Aliran Panjalu Siliwangi Larang Pengikutnya Puasa, Halalkan Seks Bebas

Aliran-Panjalu-Siliwangi

Semakin maju zaman, aliran kepercayaan pun semakin tumbuh dan berkembang. Salah satunya yang kini masih menjadi perdebatan adalah Aliran Panjalu Siliwangi. Aliran ini kini mulai muncul kembali di Cariu, Bogor, Jawa Barat. Jika saat ini umat muslim sedang menjalan ibadah puasa, maka Aliran Panjalu Siliwangi justru melarang pengikutnya untuk menjalankan puasa dan justru menghalalkan seks bebas. Para pengikutnya boleh melakukan hubungan badan, meski sudah memiliki suami atau istri.

Kemunculan aliran sesat ini sontak membuat geger warga Kampung Pasirpeuteuy, Desa Karyamekar, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Mereka menilai, penyimpangan ajaran ini sangat jelas karena melarang pengikutnya melaksanakan puasa. Warga yang geram dengan kebangkitan alirsan sesat itu langsung mengusir kelompok yang dipimpin Agus Sukarna tersebut. Warga menyeret sang pimpinan ke Kantor Kecamatan Cariu.

Baca:   Istri Sedang Bugil Dengan Brondong, Ketahuan Suami, Ternyata Mereka Lagi Beginian...

“Ratusan warga memenuhi kantor dan meminta Agus dan pengikutnya diusir dari Cariu,” kata Camat Cariu, Didin Wahidin, seperti dilansir Metropolitan.id, Rabu (8/6/2016). Setelah dilakukan mediasi, kata Didin, Agus dan kelompoknya tidak mau bertobat dan memilih keluar dari Cariu, Bogor. “Mereka menyanggupinya,” imbuhnya. Dalam menjalankan aksinya, aliran ini mengubah dua kalimat syahadat dalam Alquran. Nama Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul diganti dengan nama guru mereka yakni Pangeran Bagja Rosulullah.

Mereka juga menyebut syahadat mereka dengan sebutan syahadat Bogor. Selain itu, ajaran ini membolehkan pengikut mereka untuk tidak salat dan berpuasa. “Ajaran ini melarang berpuasa karena ibadah puasa menurut mereka perbuatan yang menyiksa diri dengan tidak makan dan minum,” jelas Didin. Yang lebih berbahaya, kata Didin, ajaran ini mensahkan berhubungan suami istri dengan pasangan lain sesama pengikut ajaran Pajajaran Panjalu Siliwangi.

Baca:   Kedapatan cium mesra unta, wanita Arab Saudi diceraikan suami

“Harus diwaspadai dan jadi penga­wasan kita agar ajaran-ajaran seperti ini tidak bermunculan lagi,” harapnya. Menurut Didin, pengikut ajaran Pajajaran Panjalu Siliwangi bukan warga Cariu. Mereka merupakan pengikut lama dan di Cariu, Didin hanya menemukan satu warganya yang menjadi kor­ban. “Saya imbau warga serta kepala desa dan RT RW untuk selalu mewaspadai warga pendatang agar aliran sesat dan menyesatkan se­perti ini tak lagi bermunculan,” katanya.