Bareskrim bidik Ahok dalam kasus korupsi UPS

ahok-ahji-lulung

Bareskrim Polri terus melakukan pengembangan penyelidikan terkait korupsi UPS. Pengembangan penyidikan dilakukan untuk mencari tersangka baru kasus korupsi pengadaan 49 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) di sejumlah sekolah di DKI Jakarta. Untuk menetapkan tersangka baru, penyidik Bareskirm akan memanggil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pada Kamis 25/2/2016 besok

“Informasi yang saya dapat dari penyidik benar akan periksa Pak Gubernur untuk diminta keterangan sebagai saksi terkait kasus UPS,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Agus Rianto di Mabes Polri, dilansir Rimanews.com, Rabu (24/02/2016). Mengenai apakah Ahok akan memenuhi pemeriksaan? Agus mengatakan masih menunggu konfirmasi. Pemanggilan Ahok, dijelaskan Agus, merupakan hasil penyidikan para tersangka lainnya yaitu mantan Kasudin Dikmen Jakarta Barat, Alex Usman dan dua anggota DPRD RI periode 2009-2014, Fahmi Zulfikar dan M Firmansyah.

“Pemeriksaan Polri dalam rangkaian penyidikan bisa satu atau dua kali, penyidik akan lihat, kami inginkan sekali bisa selesai, prinsip penanganan perkara tak berbelit-belit namanya berproses banyak pihak untuk diklarifikasi,” ujar Agus. Sebelumnya, pengacara Fahmi Zulfikar, Ilal Ferhard mengatakan, pihaknya punya bukti keterlibatan Ahok dalam korupsi ini. Menurut Ilal, Ahok melakukan pertemuan di ruang Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi karena saat itu ada permintaan evaluasi perubahan APBD-P tahun anggaran 2014.

Dikatakannya, bahwa politisi PDI Perjuangan itu mengakui kepada anggota dewan pada akhir Desember 2015 kemarin. “Bukan dalam agenda resmi, berdua membicarakan masalah evaluasi dari Kemendagri perubahan APBD, diakui Pak Pras segera menjawab evaluasi. Nah ada revisi mengenai Rumah Sakit Sumber Waras di APBD-P bukan pembelian lahan tetapi rumah sakit. Direvisi pembelian sebagian lahan Rp800 miliar dan dimasukan pengadaan scanner dan UPS,” papar Ilal.

Padahal, kata Ilal, pada saat zaman Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014, pengadaan UPS dan Printer 3D tidak dimasukkan. Dia pun meminta agar penyidik memanggil Prasetyo dan Ahok. “Kalau perlu keduanya dikonfrontir,” tandas dia.‬

Dalam kasus ini penyidik sudah menetapkan lima tersangka yaitu mantan Kasudin Dikmen Jakarta Barat Alex Usman, mantan Kasudin Dikmen Jakarta Pusat, Zaenal Soleman, mantan anggota DPRD DKI Jakarta M Firmansyah, anggota DPRD DKI Jakarta Fahmi Zulfikar dan Dirut PT Offistarindo Adhi Prima, Harry Lo.

loading...