Akhir cerita Kalijodo, 3 kelompok keok lawan Ahok

ahok

Kalijodo kini hanya tinggal cerita setelah lokalisasi tersebut diratakan dengan tanah oleh Pemprov DKI pada Hari ini, Senin 29/2/2016. Berbeda dengan penyelesaian Kampung Pulo, cara penyelesaian Kalijodo tidak begitu gaduh. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sepertinya belajar banyak dari kasus penertiban Kampung Pulo. Padahal, menggusur lahan negara yang diduduki warga, apalagi telah berlangsung puluhan tahun, bukan perkara gampang.

Selain perlawanan, juga akan terlalu banyak penumpang gelap yang ikut bermain. Dengan ragam motif tentu saja. Setidaknya ada 3 kelompok kepentingan yang menjadi penghalang pemerintah dalam melakukan penertiban bangunan. Beruntung, 3 kelompok ini keok melawan Ahok. Kelompok kepentingan pertama, yakni penuh dengan motif politik. Akan banyak kontender politik yang siap-siap menembakkan peluru. Ikut rusuh dan memperkeruh keadaan. Berharap mampu meruntuhkan pamor incumbent Ahok dan berharap dapat muntahan point positif dari publik.

Baca:   Surya Paloh ke Ahok: Kalau Salah, Ya Akui Salah!

Kelompok kedua, yakni para preman penguasa lahan haram yang selama ini mendapat setoran. Upeti atas jasa keamanan wilayah ini sudah cukup memperkaya diri para centeng ini. Mereka bergelimang uang dengan sewa ‘lapak’ tak halal. Kelompok ketiga, berkolarobasi dengan yang kedua, menikmati setoran hanya dengan sikap pembiaran dan pura-pura tidak tahu. Atau seperti memberi legalitas di atas lahan tidak legal. Ini pada gilirannya mempersulit proses relokasi karana merasa bayar sewa resmi.

Baca:   Pengakuan Mengejutkan Kekasih Kopilot GermanWings

Oleh Gubernuh Ahok, praktek gelap ini dibumi hangus. Beraliansi dengan aparat dan high level di pusat, Ahok punya nyali membabat habis praktek ilegal berikut para bekingnya. Sikapnya yang bebas kepentingan dan berorientasi solusi atas relokasi, membuat upaya penggusuran jadi berpihak kepadanya. Memimpin Jakarta harus punya nyali dan menguasai materi. Harus punya tingkat kecerdasan hati dan ketegasan sikap di atas rata-rata menghadapi kejamnya Jakarta.

Baca:   Baru diresmikan Jokowi, Tol Cikopo-Palimanan Sudah 30 Kecelakaan

Kini, Kalijodo sudah luluh lantak dan tinggal cerita. Penertibannya pun berlangsung aman dan lancar. Tak ada perlawanan dari warga maupun PSK. “Sejauh ini situasi kondusif, pembongkaran sudah mulai berlangsung dengan aman dan lancar,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal, dilansir oleh laman Pojoksatu.id, Senin 29/2/2016. Tidak ada hambatan selama proses penertiban berlangsung. Hanya ada sekelompok orang yang masih bertahan di dalam bangunan.

“Ada satu kelompok yang bertahan, itu sudah diimbau untuk keluar oleh pihak

loading...