Banyak pengamat sok tau tentang kasus Mirna

Jessica Kumala Wongso (KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

Jessica Kumala Wongso (KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

Banyak sekali pengamat yang ikut-ikutan mengomentari kasus kematian Mirna secara asal-asalan, demikian kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Komisaris Besar Polisi Krishna Murti. “Pengamat kan katanya-katanya, padahal hanya beberapa menit menyimak dari berita,” kata Krishna, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Menurut Krishna, banyak di antara pengamat yang berbicara di media itu bersikap sok tahu tetapi tidak benar-benar tahun proses kasus yang berjalan. Dia pun meminta semua pihak tidak memolemikkan tersangka, alat bukti dan motif pembunuhan Mirna yang menjerat rekan korban Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka.

Baca:   Disebut JK Terlalu Sering Minta Maaf, Ahok: Saya Nggak Mau Komentar, Panjang Nanti Urusannya

“Kami menyelidiki komprehensif, tidak satu sisi tapi banyak sisi, berulang ulang, ke-TKP, kami tunggu di pengadilan,” tegas Direskrimum Polda Metro itu, dilansir Rimanews.com. Krishna menolak memberikan informasi kepada wartawan karena segala alat bukti dan keterangan ahli maupun saksi akan dibuka di pengadilan.

Kendati demikian, dia belum memastikan kapan kasus ini akan dilimpahkan ke pengadilan.
“Sekarang tugas kami tidak untuk didiskusikan, dipolemikkan, karena yang kami miliki hanya bisa disampaikan di pengadilan,” tegas perwira polisi berpangkat melati tiga itu.

Baca:   Tayangkan berita Hoax soal bom Sarinah, TV One dibully netizen

Jessica ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Mirna Jumat pekan lalu dan ditahan sejak Sabtu pekan lalu setelah melewati pemeriksaan 13 jam. Mirna kejang-kejang kemudian meninggal dunia setelah meminum kopi yang diduga dicampur senyawa sianida di sebuah kafe di Jakarta pada 6 Januari.