Baru diresmikan Jokowi, Tol Cikopo-Palimanan Sudah 30 Kecelakaan

tol cikopo-palimanan makan kobran

Jalan tol Cikopo-Palimanan baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi, namun sudah memakan sejumlah korban. Hingga saat ini, sudah 30 kali kecelakaan terjadi sejak diresmikan pada 13 Juni 2015 lalu. Hal itu disampaikan oleh Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Moechgiyarto. Akibat kecelakaan tersebut, sejumlah korban dinyatakan tewas dan juga luka-luka.

“Ternyata sampai sekarang ini sudah ada 30 insiden kecelakaan di Tol Cipali sejak tol itu diresmikan Presiden,” kata Moechgiyarto kepada wartawan seusai bertemu dengan Ketua DPRD Jabar Ineu Purbawati di kantor DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, dikutip dari Kompas.com, Selasa 23 Juni 2015. Kecelakaan tersebut, kata Moechgiyarto, disebabkan karena berbagai hal seperti faktor human error.

“Mungkin itu karena faktor human (error), karena memang jalannya mulus, mulus sekali, panjang lurus sehingga mengantuk dan terjadilah,” kata Moechgiyarto.

Moechgiyarto mengakui bahwa rest area memang masih kurang banyak di tol itu sehingga memungkinkan pengendara melaju terus-menerus tanpa beristirahat. Moechgiyarto mengatakan akan kembali menambah rest area yang dipastikan bisa digunakan saat musim mudik atau menjelang Lebaran. “Rest area akan ditambah, empat di jalur balik dan empat di jalur mudik. Insya Allah H-7 rest area sudah selesai,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, sebab lainnya dari kecelakaan itu karena diduga fasilitas penerangan jalan, seperti reflektor di sepanjang jalan tol yang belum terpasang. Hal ini seperti kecelakaan yang terjadi di Kilometer 94. Di Kilometer 94 ada dua kali kecelakaan yang terjadi pada malam hari. Hasil pemantauannya, kata Moechgiyarto, di Kilometer 94 memang penerangan jalan belum terpasang.

“Sudah saya cek, hasil pemantauan di Cipali persis di Kilometer 94 ada dua kejadian, kebetulan pas kejadiannya malam hari. Nah, kecelakaan di situ memang ada, di situ itu penerangan kurang, reflektornya belum terpasang,” kata dia. Moechgiyarto mengatakan, pihaknya sudah meminta instansi terkait untuk segera melengkapi fasilitas, rambu-rambu, termasuk penerangan (reflektor) di sepanjang jalan tol terpanjang di Indonesia itu.

“Kita sudah sampaikan kepada pengelola jalan tol untuk segera dilengkapi (rambu-rambunya),” pungkasnya.

loading...