Anak 11 Tahun Lahirkan Bayi, Anak dari Pacar Ibunya

foto-bayi-mungil

Sungguh memilukan apa yang dialami oleh gadis 11 tahun ini. Pada usia 10 tahun, ia diperkosa oleh pacar ibunya dan kini ia sudah melahirkan bayi. Ia melahirkan pada hari Kamis 13 Agustus 2015 di Rumah Sakit Asuncion, Paraguay. Menurut berita yang dilansir oleh AFP, gadis tersebut melahirkan dengan cara operasi caesar. Menurut dokter yang memonitor kehamilan gadis tersebut, bayi lahir dengan selamat.

Bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dengan berat 3,5 kg. Anak perempuan ini menamai bayinya Milagros, yang berarti mukjizat dalam bahasa Spanyol. “Anak itu akan tetap di bawah pengamatan selama 72 jam,” kata Castellanos, dikutip dari Detik, Jumat 14 Agustus 2015. Direktur Rumah Sakit Palang Merah Mario Villalba menjelaskan, operasi caesar terhadap anak ini berlangsung sukses tanpa kendala seperti operasi caesar lainnya. Perbedaannya hanya soal usia.

Baca:   Daftar besaran UMK Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur 2016

Ketika ditanya apakah nantinya anak ini bisa menyusui bayinya atau tidak, Villalba tak mau berspekulasi. “kita akan melihat bagaimana dia melakukannya sebagai seorang ibu,” ucapnya. Ayah bayi itu Gilberto Martines Zarate (42) ditahan sejak Mei lalu dan sedang menunggu persidangan atas tuduhan pemerkosaan tersebut. Dia terancam hukuman antara 12-15 tahun penjara jika nantinya terbukti bersalah.

Ibu anak ini juga ditahan karena dianggap mengabaikan saat kasus perkosaan tersebut terjadi. Namun dia diizinkan untuk mengunjungi anaknya itu selama masa kehamilan. Kasus ini sendiri menyebabkan kegemparan di negara tradisional Katolik ini, bahkan hingga ke luar negeri. Hal itu lantaran pemerintah setempat menolak membiarkan anak itu melakukan aborsi.

Baca:   Dimata SBY, Tito Karnavian Adalah Sosok Yang Luar Biasa

Aborsi dianggap illegal di Paraguay, kecuali jika kehidupan ibu yang hamil dianggap berada dalam bahaya. Para ahli PBB sendiri telah mengkritik pemerintah Paraguay karena menolak untuk mempertimbangkan aborsi. UNICEF mengatakan anak perempuan di Paraguay tidak dilindungi dari predator seksual. Amnesty International sendiri telah menyerukan agar pemerintah mencabut undang-undang anti-aborsi yang ketat di negara itu.