Bercumbu 30 Menit dengan Siswa SMP & Takut Hamil Berujung Kelamin Eno Dicangkul

pembunuhan sadis

Rekonstruksi kasus pembunuhan sadis Eno (19), karyawati PT Polyta Global Mandiri, Kosambi, Kabupaten Tangerang akhirnya tuntas dilakukan oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (17/5/20216) sore. Rekonstruksi dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu mess Eno Parinah. Total ada 31 adegan yang merangkum seluruh peristiwa pembunuhan sadis tersebut, mulai dari Eno didatangi tiga orang tersangka, hingga ketiganya bekerja sama memerkosa dan kemudian membunuh Eno.

“Awalnya, tersangka RA (15) datang ke kamar mes si Eno. Mereka sebelumnya sudah janjian dan RA memang baru pertama kali datang ke sana,” kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Eko Hadi Santoso, di lokasi, dikutip dari laman Kompas.com, Selasa (17/5/2016). RA, yang mengaku pacaran dengan Eno, baru pertama kali berkunjung ke mes itu dan belum tahu yang mana kamar pacarnya. Eno memberi kode, yaitu pintu kamar yang sedikit terbuka, itulah kamarnya.

Baca:   Terlalu ganas ML siswi SMP masuk rumah sakit, siswa SMA masuk penjara

RA akhirnya mengetahui kamar Eno dan langsung masuk ke kamar pada Kamis malam itu. Di dalam kamar keduanya berbincang selama 30 menit. Beberapa saat berbincang, RA minta untuk berhubungan badan. Namun permintaan ditolak Eno karena takut hamil. “Terus si RA keluar. Di luar, dia ketemu sama Rahmat Arifin dan Imam. Tiga-tiganya sama-sama belum kenal. Arifin tanya, RA ini siapa, dan habis ketemu siapa di dalam,” tutur Eko.

Baca:   Terungkap, Seperti Ini Kelakuan RA Lihat Eno Pakai Baju Seksi dan Celana Pendek

RA mengaku habis menemui pacarnya yang bernama Indah. Kepada RA, Eno memang mengaku namanya Indah. Arifin yang sebenarnya sudah kenal dengan Eno bingung siapa Indah yang dimaksud. Atas permintaan Arifin, RA diajak ke dalam untuk memperlihatkan mana Indah yang dimaksud. Saat kembali itu, ketiganya langsung membekap Eno dengan kain dan bantal dan memerkosanya secara bergantian.

Baca:   Mengerikan, iPhone 6 tiba-tiba terbakar diatas pesawat

Setelah memerkosa mereka memutuskan untuk membunuh Eno. Sejumlah adegan sadis direkonstruksikan bagaimana mereka membunuh gadis itu. Setelah melakukan pembunuhan, para tersangka satu per satu keluar dari kamar di mes tersebut tanpa diketahui warga sekitar. Jenazah Eno baru ditemukan teman-temannya pada Jumat pagi keesokan harinya. Teman-teman Eno mendatangi mesnya setelah dia tidak muncul di tempat kerja.

loading...