Bendera Merah Putih terpasang terbalik, wartawan ditawari uang Rp 2 juta

merah-putih-terbalik

Bendera terpasang terbalik ditemukan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Sumatera Utara pada Rabu 19 Agustus 2015. Sejumlah wartawan yang meliput kejadian yang tak terduga itu diundang oleh Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Arosokhi Lombu, ke kantornya. Mereka diminta untuk tidak memberitakan peristiwa tersebut dan ditawari uang Rp 2 juta.

“Kami minta awak media untuk jangan mengabarkan berita ini. Kami siap memberikan konsekuensi sebesar Rp 2 juta,” kata dia di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, dikutip dari Kompas.com, Kamis 20 Agustus 2015. Karena tidak ada satu pun pegawai yang menydari bendera terbalik tersebut, bendera terbalik itu pun sempat terpasang hampir sepanjang hari.

Baca:   Ahok: Gila apa lahan negara dikasih ke Podomoro? Kamu kira aku sinting?

“Apa kata dunia kalau bendera begini,” kata Faisal, seorang warga yang melintas di depan kantor itu. Menjelang sore, salah seorang personel Polisi Pamong Praja, Didi Harefa (38), mendatangi Kantor Dinas Pendidikan. Kepada salah seorang pegawai, ia meminta agar pemasangan bendera diperbaiki. “Maaf, Pak, pegawai sedang istirahat,” jawab pegawai yang tidak diketahui namanya itu.

Tiba-tiba, dari arah dalam kantor, keluar seorang pegawai lain menuju tiang bendera. Ia menurunkan bendera dan memperbaiki posisinya. Saat ditanya kenapa bendera terpasang terbalik, ia mengatakan, ini kelalaian petugas. “Daripada salah besar, lebih baik kita perbaiki. Saya cinta bendera karena itu saya perbaiki bendera ini,” katanya sambil berlalu. Bupati Nias Sokhiatulo Laoli yang dimintai tanggapan melalui pesan singkat menyampaikan bahwa dia belum mendapatkan informasi tersebut.

Baca:   Kasihan! Hanya karena tidak pakai Jilbab, wanita cantik ini dicap 'tak bermoral'

“Saya sedang mengikuti rakor tentang pilkada di Medan,” kata dia. Masih melalui pesan singkat, Sokhiatulo mengatakan, bendera terbalik itu bukanlah kesengajaan. “Hanya masalah kelalaian,” kata dia. Ia berjanji akan memanggil Kepala Dinas dan pegawai Dinas Pendidikan sepulang dari Medan. Mmm…semoga saja kejadian ini tidak terulang lagi dan tidak menganggap pemasangan bendera Merah Putih┬ásebagai hal sepele