Batu akik meredup, masyarakat beralih gandrungi batu akik asal Tiongkok

batuk-akik-sintetis

Jika pada awal-awal booming sejumlah orang berlomba-lomba mengoleksi berbagai jenis batu akik dengan harga yang cukup fantastis. Maka kini justru berbanding terbalik, dimana peminat batu akik justru terus menurun. Sebagai gantinya, sejumlah orang justru beralih memilih batu akik sintetis yang berasal dari Tiongkok.

Batu impor dengan ciri khas warna yang ngejreng ini memang cukup membuat pengusaha batu akik asli Indonesia menjadi terpukul. “Batu-batu sintetis yang dari Tiongkok, itu salah satu penyebabnya kenapa harga batu mulai murah,” ucap Anton, pedagang batu akik di Rawa Bening, dikutip dari Wowkeren.com.

Terlebih, batu impor Tiongkok ini dibanderol dengan harga yang cukup murah yakni mulai dari Rp 50 ribu. “Dia kan warnanya ngejreng-ngejreng gitu. Kalau orang tahu batu ngerti dia mana batu asli mana yang batu masakan,” imbuhnya.

Baca:   Wah! Foto Selfie Cewek Cantik Ini adalah Laki-Laki Tulen

Menurutnya, penurunan batu akik terjadi setelah Lebaran. Namun, Anton tetap menjual batu-batu akik asli demi memajukan batu Indonesia. “Kalau masih ada pembeli kita jual masih bertahan. Ini juga buat antisipasinya kita buka beberapa outlet kayak di Tangerang, Bekasi, biar yang mau beli juga bisa ke sana,” pungkasnya.

Penampakan batu granit NTT yang dihargai Rp 15 juta

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat menggelar acara bertajuk Eksotika Nusa Tenggara Timur. Acara yang digelar di Anjungan NTT, Taman Nasional Indonesia Indah mulai sejak, 22-25 Oktober 2015, berhasil mengumpulkan berbagai pengrajin tradisional dari berbagai daerah di NTT.

Baca:   7 Kisah Nyata Kembar Tapi Tanpa Ikatan Darah, Anda Mau Tahu Seperti Apa Kemiripin Mereka?

batuk-akik-NTT

Banyak hasil kerajinan menarik yang dijajakan, mulai dari tenun ikat, keramik, batu akik, hingga berbagai produk fashion, mulai dari sepatu yang menggunakan corak khas NTT hingga baju yang dari bahan tenun ikat. Di antara berbagai produk kerajinan yang dijajakan, banyak pengunjung yang terpesona dengan keindahan batu akik NTT.

Booth batu akik Timor yang dikelola oleh Dida Therik, perempuan asli NTT ini menjajakan berbagai jenis batu, salah satunya adalah bahan batu granit berukuran ibu jari orang dewasa. Dida Therik menuturkan, “Ini batu granit NTT, harganya Rp 15 juta. Para penambang batu itu tahu, kalau dia temukan batu granit ini berarti emas sudah dekat. Ini salah satu batu mulia di NTT, karena susah orang carinya.”

Baca:   Wow! ini 7 batu akik paling dicari di tahun 2016

Dida Therik bersama saudaranya, Vera Therik, juga membangun usaha tenun ikat khas NTT. Dibanderol dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah, Vera Therik menjajakan berbagai produk kain tenun ikat dengan motif yang bervariasi.

“Kami juga sering mengadakan pameran di banyak tempat di Jakarta, karena kami tahu tenun ikat banyak digemari karena punya ciri khas yang berbeda dengan kain tenun dari daerah lain,” ujar Vera kemudian.

loading...