Asuransi Mirna Rp 68 miliar, Jessica ngaku jadi korban konspirasi keluarga Wayan Mirna

jessica-kumala-wongso

Tersangka tewasnya Wayan Mirna Salihin usai minum ‘kopi sianida’ di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jessica Kumala Wongso, mengaku bahwa dirinya menjadi korban konspirasi keluarga Wayan Mirna. Melalui pengacaranya, Yudi Wibisono, Jessica mengaku mencium adanya upaya kesengajaan dalam kasus pembunuhan Mirna dengan menuduh dirinya sebagai palaku pembunuhan tersebut.

Menurut Yudi, jika Mirna tewas dibunuh, maka akan cair dana $ 5 juta atau sekitar Rp 68 miliar dari negara luar sebagai bentuk asuransi jiwa. “Infonya, Mirna punya asuransi jiwa di luar negeri. Nilainya sekitar $ 5 juta. Itu bila Mirna tewas dengan motif dibunuh,” katanya saat dikonfirmasi Jumat (4/3/2016). Sejauh ini, kata Yudi, hanya Jessica yang disasar sebagai pelaku. Padahal, bisa saja ada orang lain yang membunuh. “Itu tidak menutup kemungkinan,” tambah dia.

Menurutnya, bila Mirna benar diracun dengan zat sianida, dia akan tewas dua jam setelah menenggak kopi beracun itu. “Kalau sianida, diminum pukul 16.00, matinya pukul 18.00 WIB. Kalau secepat itu, maka Mirna kemungkinan punya penyakit lain,” sambungnya. Meski begitu, Yudi menuturkan, sejauh ini usai ditolak praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pihaknya fokus ke pokok perkara di persidangan.

“Tapi yang pasti kami santai saja. Nanti ketahuan juga kalau ada rekayasa dari polisi. Kasihan Jessica kambing hitam saja,” tuntasnya, dilansir dari Pojoksatu.id. Diketahui, Jessica adalah tersangka pembunuhan berencana terhadap Mirna. Mirna tewas usai menyedot es kopi bercampur sianida di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, 6 Januari lalu. Jadi, siapa dalang dibalik tewasnya Wayan Mirna?

loading...