‘Baper’, Taufik Curhat Banyak Yang Doain Dirinya Masuk Penjara

Taufik Gerindra

Banyak yang mendoakan dirinya masuk penjara karena kasus suap raperda reklamasi Teluk Jakarta, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik curhat. Sayangnya Taufik tidak menyebut siapa yang menginginkan dirinya masuk penjara. Taufik menyampikan unek-uneknya itu saat memberi sambutan dalam Rapat Kerja Daerah Partai Gerindra yang diselenggarakan di Gedung Joeang, Jakarta Pusat, pada Minggu (8/5/2016).

“Ini banyak yang doain saya masuk penjara. Cita-citanya menggantiin saya sebagai Ketua DPD, tetapi insya Allah, Allah berkata lain,” ujar Taufik, dikutip dari Kompas.com, Senin (9/5/2016). Taufik mengaku tidak mengambil pusing walaupun tahu ada yang berharap dirinya mendapat hal buruk. Ia malah mendoakan yang terbaik bagi orang yang mengharapkan dirinya masuk penjara.

Baca:   Suap Perda Reklamasi, Ahok: KPK Berpikir Eksekutif Ikut 'Main'

“Saya doakan saja orang yang mendoakan saya masuk penjara, dia bisa kembali ke jalan yang benar,” kata Taufik. Taufik sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus suap reklamasi Teluk Jakarta. Taufik diperiksa selaku Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta. Hingga saat ini, KPK masih mendalami kasus suap yang melibatkan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi.

KPK terus memanggil beberapa pihak, baik pejabat di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, DPRD DKI, maupun perusahaan pengembang yang diduga mengetahui perkara suap dalam proyek reklamasi tersebut. Kasus ini bermula saat KPK menangkap tangan M Sanusi di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, seusai menerima uang pemberian dari Presdir PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja. Ia diduga menerima suap secara bertahap yang jumlahnya mencapai Rp 2 miliar.

Baca:   Hebat! TNI Puncaki Kejuaraan Menembak di Australia

Suap tersebut diduga terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara. Selain Sanusi, KPK juga telah menetapkan Ariesman Widjaja dan Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro sebagai tersangka.