DKI 2017. Terkait tuduhan itu, Ahok pun meminta Haji Lulung untuk bisa membuktikan harta kekayaan yang diperolehnya selama ini, termasuk mobil mewah Lamborghini miliknya.

“Kalau saya dibilang pencitraan, orang-orang pasti lihat rekam jejak. Berani enggak Pak Lulung buktikan harta kamu, pajak yang sudah kamu bayar, dan gaya hidup kamu,” kata Basuki seusai meninjau makanan berbuka di Pusat Jajanan Benhil, Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Minggu 28 Juni 2015. Baca juga [Ahok Akan Pecat 40-60 Persen Pegawai Pajak Yang Ngeyel dan Suka ‘Main Mata’]

Baca:   Rasis, Ketua DPRD DKI Samakan Ahok Dengan Pedagang Glodok

Basuki lalu menyinggung mobil Lamborghini yang pernah dibawa Lulung saat pelantikan anggota DPRD DKI periode 2014-2019. Basuki mengatakan, berdasarkan keterangan Polda Metro Jaya, mobil mewah yang dikendarai Lulung itu tidak memiliki kelengkapan surat. Apabila tidak memiliki surat legalitas, Lulung tidak membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Baca:   Ditagih Janji Terjun dari Puncak Monas, Politisi Gerindra Mulai car-cari Alasan

“Harga mobil Lamborghini-nya belasan miliar, tetapi bayar pajak enggak tuh? Terus kalau dia bilang Lamborghini-nya pinjam orang, berarti dia (Lulung) kena gratifikasi. Ngapain pejabat dipinjami barang mewah,” kata Basuki. “Sudahlah Pak Lulung enggak usah asbun (asal bunyi). Bulan puasa jangan fitnah, orang yang kerjaannya fitnah itu masuk neraka,” kata Basuki sambil masuk ke dalam mobil.

Sebelumnya, Lulung menilai Basuki sulit memikat warga Jakarta pada Pilkada DKI 2017. Dia menilai tak ada kemajuan yang didapat oleh Basuki selama memimpin Jakarta. Ia bahkan membantah anggapan yang menyatakan Basuki berhasil memberantas korupsi di lingkungan birokrasi DKI Jakarta. “Apa yang dilakukan Ahok bukan semata-mata tulus untuk membongkar kasus korupsi. Pak Ahok terlihat jelas dalam persoalan memberantas korupsi ini mencari pencitraan,” ujar Lulung.

Baca:   Video Keceplosan, Lulung Sebut Audit BPK Tidak Ada Yang Tidak Bohong Bikin Heboh

Lulung menilai Basuki yang sebenarnya harus bertanggung jawab atas adanya dugaan korupsi dalam APBD DKI Jakarta. Pasalnya, hal ini terjadi saat Basuki menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI.

loading...