Begini SMS Kencan Eno dan Siswa SMP Janjian Tengah Malam dan…

Eno-Korban-Pembunuhan

Kasus pembunuhan sadis salah satu karyawati pabrik plastik di Tangerang, Eno Parinah (19) bermula dari SMS kencan tengah malam keduanya. Eno Parinah dan RA (15) melakukan komunikasi inten sebelum akhirnya mereka ketemu di kamar mess Eno. RA kini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunhan Eno dengan mencangkul kemaluan Eno hingga Eno tewas meregang nyawa.

Awalnya, RA mengirimkan SMS kepada Eno Parinah pada Kamis (12/5/2016). SMS tersebut dikirim RA usai mengikuti ujian akhir sekolah (UAS). RA mengajak Eno Parinah ketemuan pada malam Jumat. “Tersangka RA siangnya SMS korban, ‘Teh, nanti malam ada acara gak?’ Kemudian dijawab oleh korban ‘Emang kenapa kalo gak ada acara?’,” ujar Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen, menirukan percakapan Eno Parinah dan RA.

RA merasa ada peluang setelah mendapat jawaban seperti itu dari Eno Parinah. RA lantas membalas pesan dari Eno Parinah. “Kalo enggak ada acara kita ketemuan,” imbuh RA. Ajakan itu kemudian dijawab oleh Eno Parinah dengan menanyakan di mana ketemuannya. RA kemudian mengatakan jika ketemuannya di kamar Eno Parinah saja. Eno sempat ragu karena khawatir kedatangan RA ke kamarnya diketahui oleh teman-teman mess.

Baca:   Seperti Ini Kronologi Pembunuhan Sadis di Pulomas Jakarta Timur Yang Bikin Geger

“Emang enggak takut nanti ketahuan sama temen mess yang lain,” jawab Eno.

“Yaah itu mah gampang, nanti aja dipikirinnya,” balas RA.

Setelah sepakat bertemu tengah malam di kamar Eno Parinah, keduanya menyusun siasat agar RA masuk tanpa diketahui orang lain, termasuk teman mess Eno Parinah. Rencana yang disusun RA dan Eno Parinah pun berjalan mulus. Setelah kondisi mess sudah sepi dan penghuni lain sudah tidur, Eno Parinah menghubungi RA jelang tengah malam, tepatnya pukul 23.30 WIB. Eno mengatakan dia sudah membuka kunci pagar dan tidak mengunci kamarnya. Eno menyuruh RA langsung masuk saja. RA pun manut dan mengikuti arahan dari Eno.

“Nanti pintu pager gak dikunci,” bunyi SMS Eno. SMS itu kemudian dibalas oleh RA dengan menyebut, “OK. Bye.” Saat RA masuk ke dalam kamar, ia langsung tergiur melihat keseksian Eno Parinah yang hanya mengenakan celana pendek dan baju seksi. RA langsung mencumbu Eno Parinah hingga keduanya terlibat ciuman mesra. Bahkan, tangan RA blusukan ke bagian intim Eno Parinah, dilansir dari Pojoksatu.id, Kamis (19/5/2016).

Baca:   Mulai November 2016, 7 Pecahan Uang RI Ini Tidak Bisa Lagi Kamu Gunakan, Simak Deh...

Di saat nafsu birahi RA sudah memuncak, Eno tiba-tiba menutup celananya. Ia menolak berhubungan badan dengan RA karena takut hamil. Penolakan itulah yang membuat RA kecewa dan sakit hati. Terlebih, nafsu birahinya sudah sampai di ubun-ubun. Akhirnya. RA keluar kamar untuk merokok di pinggir jalan.

Saat sedang merokok, RA didatangi dua tersangka lain. Lalu, mereka masuk kembali ke kamar Eno Parinah. Mereka memperkosa dan membunuh Eni Parinah secara sadis dengan menusukkan gagang cangkul ke kemaluan Eno Parinah hingga tembus ke paru-paru dan hati. “RA ini sebenarnya anak pintar, dia selalu ranking 1-5 besarlah di sekolahnya,” tandas Handik.