Aksi tanpa rasa takut AKBP Untung, sosok penumpas teroris Sarinah

Untung-Sangadji-Hendro

Untuk ke sekian kalinya Jakarta kembali diguncang bom yang dilakukan oleh para teroris. Aksi peledakan bom itu berada di sekitar Gedung Sarinah di ujung perempatan Jalan MH Thamrin-Jalan Kebon Kacang-Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Dalam aksi teror itu, 7 orang tewas, 5 diantaranya adalah pelaku teror bom dan 2 penduduk sipil. Dibalik serangan bom yang mencekam itu, baku tembak layaknya film Hollywood pun terjadi. Para pelaku serangan bom yang masih ada di lokasi dengan terang-terangan berani melawan anggota polisi yang saat itu sudah berada di lokasi kejadian.

Dalam batu tembak itu, ada sesosok pria berbaju putih dengan tanpa rasa takut terlibat dalam aksi tembak layaknya dalam film itu. Pria berbadan tegak dengan rambut cepak itu sempat tertangkap kamera sedang mengacungkan pistol siap menembak di antara semak-semak pinggir gedung Djakarta Theater, kawasan Sarinah.

Awalnya banyak yang menduga bahwa orang berbaju putih itu adalah anggota teroris. Namun, ternyata sosok misterius itu bukan anggota teroris, melainkan anggota polisi yang sedang berjibaku dalam adu tembak dengan para pelaku teror, dilansir Rimanews.com. Laki-laki itu diketahui bernama AKBP Ir Untung Sangadji Hendro dengan jabatan terakhir Perwira Menengah Pusat Pendidikan Lembaga Pendidikan Polisi (Pusdik Lemdikpol) Polri. Aksi heroik Untung berhasil melumpuhkan anggota teroris dalam baku tembak jarak dekat.

Baca:   Tidak hormat bendera, Jusuf Kalla jadi perbincangan di sosial media

Keberanian perwira berpangkat melati dua itu dan anggota kepolisian lainnya berhasil menumpas lima teroris yang mengguncang jantung ibu kota siang tadi. Tercatat dari lima teroris itu, dua di antaranya tewas saat melakukan aksi bom bunuh diri meledakan Pospol Sarinah dan Starbucks Jakarta Theater. Adapun tiga pelaku lainnya tewas dalam baku tembak di depan kedai Starbucks.

Pola serangan yang dilakukan kelompok teroris di Sarinah ini baru pertama kali terjadi di Indonesia. Pola serangan sporadis seperti ini merupakan pola serangan bunuh diri dengan target korban sebanyak mungkin. Para pelaku teror pun terlihat memiliki kemampuan tempur terlatih serta memiliki nyali sangat besar. Pelaku sangat percaya diri saat melakukan aksinya hingga berhasil meledakkan pos polisi dan memberondongkan tembakan pada kerumunan massa serta polisi.

Baca:   Dibela Fadli Zon Mati-Matian, Kini Penghina Jokowi Jadi Pedofil

Namun, lewat aksi heroik AKBP Untung dan rekan-rekannya, kepolisian berhasil menunjukkan Indonesia tidak semudah itu diguncang aksi terorisme. Akhir cerita, kelima teroris bisa digulung polisi dan ditembak mati. Habatnya lagi, semua adegan itu ditonton masyarakat umum persis hanya dari seberang jalan tanpa penghalang apa pun. Meski demikian, duka yang terjadi kamis pagi ini tak bisa dihapus begitu saja. Seluruh rakyat Indonesia terhenyak dan miris atas tragedi yang terjadi di jantung ibu kota itu.